Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 15 KHAWATIR



ana berjalan tergesa menyusuri koridor rumah sakit. Pikirannya kacau takkala ia mendapatkan telepon dari pihak rumah sakit bahwa samudra mengalami kecelakaan saat berkendara dan di bawah rumah sakiMelati 204, " gumamnya melihat setiap nomor pintu yang tertera di sepanjang koridor rumah sakit,lana menghela nafas lega ketikenemukan ruangan tersebut. Tanpa pikir panjang ia memasukinyantak semua Pandangan yang berada di dalam terfokus pada Alana yang berdiri di ambang pintlana berdiri canggung di tempatnya ia tak menyangka ada orang lain di dalam ruangan samudra kecuali mertua dan samudra sendiri tentu nyaini, Sayang, " ujar Sandra dengan nada lembutnya Alana berjalan dengan ragu mendekati mertuanyaGimana, kejadian Ma, ? tanya AlanaMama juga nggak tahu Pasti Tapi dari para saksi yang lihat Samudra nabrak pembatas jalan, " tutur Sandra " Kamu yang Sabar ya sayang, " ujar Sandra tulus begitu melihat raut kekhawatirannya di mata Alanlana mengangguk, " Terus, sekarang keadaan Samudra gimana, "Kaki kanannya Patah karena kehimpit badan motor, Tangannya keselo sama beberapa goresan luka kecil di wajahnya katanya dokter sejauh ini keadaan samudra nggak terlalu Parah,lana memejamkan kedua matanya membayangkan rasa sakit yang samudra derita karena ingin mengambil Pensil warna untuknya. Gadis itu menoleh, kemudian matanya membulat menatap samudr Samudra, !" seru Alana ketika melihat kedua mata Samudra mengerjaontak semua yang ada di dalam ruangan ikut menoleh pada Samudra. Alana meraih lengan Samudra yang tidak terluka lalu menggenggamnya, " Sam, Lo bangun, hi Samudra mengernyit, berusaha menetralisir cahaya masuk ke dalam retinanya belum lagi seluruh tubuhnya merasakan sakit luar bia" Kamu itu Gimana sih Orang baru sadarrus di Panggilin dokter, bukan malah di gituin, " hardik Oma yang tak suka melihat Alana menyentuh cucu kesayangannyaayang, kamu nggak apa-apa ? tanya Oma pada samudra dengan raut khawatir sambil mengelus lembut rambut Samudramudra tersenyum simpul, sebenarnya ada yang sedang ia Pikirkan, "Nggak papa, Oma ma menghela nafas, " Ya udah kalau gitu Oma Pulang dulu ya, Sayang. Opa kamu katanya mau pulang malam ini, Cepet sembuh ya Besok Oma ke sini lagi, " Ujar Oma dengan tatapan lembutnya pada Samudra namun berubah tajam ketika Alana, Ayo, SandraSayang Mama titip samudra dulu Besok Mama ke sini lagi, " Ujar Sandraiya Ma Mama Pulang aja, istirahat Makasih udah jagain Samudra,"at semua orang telah keluar, Alana menghela nafasnya lega. kini tersisa dirinya dan samudra Gadis itu menatap samudra Penuh ibaok,bisa gini, ? tanya Alana yang sudah sangat penasaran tentang kejadian yang sebenarnyaue lagi naik motor, terus gue nabrak pembatas jalan,Sam, serius Gue khawatir banget tau nggak ? Gue kira Lo itu ke mana, Gue teleponin nggak di angkat gue telepon Abi katanya Lo pulang dari tadi, gue telepon Kak Boby katanya kalian nggak ngumpul, " Sungut Alana kesalue juga nggak tahu gimana kejadiannya tiba-tiba gue Jatoh, semua hening dan saat gue pikir bakal mati gue cuma inget satu orang .... ontak Alana menahan nafasnya


Gue ... inget, Lo Gue inget Kalua Lo belum bisa pernyataan Cinta gue. kalau gue mati, Pasti gue bakal penasaran banget,"benarnya tanpa samudra bertanya Pun. pasti ia sudah tahu jawabannyaam, kaki Lo, " Ujar Alana dengan bibirnya bergetarlana ingat ketika samudra dengaiatnya berlatih basket mati matian tanpa memikirkan bagaimana kondisi tubuhnya dan mengabaikan jadwal makanya yang ia tahu, Samudra sangat terobsesi untuk masuk ke tim basket Nasional. Samudra pun terdiam takkala melihat kakinyaSam, Maafin gue, " lirih Alana menyesalleksi akan di laksanakan tiga hari lagi. sedangkan kondisi samudra sangat tidak memungkinkan untuk seleksi tersebut. itu artinya Alana sudah menghancurkan harapan besar Samudramudra menghela nafas, " Bakset emang mimpi gue dari kecil. Tapi Lo adalah tujuan hidup gue. gue nggak masalah kehilangan satu mimpi selagi gue masih punya tujuan," balas Samudra dengan senyum manisnya. berusaha memenangkan Alana agar tidak merasa terbebani dengan PenyesalannyaSam, gue jahat ya ? Gue tahu ini bakset itu impian Lo sejak dulu. Kalau gue nggak minta ambiliin pensil warna Lo nggak bakal kayak gini, " ujar Alana dengan menunjukkan perasaan bersalahnya


ggak papa, Asalkan gue punya Lo itu udah lebih dari cukup buat gue,"ana menggeleng kuat, " Nggak ! Lo kecewa banget kan sama keadaan Lo sekarang ? iya kanamudra kembali diam, satu tetes cairan ning menetes di kedua pipi Alana, Jujur ia tak pernah merasa bersalah seperti pada siapa puamudra meraih wajah Alana lalu terkekeh Pelan Gue yang Sakit, kenapa elo yang nangis sih lana menghentakkan tangan Samudra di wajahnya, Nggak usah sok tegar, " Alana menghela nafas, " Gue harusnya dibenci, bukan malah kayak gini, Gue ngerasa bersalah banget sam, Please jangan kayak gini Mending Lo marahin gue, " ujar Alana dengan air mata yang terus mengalir derastuk kedua kalinya, Samudra merajah Alana," Jangan nangis gue nggak papa, " ucapnya sambil mengusap air mata di kedua pipi Alano kenapa-napa, Sam. Lo Pasti ngerasa Kecewa banget itu yang Lo omongin ke gue tempo hari ening sesaat di antara keduanya sebelum sebelum Samudra berkata, " Gue emang kecewa banget, " ujarnya dengan pandangan lurus ke depanana yang mendengarnya semakin merasa bersalah dengan Pengakuan Samudra barusanBasket itu impian gue sejak dulu. sebelum gue masuk SMA gue udah prioritasin bakset, gue jadi Ketua OSIS juga karena, basket ? Lo, tahu kan SMA kita dulunya Mandang esklul olahraga nggak seberapa. seenggaknya saat gue jadi ketua OSIS gue bisa buat olahraga jadi lebih dipandang orang banyak,"mudra menghela nafas, " Gue latihan mati-matian karena gue ngerasa mimpi gue sebagai pemain basket nasional dikit lagi bakal terwujud. Dan gue selalu yakin, gue bakal keterima karena usah nggak pernah ngebohongin hasil. kalau Lo tanya gue kecewa apa nggak gue kecewa banget. Gue kecewa pada diri gue sendiri yang selalu ceroboh, " Lalu samudra menatap Alana, " Tapi setelah Lo ada di hidup gue, Gue nggak sekecewa itu, Asal Lo ada di samping gue, gue bakal tetep baik-baik aja,lana Pun menghapus sisa air matanyUdah jangan nangis lagi, nanti Cantik hilang Lo Alana," goda Samudra dengan nada jahilnyaontak aja Alana memeluk tubuh Samudra, " Lo nggak usah khawatir, Gue nggak papa, "