Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 14 Ada Apa ?



" Ke mana Lo kemaren Nggak masuk gue kira Lo udah mati, " ujar Firdan ketika melihat sosok Satya yang baru datang


" Kangen kan Lo sama gue ? tanyanya kelewat narsis


" Najis, " Celetuk Alana


" Heran gue sama dunia. Gantengnya abis sama gue doang, makannya banyak yang iri, " ujar Satya


" jijik anjir, lama-lama gue tebas juga Lo," keluh Abi yang duduk di sampingnya


Satya nyengir lebar


" Masa ya kemaren si Alana ikutan kelas masak ini yang di maksud sama 7 keajaiban dunia, " ujar Abi heboh


" Gila, gila kasihan gue sama gurunya takut darting tiba-tiba punya anak didik macem dia, " timpal Satya seraya terbahak bahak


" Bukannya masak, yang dia malah ngebakarin dapur," Celetuk Firdan


" Neng Alana, entar masakin Aa, ya, " goda Abi menoel dagu Alana


" Bisa diem nggak kalian, "


" iya, iya Diem nih, " ujar Satya


...••••...


Sudah beberapa hari ini samudra, benar-benar sibuk dengan latihan basketnya bahkan Kemarin saat Alana masuk kelas memasak Samudra tak mengantarnya. ia benar-benar serius akan keinginannya untuk masuk Tim nasional. ia selalu pulang jam 8 malam, entah sekeras apa latihan yang ia lakukan. karena setiap pulang mengeluh kakinya yang sakit atau tangannya terkliir akibat terlalu keras berlatih


Bahkan Samudra sering mengabaikan jadwal makannya. Hal yang pertama samudra lakukan jika Pulang Cepat ia akan bergegas ke lapangan kompleks dan seperti sudah menjadi rutinitas wajibnya ia kan melakukan lagi latihan secara matian-matian. Tapi kali ini, anehnya samudra pulang lebih awal dan tak melakukan latihan basket seperti sebelum sebelumnya. Malah kini ia menemani Alana yang tengah melakukan tugas rumahnya


" Sam, Lo nggak Punya Pensil warna nggak, ? tanya Alana yang sibuk mencari-cari pensil warna yang baru beberapa minggu di belinya


" Yang punya Lo ke mana, "


Alana menggeleng Frustasi, " Kalua gue ada, mana mungkin gue Pinjem Punya Lo,"


" Gue nggak Punya Pensil warna, " ujar Samudra setelah berpikir sejenak


Alana menepuk jidatnya, " Ya ampun Pensil warna gue kan ada di Abi Tuh kan, dia mah kalau Pinjem suka nggak di balikin. Gimana dong, Sam, Tugasnya besok harus dikumpulin, " keluh Alana


" Coba telepon dulu dianya, " usul Samudra


Dengan segera Samudra meraih handphonenya lalu mendial nomor Abi


" Woy Abi Balikin Pensil warna gue Cepetan balikin " ujar Alana ketika sambungan telepon tersambung


" Lo siapa, "


Alana lantas melihat layar handphonenya dan di sana tertera jelas nama Abi. jadi mana mungkin ia salah sambung, " Lo itu Pura pura hilang ingatan Tolong Lo Balikin Pensil warna gue buruan,"


" Gue siapa, "


Alana menggeram menahan emosinya " Abi jangan bercanda deh, gue serius nggak bercanda balikin Pensil warna gue"


" iya gue bercanda kok Pensil warna ada gue kalau Lo pengin ambil aja di rumah gue, "


" Tapi ini udah malam Abi kalau gue gimana-gimana Lo mau tanggung jawab"


" Bodoh amat lah bye, "


" ABI, " Alana berteriak-teriak di depan layar handphonenya


" Sam, " Ujar Alana dengan wajah memelas


Samudra mengangkat sebelah alisnya, " Gimana ?


" katanya gue di suruh ambil ke rumahnya, Gimana dong, Sam ? jawab Alana


Samudra bangkit


" Mau ke mana, "


" Mau ambil Pensil warnalah mau apalagi, " sahutnya kesal


" Udah, besok aja izin aja ngumpulin telat ke Bu mareta,"


Alana berdecak kesal, " Kalau gue itu Lo, enak ada alesan sibuk kek, apa kek, Lah gue alesannya apa ? tanya Alana sambil berjalan menuju lemarinya untuk mengambil jaket Hoodie


Samudra menghela nafas, " Gue aja yang ambil, " ujar Samudra pada akhirnya


Dalam hati Alana bersorak senang, " Udah, nggak usah gue aja, Tapi dia harus tetap jual mahal, kan "


Alana menyengir, " Ih, makin sayang deh sama Lo, " ujar Alana memeluk tubuh tegap samudra


Alana melepaskan pelukannya, " Makasih Alana berjinjit Lalu mencium kening Samudra


" Sebentar amat, " keluh Samudra


" Udah ah, Cepetan berangkat kan ntar juga bisa kalau lo Udah balik, "


Samudra tersenyum setelah ia mengenakan Jaketnya, ia meraih kunci motor yang ada di atas nakas


" Gue Otw, "


" iya hati-hati, "


...•••...


Lalu setelahnya Samudra hilang dari Pandangannya. Alana kembali duduk ke tempat semula di mana ia tengah mengerjakan tugas melukisnya. ia memang tak ahli, namun sedikit-sedikit Alana


30 menit berlalu dan Samudra belum kembali juga


Mungkin jalanan nggak macet, batin Alana


35 menit ...


45 menit ...


55 menit ...


ini udah 1 jam dan Samudra belum juga menampakkan batang hidungnya. sejauh-jauhnya jarak rumah Abi, biasanya hanya memakan waktu 30 menit. Dan kalau pun macet. Apalagi tadi Samudra membawa motornya, setidaknya ia bisa Pulang lebih cepat ketimbang dengan mobil


1 jam 10 menit


ini benar-benar tidak bisa ia toleransi lagi. Alana meraih Ponselnya mendial nomor Abi


" Hallo Abi Samudra ada di situ nggak ? tanya Alana the Point ketika Abi mengangkat teleponnya


" Gue di mana, "


" Abi, ih gue serius nih. Dia ke rumah Lo sejam yang lalu, tapi belom balik juga,"


" Apaan, dah dia udah balik dari rumah gue 30 menit yang lalu,"


" Abi, gue serius nih ? ujar Alana dengan raut khawatir


" Ya elah, Lo pikir gue bercanda,"


" Terus dia ke mana dong,"


" Ya, mana gue tahu,"


Alana menghela nafas beratnya. Apa jangan-jangan, Samudra mampir dulu dan ikut berkumpul dengan teman-temannya ? Lalu, ia mendial nomor Samudra


Tapi, tak ada jawaban


Alana mondar-mandir di tempat dan tak henti-hentinya menelepon Samudra. kemudian tanpa pikir panjang ia menelepon nomor Boby


" iya, Hallo Tumben Lo nelepon gue,"


" Kak, disitu ada Samudra nggak ?


" Samudra Kita lagi nggak ngumpul kok,"


" Lah, "


" Emang dia ke mana, "


" Gue nggak tahu Kak, Samudra nggak pulang-pulang dari tadi, Yaudah kak makasih ya, "


Alana tak henti-hentinya menghubungi nomor Samudra. Mungkin sudah 100 kali, namun tak ada satu pun yang diangkat oleh Samudra. Alana menghela nafas Frustasi. ini sudah dua jam lebih dan Samudra belum Pulang ia meremas handphonenya erat-erat


Handphonenya bergetar, tertera nama Samudra tanpa dia sadari, Alana menghela nafas lega lalu senyum cerah terbit di wajahnya. segera ia mengangkat Panggilan tersebut


" Samudra, Lo ke mana aja sih gue khawatir banget sama Lo, sekarang Lo ada di mana sih, "


" Samudra kecelakaan sekarang ada di rumah sakit permata


" Apa, "