Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 12 YOU DON'T JUDGE ME



Rumor kedekatan Alana dengan Samudra sudah tercium oleh siswa-siswi di sekolahnya. tak terhitung banyaknya yang mengatakan selamat pada Alana sejak ia masuk ke gerbang sekolah. Tapi tak jarang juga ada yang menatapnya seolah-olah itu kabar Paling panik buruk sedunia. samudra Orang Paling super disipilin bisa berhubungan dengan Alana cewek si murahan Tapi ya sudahlah


Setelah semalam Samudra mengutarakan Perasaannya, Alana belum tenang seolah-olah Perasaan Samudra bisa saja berubah dalam sewaktu sekejap. sepanjang jalan, Perasaannya sudah tak enak, entah hal apa yang akan terjadi nantinya


" Lu tahu nggak, "


" Apaan, "


" Banyak yang bilang Kak samudra jadian sama Alana "


" Yang Bener lu Alana anak kelas 11 itu, "


" iyalah. Orang yang namanya Bulan di sekolah ini cuma satu,"


" Gue jadi mikir, nggak mungkin kak samudra mau gitu aja jadian sama tuh cewek kalua nggak ada maksud apa-apa. Lo tahu kan pada dasarnya semua Cowok sama aja ? Yang ada di otaknya cuma Dada dan ************ doang,"


Lawan bicaranya mengangguk, " Lagian Alana kan udah dikenal jadi cabe di sekolah kita. Orang yang beda sekolah aja udah pada tahu. Gosipnya, setiap yang jadi pacar dia, minimal nggak mungkin ngerasain bibir tuh cewek, "


" ini sih udah Fix Kak Samudra Cuma mau manfaatin tubuh si Alana doang, kasihan juga ya dia" ujarnya


" Di luar sana anak-anak pada ngedoain semoga mereka putus dan gue setuju, "


" Orang baik akan berjodoh sama Orang baik dan Orang bejat ya Know-lah, "


Keduanya tertawa lebar


Kuping Alana Panas mendengar Percakapan cewek tadi. Tangannya mengepal erat. Langkah sedikit saja pasti dia akan memukul orang. Tapi semua yang keduanya bicarakan itu memang kenyataan. Alana memang murahan dan ia baru menyesalinya


" Alana "


Alana menoleh pada orang yang memanggilnya Ternyata orang tersebut adalah Samudra yang tengah berdiri di hadapannya dengan memakai seragam basket Mungkin ia akan latihan basket lagi


" Lo kenapa, ? Samudra menatap Alana dengan raut wajah khawatir


" Gue nggak apa-apa, Lo mau kemana, "


Samudra tersenyum, " Gue latihan, Ternyata minggu depan tesnya bakal dilaksanain Lo mau ke mana,"


Alana mengganguk Paham, " Gue abis dari toilet,"


" Ya udah gue latihan dulu, nanti Pulangnya bareng," Setelah memberikan Senyumannya, Samudra bergegas berjalan menjauhi Alana


sedangkan Alana masih diam di tempat. Pada dasarnya Alana memang tidak pantas bersanding dengan Samudra. Alana berjalan menuju kelasnya


" Lama amat, Boker ya lu ? Celetuk Abi di belakangnya sambil melemparkan Tipe-X di hadapan Alana sampai mengenai jidantnya


" Sakit, Bangsat, !" keluh Alana mengusap jidatnya


" Lo Pikir tadi kagak sakit,"


Alana berjalan berdampingan dengan Samudra. Samudra menggenggam tangan Alana di depan anak-anak sekolahan


" Sam Sumpah, gue malu, " ucap Alana Pelan


Samudra menoleh, " Lo malu jalan sama gue, "


" Gimana Pun elo, gue bakalan tetep Cinta sama Lo jangan dengerin omongan orang lain, " sela Samudra tegas dan sedikit meremas jemari Alana


Setelah Sampai di Pakkiran keduanya masuk ke dalam mobil. tak ada yang memulai Percakapan. Hening


" Alana .. "


" Lo nggak tahu rasanya jadi gue, Samudra," cicit Alana dengan tangan meremas roknya " semua orang nggak suka kita deket, Dan gue sadar diri buat berdampingan sama Lo. Mau gimana pun Lo bilang jangan dengerin omongan orang lain, selagi gue punya telinga dan bisa denger, gue bakalan ngendenger itu semua,"


Samudra diam, membiarkan Alana untuk mengeluarkan semua uneg unegnya


" Gue emang cewek murahan. Gue sering gonta-ganti Cowok Sedangkan elo ? Lo Cowok baik-baik kesannya kayak gue itu beda sama Lo. kita itu kayak bumi sama langit, " Alana menghirup oksigen dalam-dalam sebelum melanjutkan, " Gue baru ngerasain Penyesalan, Tapi mau gimana lagi, gue nggak bisa ngulang masa lalu walaupun gue mau,"


Samudra menggenggam tangan Alana sedangkan yang satunya sibuk dengan kemudi," Please jangan dengerin omongan orang lain Lo kan tahu setiap masalah Pasti akan berlalu ? Gue, yakin di setiap kesedihan bakalan tergantikan sama kebahagiaan, " Balas Samudra, " Tugas Lo Cuma samping gue sampai kapanpun itu, Oke, "


Alana menghela nafas lelah, " Tapi ... "


" Oke, Sayang, " ulang Samudra dengan senyuman manisnya


" Oke, " ujarnya ragu


" Semakin banyak yang nge-judge semakin banyak juga yang iri sama apa yang elo Punya. itu artinya Lo setingkat lebih dari mereka ? Ucap samudra seraya tersenyum


Alana ikut tersenyum mendengarnya, " iya, " kemudian Alana tiba-tiba terdiam lagi, " Sam, Lo nggak manfaatin tubuh gue doang kan ? tanyanya kesal


Alana mendelik kesal, " Siapa yang bilang, "


Alana diam


" kalua gue manfaatin tubuh, Lo dari awal gue ngelakuin itu, Tapi nyatanya nggak, "


Alana masih terdiam


" Baru aja gue bilang jangan dengerin omongan Orang lain, " lanjutnya dengan nada kesal


" Ya udah sih selow aja ngomongnya jangan pakai urat segala, " balas Alana ikut-ikutan kesal.


Sebelah tangan Samudra mengusap wajahnya dengan kasar, " Maaf gue kelepasan Lagian gue kesel orang kalau ngomong nggak Pake otak, "


" Orang ngomong Pake mulutlah, masa Pake otak ? Celetuk Alana


" iyain biar Cepet selesai, "


" Sam, "


Samudra kembali menoleh


" Tapi Lo bener kan nggak manfaatin tubuh gue doang ? Alana hanya memastikan saja, agar ia bisa tenang


" Kurang jelas apa lagi coba ngomong gue ? Gue nggak sedikit Pun Kepikiran ke sana, "


jawaban Samudra barusan, barulah Alana dapat merasa lega. ia berpura-pura tuli dengan Semua yang orang bicarakan selagi ada Samudra di sisinya Alana akan menantang dunia