
Hari demi berlalu, semuanya berjalan dengan semestinya. Di mana setiap Pulang sekolah Samudra melakukan Pemantapan dan Alana Pulang dengan diantar oleh Abang-abang tukang ojek online, namun beberapa kali di antar Satya, Abi ataupun Firdan, bahkan ia pernah nebeng jemputannya Raina
" Nggak kerasa deh Sam, Besok Lo udah UN aja Perasaan kemaren-kemaren baru aja Lo gunting rok gue, " Ujar Alana mengamati Samudra yang tengah di belajarnya
Alana nyengir, " iyalah, Gila udah mumet gini dapet libur seminggu, Mantep bener, dah, "
Samudra mendengkus
" Sam, btw daftar PTN mana ? tanya Alana, " Gue tebak, Pasti ITB. kalau nggak yang dekat UI, Bener, kan,"
Samudra diam, namun ia membereskan Peralatan belajarnya. Perlahan ia duduk di samping Alana, " Sebenernya ada beberapa hal yang harus gue bilang sama Lo, "
" Apaan dah, serius bener, "
Samudra menghela nafas," Sebenernya gue dapet beasiswa di New York, " balas Samudra Pelan
Alana diam, mencerna apa yang samudra ucapan tadi, " Lo, bercanda kan, Sam, "
Samudra diam
" Jadi beneran, "
Dengan ragu Samudra mengangguk
" Tapi nggak Lo ambil kan, Sam ? iya kan ? Kalau Lo ngambil beasiswa itu gue gim ... "
Samudra memeluk Alana, " iya, nggak gue ambil, "
" Seriusan ini gue nggak salah denger, kan, "
Alana melepaskan pelukan tersebut lalu menatap tepat di manik kelam milik Samudra Alana dapat melihat sorot itu, sorot kecewa di mata Samudra
Tapi biarkan kali ini saja Alana berlaku egois. ia tak kan ingin di tinggalkan Samudra. Apalagi selama itu, tidak akan !
" Sam, Lo ngerti kan gue larang ke sana karena apa ? Gue nggak mau LDR. mau semulus apa pun, Pasti bakal banyak hambatannya. Lo ngerti kan, Sam ?" Tanya Alana sembari menakupkan kedua tangannya pada kedua pipi Samudra
Sam, Lo ngerti kan gue larang ke sana karena apa ? Gue nggak mau LDR. mau semulus apa pun, Pasti bakal banyak hambatannya. Lo ngerti kan, Sam ?" Tanya Alana sembari menakupkan kedua tangannya pada kedua pipi Samudra
Hari demi berlalu, semuanya berjalan dengan semestinya. Di mana setiap Pulang sekolah Samudra melakukan Pemantapan dan Alana Pulang dengan diantar oleh Abang-abang tukang ojek online, namun beberapa kali di antar Satya, Abi ataupun Firdan, bahkan ia pernah nebeng jemputannya Raina
" Nggak kerasa deh Sam, Besok Lo udah UN aja Perasaan kemaren-kemaren baru aja Lo gunting rok gue, " Ujar Alana mengamati Samudra yang tengah di belajarnya
Alana nyengir, " iyalah, Gila udah mumet gini dapet libur seminggu, Mantep bener, dah, "
Samudra mendengkus
" Sam, btw daftar PTN mana ? tanya Alana, " Gue tebak, Pasti ITB. kalau nggak yang dekat UI, Bener, kan,"
Samudra diam, namun ia membereskan Peralatan belajarnya. Perlahan ia duduk di samping Alana, " Sebenernya ada beberapa hal yang harus gue bilang sama Lo, "
" Apaan dah, serius bener, "
Samudra menghela nafas," Sebenernya gue dapet beasiswa di New York, " balas Samudra Pelan
Alana diam, mencerna apa yang samudra ucapan tadi, " Lo, bercanda kan, Sam, "
Samudra diam
" Jadi beneran, "
Dengan ragu Samudra mengangguk
" Tapi nggak Lo ambil kan, Sam ? iya kan ? Kalau Lo ngambil beasiswa itu gue gim ... "
Samudra memeluk Alana, " iya, nggak gue ambil, "
" Seriusan ini gue nggak salah denger, kan, "
Alana melepaskan pelukan tersebut lalu menatap tepat di manik kelam milik Samudra Alana dapat melihat sorot itu, sorot kecewa di mata Samudra
Tapi biarkan kali ini saja Alana berlaku egois. ia tak kan ingin di tinggalkan Samudra. Apalagi selama itu, tidak akan !
" Sam, Lo ngerti kan gue larang ke sana karena apa ? Gue nggak mau LDR. mau semulus apa pun, Pasti bakal banyak hambatannya. Lo ngerti kan, Sam ?" Tanya Alana sembari menakupkan kedua tangannya pada kedua pipi Samudra
Sam, Lo ngerti kan gue larang ke sana karena apa ? Gue nggak mau LDR. mau semulus apa pun, Pasti bakal banyak hambatannya. Lo ngerti kan, Sam ?" Tanya Alana sembari menakupkan kedua tangannya pada kedua pipi Samudra