Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 36 PERCAYA ATAU TIDAK



menghela nafas lelah. Niatnya ingin menjauh dari Alex agar mendapatkan ketenangan malah bertemu dengan ratu drama," Ya udah sekarang lo maunya apa ?


" Gue mau Lo jauhin Reno,"


" Ya udah gue bakalan jauhin Reno mulai sekarang, " Ujar Alana dengan cepat


memegang kedua lengan Alana, " Beneran Lo mau jauhin Reno, " tanyanya dengan mata berbinar


melepaskan lengan Erika, " Apa-apaan sih, "


ngomong kayak gini Karena kita sesama cewek, Cewek yang baik pasti tahu perasaan Cewek lainnya, lo nggak mau kan lihat pacar Lo selingkuh Di belakang Lo, "


Selingkuh


Selingkuh


Selingkuh


Kata-kata itu terus terngiang di kepala Alana lagi-lagi bayangan Cewek yang memakai Pakaian Samudra yang terlintas di kepalanya


" Alana, Lo denger gue kan ? tanya Erika sambil melambaikan telapak tangannya di depan wajah Alana


" Eh, .. i .. iya gue denger, "


" Ya udah kalua gitu. Gue cuma mau ngomong gitu doang, Makasih, " Ujarnya berlalu dari Hadapan Alana


" Nggak jelas, " dengkusnya lalu menelungkupkan kepalanya di atas lengan dan mulai memejamkan matanya


...•••...


" Neng, Bangun, "


Alana merasakan badannya seperti di goyang-goyangkan, karena hal itu Alana menegakkan badannya dan sedikit mengucek matanya


" Neng, Perpusnya Udah mau tutup, " Ucap ibu penjaga perpustakaan dengan ramah


Alana menatapnya bingung, " Emang sekarang jam berapa Bu, "


" Jam 4 sore, "


Gila ! Alana tidur hampir 3 jam ia lantas membereskan tasnya, " Makasih Bu, Udah bangunin saya, " sahutnya lalu melangkahkan keluar dari Perpustakaan


Pada akhirnya Alana Pulang dengan memesan Ojek Online


" Neng, itu hapenya bunyi terus, " Ujar Pak sopir


" Biarin deh Pak, Orang Kurang kerjaan, "


" Siapa tahu Penting Neng Lihat aja dulu," sarannya


" iya Pak, "


Alana yakin Pak supir merasa terganggu dengan suara dering Handphonenya. Akhirnya Alana mengalah dan mengecek notifikasi LINE-nya


...Angkat teleponnya...


...Gue mau jelasin...


...Sayang...


...Dia cuma temen aku Please denger penjelasan aku dulu aku sayang sama kamu Alana nggak ada perempuan lain selain kamu di hati aku...


...P...


...P...


...Angkat telepon aku ya Alana Please...


...Alana...


...Bodoh amat...


Alana memasukkan kembali handphonenya dan tentu saja men-slient Benda Pipih itu terlebih dahulu


" Rumahnya yang cat warna, Apa Neng, "


" Krim, Pak Yang itu, " Alana menunjuk rumah yang ada di depannya


Pak supir berhenti tepat di rumah Alana. Alana memberikan ongkosnya lalu si ojol Pergi setelah mengucapkan terima kasih


Alana melangkahkan ke dalam rumah dengan keadaan lesu. Kalau kemarin ia lesu karena capek fisiknya, kalau sekarang ia capek dengan batinnya. setelah sampai di perutnya tiba-tiba saja berbunyi. Alana lupa kapan terakhir ia makan lalu dengan langkah gontai, ia melangkah keluar di dapur


ia mengeluarkan mie instan yang ada di lemari lalu mulai memasaknya. sebenarnya ia sudah bisa memasak beberapa jenis makanan, tapi nyatanya ia tak memikirkan akan dengan apa yang makannya kali ini, Tapi ia memikirkan yang penting ia bisa makan


Setelah selesai ia memakannya dengan rakus seolah ia belum makan selama 2 hari 2 malam setelah selesai makan ia kembali dalam kamarnya. Alana mengeluarkan Handphonenya Dan sialnya Handphonenya tengah menyala menandahkan adanya Panggilan dan yang lebih Sialnya lagi namanya yang tertera di layar handphonenya adalah Samudra


Alana mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum mengangkat Panggilan tersebut


" Hallo ?


" Apa ? aja Alana Cuek


" Gue mau jelasin, "


" Jelasin apa ? Yang Lo bawah Cewek masuk ke dalam apartemen Lo itu, "


" Denger .... "


" Terus Cewek itu Pake baju Lo, "


" jangan ..."


" Udah ngapain aja sama Cewek itu ? Udah bosen sama gue, makanya cara .. "


" ALANA, !!! sentak Samudra di seberang sana


Alana Sontak langsung diam


Terdengar helaan nafas Samudra, " Gue bisa jelasin Dia itu temen gue.


" Temen tapi tukeran baju, "


" Kemarin dia minta tumpangan, Pulang ke gue karena kasihan, gue anterin dia Pulang, Tapi di tengah jalan tiba-tiba hujan deras, Gue mutusin buat ke apartemen gue, karena jaraknya Udah deket, "


Terjadi hening beberapa saat


" Udah, "


" Demi apa pun, nggak terjadi apa-apa,"


" Terus gue harus Percaya ? Cuma, Lo Cewek itu sama Tuhan yang tahu apa yang udah Lo berdua lakuin di belakang gue, " jerit Alana seketika


" Kalau lo nggak percaya ... "


" Gue emang nggak Percaya sama Lo Kalian berdua di apartemen, baju kalian basah di luar hujan, Emang apa lagi yang Lo lakuin kecuali itu ? jerit Alana sekali lagi


" Nggak, gue nggak ngelakuin itu, "


" Udahlah terserah apa yang Lo lakuin gue nggak Peduli, "


Dan setelah Alana menutup teleponnya, langsung saja air matanya turun begitu saja, Ternyata itu LDR tak seasyik yang ia Pikirkan