Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 31 UJIAN DAN KEJUTAN



" Gue Fotokopi dong, Sat, " Ucap Alana memohon karena kalau mau nulis sekarang Pasti udah telat banget


" Enak aja, "


" Elah gitu banget sih Lo sama temen, "


" Masalahnya ini masih Pagi Alana, Tukang fotokopi mana ada yang udah buka, "


" Oh iya ya, terus gue harus gimana, dong, "


" Ya derita Lo, " Ujarnya tertawa lalu menjauh dari tempat duduk Alana


" Gue sumpahin nggak bakal ada semua tuh contekan, " Ujar Alana sarkas


...••••...


ini bukan Pertama kalinya Alana bangun dengan Perasaan kosong dihatinya. Sejak kejadian di bandara, ia menjadi lebih banyak murung jika mengingat segala hal tentang Cowok itu bahkan kotak merah besar yang diberikan Samudra belum sempat ia buka


ia Pikir selama liburan ini akan menghabiskan waktu bersama Samudra, seperti Pergi ke wisata atau sekadar mengobrol di salah satu kafe di Jakarta. Tetapi ternyata tidak Liburannya kali ini adalah tahap Pembiasaannya mengenai ketidakhadiran Samudra di sampingnya


Apakah ia RINDU ? Tentu, Tetapi rasanya ia tidak enak untuk menghubungi Samudra lebih dulu karena takut mengganggu Apalagi Alana tidak tahu Pasti Perbedaan waktu antara Indonesia dan New York


Untungnya Samudra masih menghubunginya, mulai dari bertanya hal sepele sampai cerita bagaimana kehidupannya di seberang sana. Pesan yang akan selalu membuat Alana tersenyum adalah ketika Samudra bersikap Posesif lewat Pesan singkat, seperti melarang Alana ini-itu, mengatakan lebih baik ini-itu. Memang menyebalkan tetapi ia mencoba berpikir positif. itu adalah Pertanda bahwa Samudra menyayanginya


Alana memandang dua boneka beruang Raksasa di kamarnya dengan senyum yang mengembang ia jadi ingat Samudra Pernah, berkata, jika ia merindukannya Peluk aja boneka yang Pangeran berikan. Cara itu agak berhasil Alana selalu merasa lebih tenang jika melakukan itu


Kemudian sebuah jam tangan Feminim berwarna Putih gading yang sangat Pas di pergelangan tangan Alana. kemudian ada jaket berwarna biru tua yang lagi-lagi bertuliskan Samudra di bagian Dada. di sampingnya ada sebuah bingkai Foto terdapat Foto Samudra yang sedang memegang gitar


Alana mengambil Ponsel di dalam tas dan mencari perbedaan antara Jakarta dan New York setelah mendapat hasilnya ia melirik jam dinding Sekarang Pukul tujuh Pagi, sedangkan Perbedaan waktu antara Jakarta dan New York empat belas jam, jadi di sana Pukul Lima sore


Dengan tekad bulat, Alana mengirimkan Pesan Pada Samudra


" Samudra, " Alana tertegun ketika melihat Samudra membalas begitu cepat


...Samudra...


...Kamu Selesai Ujian...


...Alana...


...Udah, Kok...


...Samudra...


...Bisa kan Ujiannya...


...Alana...


...Bisa dong...


...Samudra...


...aku kangen sama kamu Alana...


Alana tersenyum tanpa sadar


...Alana...


...aku juga Kangen sama kamu Samudra...


...Samudra...


...Alana Maaf kayak aku enggak bisa lama-lama karena aku harus ke kampus Sekarang...


...Alana...


...Ya udah deh...


...Samudra...


...jangan marah dong...


...Alana...


...Nggak kok...


...Samudra...


...Alana have a nice day Love you...


" Nggak Peka banget sih Jadi Cowok, " umpat Alana dalam hati


Oke, guys ternyata Samudra memang nggak Peka jadi Cowok, Tepuk tangannya mana ? 👏👏 Alana kesal. ia meremas handphonenya erat-erat. Kalau bukan barang, mahal mungkin sudah ia banting sejak tadi akhirnya melampiaskan kekesalannya, ia memukul apa pun yang ada di dekatnya. kalau mukul Samudra nggak bisa. kan jauh


" Aw, sakit Njir ! Abi yang merasa kena amukan indukan gorila mengaduh


" Biarin, gue seneng lihat lu sakit, "


" Eh, anjir, Jangan lampiasin ke gue juga kali, " sahut Abi lalu menjauh dari Alana


" Kenapa sih semua Cowok nyebelin, "


" Alana ! Panggil Beni


Alana mendongak dan menghentikan amukan sadisnya. Sontak Abi mengusap dadanya lega.


" Ayo masuk udah di suruh masuk tuh, "


Alana mengangguk lemas lalu masuk ke dalam ke kelas


...••••...


Ternyata Nilai Alana tak mengecewakan, malahan bisa bikin orang lain tercengang karena Alana mendapatkan peringkat tiga besar dikelasnya, Satya, Abi, Firdan dan Raina sampai di buat menganga tak Percaya. Bahkan Rani sampai ngadain syukuran di rumahnya. karena baru kali ini Alana mendapat peringkat tiga besar sebelumnya mah boro-boro mendapat Peringkat


Para orang tua telah Pulang lebih sedang keempatnya memutuskan Untuk ke kantin terlebih dahulu Bisalah ngobrol-ngobrol sebelum libur Panjang


" Sampe saat ini gue masih Pengen tahu, Lo bayar dukun mana, " Tanya Firdan sambil memakan siomay, " Perasaan yang bawa contekan gue, yang ngasih jawaban juga gue, lah ngapa elu yang dapat rangking bagus, "


" Curiga sama Wali kelas Elu kedipin, Pakai apa " Celetuk Abi


" Ya, kali, Gue mah Udah Pinter dari Sononya kaliannya aja nggak tahu, " bela Alana


Satya menoyor Kepala Alana, " Pinter dari Hongkong ! Kemarin aja semester 1 Elu Rangking 23, "


" Ya udah sih, itu mah dulu sekarang ya sekarang, "


" Fix ini mah semester depan kagak bakal gue kasih jawaban lagi, " Ujar Firdan sewot


" Yeeuu ... itu mah dasar elunya aja Pelit," Abi sewot


" Btw, libur dua minggu kalian mau Pada ke mana Liburan, kuy, " seru Alana antusias


" Kagak bisa. Gue bakal ke rumah Nenek," Sahut Abi


" Anjay, mau ke keraton Lu ? tanya Alana


" Si juebaedah mah kalau ngomong suka bikin orang kesel, " geretu Abi


" Gue Paling bantu Nyokap di Toko Palingan " Ujar Raina


" Kalau gue mah liburan bareng familly, dong, " Ujar Abi bangga


" Lu, Sat, "


" Paling ke rumah Nenek gue, "


" Yahh masa Pada sibuk semua sih. Terus kita nggak bareng gituuu, " rutuk Alana


" Ya udah sih, lu susul aja Kak Samudra ke New York, sana, "


Alana terdiam boleh juga, " Hangout, Kuy, " seru Alana


" Eh gue Pulang aja deh Mami nyari gue, nih " Ujar Abi berdiri dari duduknya. setelah melihat layar handphonenya


" Lah, kok Pulang sih,"


" Gue juga mau Pulang ada urusan," Ujar Satya


" Ada Urusan apa, "


" Adalah Urusan Cowok elo nggak Perlu tau,"


" Sorry Gue harus Pulang juga mau bantuin Nyokap gue, " Ujar Raina lalu ikut-ikutan berlalu


" Lah, kok Pada balik sih ? Hangout-nya Gimana dong ?


Ya udahlah, daripada di kira jomblo ngenes karena jalan sendirian, akhirnya Alana memutuskan untuk pulang ke rumah aja. Dalam hati ia menggerutu, kenapa hari ini semua Orang pada ngeselin ?


Setelah sampai di rumah, Alana merebahkan di atas kasur. ia sebenarnya bimbingan antara memberi tahu nilainya pada Samudra apa nggak. kalau ngasih tahu ntar Samudra mikirnya Alana dapet nilai bagus-bagus karena berkat nyontek kemaren, terus ntar malah jadi marah


Udahlah ya, daripada bingung. mending tidur aja dulu. Siapa tahu Pas bangun entar dapat Percerahan


Alana kebangun Pas jam 5 sore, itu juga karena tiba-tiba ada yang ngetuk Pintu. Alana dengan masih memakai seragam Putih abunya berjalan gontai menuju Pintu depan.


" Ada apa, Pak ? tanya Alana ketika sudah membukakan pintu. Ternyata bapak-bapak kantor Pos


" Ada Paketan buat Alana Larasati, " Ujarnya sambil membaca tulisan di atas kotak yang di Pegangannya


" Oh, itu saya, Pak, " Ujar Alana, " Dari siapa, "


Alana menurutinya


" Terima kasih Mbak, " Ujarnya setelah memberikan bungkusan tersebut Pada Alana


Alana mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh lalu masuk kembali ke dalam rumah, " Paketan dari Siapa nih ? tanyanya pada diri sendiri, " Gue buka aja kali ya Tapi kalau isinya aneh-aneh gimana, " Alana menghela nafas lalu ia melemparkan sembarang ke atas meja belajarnya, " Entar ajalah, "


Alana duduk di atas Kasur. Dia bingung mau ngapain lagi soalnya, masih sore gini, " jogging aja kali, ya, " gumam Alana, " terus abis itu gue makan, " lanjutnya Padahal kalau mau makan, ngapain jogging segala ? Apa faedahnya


20 menit kemudian, Alana Udah siap dengan Pakaian Jogging-nya tak lupa ia juga membawa dompetnya lalu mulai berjalan keluar rumah


Alana jogging di sekitaran Kompleks. Habis itu dia istirahat sebentar di taman Kompleks sambil makan Cireng lima biji. jogging lagi, habis itu Pendinginan. Abis itu Otw ke warteg Padang. Udah deh Pulang, ini mah Punya laki juga serasa single. ke mana-mana nggak ada yang nemenin


Alana udah sampai di rumahnya. ia langsung rinisiatif buat mandi karena badannya lengket banget, bau keringet juga


Alana mandi sekitar 15 menitan Dia mah kalau mandi nggak pernah lama-lama. Alana kembali duduk di ranjangnya. ia mengecek handphonenya, siapa tahu Samudra meneleponnya Tapi nyatanya setelah di cek di tidak ada Perubahan apa pun pada Handphonenya.


Alana Pun memutuskan Untuk tidur saja


...•••...


Alana mengucek matanya, " Siapa sih malam-malam gini ? Ganggu tidur aja sih " gumamnya


Alana meraih Handphonenya dan ternyata Panggilan tersebut video call dari Samudra. Alana makin kesal aja, emang nggak ada jam lain apa, nelepon kok malam-malam gini. Gila aja masih jam 11. 59 making kesalnya Alana mematikan Panggilan tersebut. Dan kembali bergelung ke dalam selimutnya


Tak beberapa lama handphonenya kembali bergetar. Dengan kesalnya, ia mengangkat Panggilan tersebut dengan muka yang di tekuk


" Lo apa-apaan sih nel ... "


" Happy birthday, Happy birthday to you ... happy birthday ... happy birthday ... happy birthday to you, "


Di sana terlihat Samudra memainkan gitar Alana menutup mulutnya sendiri. excited. ia lupa kalau sekarang adalah hari ulang tahunnya.


" Kamu Pasti kagetkan, " tanyanya sambil tersenyum lebar


Alana menganggukkan kepalanya. ia masih belum sanggup bicara saking syoknya. Bahkan matanya sampai berkaca-kaca


Samudra terkekeh, " Jangan nangis dong, Sayang, "


" Lo jahat banget sih ! Bikin Gue kesel seharian gue aja Cuekin gue segala lagi. Lo Pikir enak digituin, " keluh Alana sambil menyeka sudut matanya mengeluarkan air mata


Samudra Tersenyum, " Shutt ... Udah jangan nangis Soalnya kalau Lo nangis gue jadi Pengen Peluk, Lo, " Ujarnya tulus


Mendengar kata-kata Samudra barusan, Alana makin Nangis, " Gue seneng banget, Sam, lo bikin kejutan kayak gini, Tapi gue bakal jauh lebih seneng lagi kalau Lo beneran Peluk gue,"


Samudra lalu tersenyum, " Udah buka kadonya belum ?


Dahi Alana mengerut, " Kado apaan ? Kapan ngasihnya, "


" Gue kirim lewat Kantor Pos, "


" Oh, yang itu Bentar, bentar, " Alana lalu beranjak dari duduknya dan meraih kotak yang tergeletak di meja belajarnya,"Yang ini maksud Lo, "


Samudra mengangguk, " iya, Coba buka,"


Alana mengikuti apa yang di Perintahkan Samudra. ia mulai membuka kotak tersebut. Dan setelah melihat apa isinya, sekali lagi ia excited, " Sam, ini Beneran buat gue ? tanya Alana sambil mengacungkan liontin di depan layar handphonenya


" iya, dong Pake, "


Alana lagi-lagi mengikuti instruksi Samudra


" Cantik, "


" Makasih, "


" Kalungnya,"


Alana berdecak kesal, " jadi guenya nggak Cantik,"


" Kalau elonya Cantik banget, "


Lagi-lagi Alana Tersenyum bahagia


" Lo nggak ada harapan buat gue gitu ?" tanya Alana


" Lo maunya gue berharap apa ?"


" Kok malah balik tanya sih. Ya itu mah yang ada di hati Lo aja, terserah Lo, "


" Gue nggak tahu harus berbuat apa lagi buat Lo, Lo udah terlalu sempurna buat gue, lihat mata gue, " Ujar Samudra


Alana menatap tepat di mata Samudra


" Semuanya Udah gue tulis di mata gue. Apa masih kurang jelas, ?"


Alana tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, " l love you to, "


" l love you too, " balas Samudra, " And i Miss you, "


" Lo Kapan bisa Pulang, "


" Kalau ada waktu gue Pasti Usahain untuk Pulang, "


" Jadi sekarang, Lo nggak ada waktu, "


" Gue lagi sibuk mau masuk awal Perkuliahan, "


" Sam, kan gue dapet libur 2 minggu, Boleh nggak gue nyusul Lo ?" tanya Alana


Samudra diam sejenak, " Mau Ngapain,"


" mau ketemu Lo, "


" Tunggu aja gue Pulang, ya, "


Alana menghela nafas, " Ya udah, " Ujarnya lesu


" Jangan gitu dong. Gue nggak akan tinggal di sini selamanya. Kalau dapet libur juga gue Pasti bakal Pulang, "


Alana Tersenyum


" Nah, gitu kan bagus Mau denger gue nyanyi, nggak, "


" Mau, Mau, Mau, "


Terlihat Samudra membenarkan Posisi gitarnya


...I miss you...


...Seketika kuingin menangis...


...Membaca pesan singkat darimu...


...Kau tuliskan kata-kata, "I miss you"...


...Dan kau ingin cepat bertemu...


...Sabarlah sayang kupasti datang...


...Melepas rindu dan erat memelukmu...


...Jangan menyerah 'tuk selalu percaya...


...Dan demi cintamu, ku akan kembali...


...Saat kubuka laman story-mu...


...Kau pasang fotoku bersamamu...


...Kau tuliskan kata-kata, "I love you"...


...Dan kau selalu setia menunggu...


...Sabarlah sayang kupasti datang...


...Melepas rindu dan erat memelukmu...


...Jangan menyerah 'tuk selalu percaya...


...Demi cintamu, ku akan kembali...


...Kau terbaik untukku...


...Meski kita jauh...


...Kutetap milikmu...


...Sabarlah sayang kupasti datang...


" I love you, " Ujar Samudra sekali lagi


Kali ini Alana beneran nangis. air matanya terus mengalir deras di Pipinya


" Kok malah nangis, " tanya Samudra Panik


" Gue bahagia Sam jangan bilang Lo nyuruh temen-temen buat nggak mau hangout bareng gue, "


Samudra nyengir. itu saja sudah membuat Alana Paham akan jawabnnya