
" ish, nggak di Pegang-pegang dulu, baru tidur, " Ujar Abi menepuk lengan Alana
Alana Cemberut, " iyalah, Pegang doang,"
" Makanya nikah sana, biar Punya anak juga, " seloroh Firdan dengan senyum setan
" iya bener tuh, " Timpal Satya sambil menimpuk kepala Alana dengan Pampers
" Heran gue Udah Punya anak tetep juga bully gue, " Ujar Alana sambil geleng-geleng kepala
" Namanya Siapa Bi, " tanya Samudra sambil menatap lekat wajah sang bayi
Abi mendongak, " Belom dinamain Kak, masih nyari nama yang bagus,"
" Sumanto aja, Bro, bagus, " Ujar Firdan yang seketika langsung di beri jintakan oleh Abi
" Lu Pikir anak gue ini kanibal, " Ujar Abi sewot sedangkan Firdan malah tertawa di tempatnya
Jadi hari ini adalah hari kelahiran anaknya Abi dan Raina. mereka udah menikah 1 tahun yang lalu. Satya-Bella juga sudah menikah 1,5 tahun yang lalu sudah di karuniai satu anak. Gea-Dion juga sudah menikah tepatnya 3 bulan yang lalu tetapi masih belum di karuniai buah hati. selain mereka ingin berduaan Juga karena kerjaan mereka lagi bagus-bagusnya. Lain lagi dengan Firdan belum menikah dia itu masih jomblo ngenes Sampai sekarang alasan sih belum siap untuk menikah siapa yang mau menikah sama Firdan ?
" Eh, nggak boleh emosian Bi nanti anaknya ikutin yang di lakuin Bapaknya," Peringat Dion
Abi mengelus dadanya. Dan berusaha meredam emosinya, " Lo sih bikin kesel aja, "
" Ya elah gue kan Cuma bercanda, "
" Eh, Nih na gue bawain sesuatu buat anak kalian, " Alana menyodorkan bungkusan yang ia bawa
Raina menerimanya, " Makasih, ya Alana,"
Tiba-tiba ada suara Handphone yang bergetar Sontak semua Orang mengecek handphonenya
" Hape gue, " Ujar Samudra sambil mengacungkan handphonenya
" Aku angkat dulu, ya, " Pamit Samudra Pada Alana yang langsung diangguki oleh Alana
" Alana lu Kapan nikah ama Kak Samudra, lama banget sih " tanya Gea
Alana mengangkat bahunya, " Nggak tahu doain aja, "
" Makanya dong gercep Lo berduanya biar gampang dapetin restu, " Ujar Satya
" Ya udah Pokonya doain aja, "
" Reno aja Udah nikah, masa Lo belom sih Alana, " Celetuk Raina
jadi semuanya telah berlalu dan dengan ikhlas Reno melepaskan Alana demi kebahagiaanya tak butuh lama Reno sudah menemukan tambatan hatinya dan memutuskan untuk menikah dengan asisten Pribadinya sendiri. tentunya Alana turut bahagia atas Pernikahannya dengan Reno, mau bagaimana pun Reno adalah salah satu orang yang berperan Penting dalam hidupnya
Alana menghela nafas beratnya,
" Pokoknya doain aja yang terbaik buat gue sama Samudra,"
" Amin ... "
Dion menunjuk sosok di belakang Alana yang tengah berjalan mendekati mereka, sontak Alana menoleh
" Siapa Yang, "
" Klien, "
" Alana kayak kita harus pulang dulu deh soalnya tiba-tiba aku ada rapat mendadak di kantor nggak apa-apa kan kita Pulang dulu, kalau kamu nggak mau nggak apa-apa nanti aku suruh Pak Joko suruh jemput kamu di sini,"
Alana menggelengkan kepalanya,
" Nggak usah deh mereka juga tadi mau Pulang, "
" Beneran, " tanya Samudra
Alana menganggukkan kepalanya, " iya Samudra, "
" Ya udah deh kita Pamit duluan ya, " Pamit Samudra
" Makasih iya Udah dateng, " Ujar Abi yang di Jawab anggukan oleh Alana dan Samudra
Setelah keduanya memasuki mobil lalu Samudra menjalankan mobilnya
" Lucu banget ya, Sam anaknya Abi dan Raina, " Ujar Alana tersenyum dengan tulus
" iya lucu, " sahut Samudra
" kita Kapan ya, " tanya Alana sambil menoleh sekilas Samudra
Samudra menoleh Pada Alana dengan senyuman Paling memenangkan. sebelah lengannya terangkat untuk mengelus sayang rambut Alana,
" Sabar, ya ,"
Alana menganggukkan kepalanya lesu
" Aku yakin kok bentaran lagi juga orang tua kamu bakal nyetujin hubungan kita,"
Lalu terjadi hening beberapa saat
" kalau masih nggak gimana, " tanya Alana tiba-tiba
" aku bakal Tetep berusaha, " jawab Samudra mantap, " kamu juga harus semangat dong, biar aku tetap semangat bikin ortu kamu restuin hubungan kita, "
" SEMANGAT, "
keduanya Pun terkekeh Pelan
Apakah Samudra berhasil mendapatkan restu kedua Orang tuanya Alana Gimana nya Cerita selanjutnya
...••••...
Alana sangat kesal beberapa hari belakangan ini Samudra jadi sangat jarang mengabarinya Feeling wanitanya mengatakan hal yang tidak-tidak, Tapi hatinya berusaha berpikir Positif, Tapi mau Bagaimanapun juga rasa curiga itu tetap ada. siapa sih yang tidak mau dengan Samudra ? selain wajahnya ganteng, dia juga sudah menjadi CEO di usia muda
Sudah beberapa kali juga Alana memergoki beberapa karyawan wanita Samudra yang mencuri Pandang pada Cowok itu. Malahan ada beberapa yang tak segan-segan cari Perhatian Samudra, Samudra sih cuek tapi Alana berapi-api
...Nita...
...Gimana saya bilangnya Bu...
Nita adalah sekretaris Pribadinya Samudra dan bertugas sebagai mata-mata Pribadi Alana.
...Alana...
...Tenang aja Saya nggak akan lapor Bos...
...Nita...
...janji ya Bu...
...Alana...
...Iya udah Cepetan Samudra, kenapa...
...Nita...
...Tadi Saya lihat Pak Samudra berduaan Sama Cewek Cantik di ruangannya, Bu...
...Alana...
...Ya udah, saya mau ke sana...
...Nita...
...Oke Bu Tapi Bu Alana jangan bilang ke Pak Samudra...
...Alana...
...Siap...
Setelah merapikan ruangannya Alana segera keluar dari sana dan melangkah mantap keluar dari rumah sakit
" Alana, "
Panggil seseorang sontak membuat Alana memberhentikan langkah lalu menoleh ke sumber suara
" Kok, buru-buru amat ? tanyanya dengan cengiran seperti biasanya
Alana menggaruk kepalanya, " Nggak Papa Ren,"
Reno Tersenyum, " mau Pulang ? mau gue anterin, "
Alana menggelengkan kepalanya. inilah alasan kenapa Alana selalu merasa tak enak Pada Reno. ia selalu baik kepadanya walau nyatanya Alana telah menggoreskan luka begitu dalam
" Nggak usah Reno aku bawa mobil,"
" Oh, oke, "
" aku duluan ya, " Pamit Alana yang di jawab anggukan dan melambaikan tangan oleh Reno
Alana kembali melangkahkan kakinya menuju, Parkiran. ia membawa mobil hari ini ia lalu masuk ke dalam mobil lalu melaju di tengah ibu kota
" Ah Pakai macet segala lagi, " rutuknya kesal ia lalu merogoh handphonenya yang ada di Sling bag-nya
...Alana...
...Nit. apa Pak Samudra masih ada di kantor...
...Nita...
...Masih Bu, masih sama Cewek yang tadi...
Alana menggeram kesal lalu memukul-mukul kemudian,
" Awas aja kamu sampe ketahuan selingkuh, " Ujarnya berapi-api kemudian
Mungkin menempuh sekitar 30 menitan sampai di kantor Samudra. setelah memarkirkan mobilnya ia melangkah masuk ke dalam Perusahaan dengan langkah kaki di hentak-hentakan. Para karyawan yang tengah menunduk memberi salam hormat, mereka sudah sangat hafal dengan Alana, tentu saja Alana menaiki lift lalu memencet. tombol yang nantinya akan mengantarkannya Pada lantai di mana ruangan Samudra berada
Alana keluar dari sana, ia mendongakkan kepalanya Pada meja sekretaris, Tapi Nita tidak ada di sana, Matanya melotot melihat Samudra yang sudah di dalam masuk lift dengan menggandeng lengan wanita jadi di perusahaan Samudra di sediakan dua lift untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan. Dada Alana makin kembang kempis menyaksikannya dengan segera ia langsung melihat ke lantai beberapa Samudra akan menuju
Setelah tahu, ia buru-buru naik lift yang satunya menekan nomor yang samudra dan Cewek genit itu tuju, selagi menunggu, benaknya bertanya-tanya ngapain Samudra di rooftof jangan-jangan Samudra mau ngelakuin hal yang tidak-tidak dengan cewek itu Nggak bisa di biarin ini ?
Alana keluar dari lift dan masuk ke dalam Pintu yang menghubungkannya dengan Rooftof. Tapi bukannya memergoki Samudra dengan wanita itu, ia malah tak melihat apa-apa Semuanya Hitam, Maklum setelah berkutat dengan dunia kedokteran matanya jadi minus
" Jangan - Jangan tadi Bukan Samudra lagi, "
Alana melangkah mundur dan membalikkan badannya. sesuatu yang tak Pernah ia duga terjadi saja tempat sekitar jadi terang. Banyak lampu-lampu yang dinyalakan. Sontak Alana membalikkan badannya
...Di ujung Cerita ini...
...Di ujung kegelisahanmu...
...Kupandang tajam bola matamu...
...Cantik, dengarkanlah aku...
Alana menutup mulutnya saking tidak Percayanya bukan matanya ikut berkaca-kaca. Di sana ada Samudra yang tengah berdiri di karangan bunga yang berbentuk love dengan sebelah tangannya memegang mikrofon sebagai alat bantunya untuk menyanyi
...Aku tak setampan Don Juan...
...Tak ada yang lebih dari cintaku...
...Tapi saat ini 'ku tak ragu...
...'Ku sungguh memintamu...
Samudra berjalan mendekatinya, Dan setelah dekat Samudra menarik lengan Alana lalu keduanya masuk ke dalam karangan tersebut
...Jadilah pasangan hidupku...
...Jadilah ibu dari anak-anakku...
...Membuka mata dan tertidur di sampingku...
...Aku tak main-main...
...Seperti lelaki yang lain...
...Satu yang kutahu...
...Kuingin melamarmu...
kemudian tiba-tiba saja suara musik yang mengiringi Samudra mati dan suasana hening
" Alana aku memang bukan Cowok romantis jika itu yang kamu mau. Tapi inilah aku. aku mencintai kamu apa adanya. Yang menyayangi kamu dengan sepenuh hidupku. kita di pertemukan tentu saja bukan karena kebetulan. Tapi karena takdir Tuhan. karena mau Bagaimanapun kita berpisah, Tuhan selalu tahu cara agar kita kembali bersama. Entah kenapa aku bisa bertemu denganmu dan entah sejak kapan aku bisa Jatuh Cinta kepadamu. Yang aku tahu, sekarang aku benar-benar nggak bisa lepas dari kamu. seribu wanita yang singgah di hidupku, aku jelas, menolak, karena yang aku mau Cuma kamu. Alana Aurora Larasati, kamu nggak ngejalanin hari-hari indah ini berdua sama aku ? Di mana setiap bangun tidur yang Pertama kamu lihat adalah aku ketika menutup mata Orang yang terakhir kamu lihat juga dan ketika aku Pulang kerja lagi-lagi yang kamu lihat itu adalah aku ?
Tiba-tiba saja Samudra berlutut di hadapan Alana ia merogoh sesuatu di dalam saku jasnya ternyata itu sebuah Cincin, " Alana, Will you marry me ?
Alana tak mampu berkata-kata lagi. Saking senangnya, ia mengeluarkan air matanya Entah sejak kapan Samudra bisa seromantis ini. tapi tiba-tiba Alana teringat dengan restu Orang tua nya
" Tapi Mama aku .. "
Tiba-tiba saja di Pojokan yang tadinya remang-remang berubah menjadi terang, dengan mata kepalanya sendiri, Alana melihat kedua orang tuanya dan Para sahabatnya di sana yang tengah menatapnya dengan hari sesekali sang mama menghapus air mata di sudut matanya dan mengangguk tanda menyetujui ajakan Samudra
Alana kembali menoleh Pada Samudra. ia kemudian mengangguk antusias
" Yes, I Will, " balasnya di sambut dengan Sorak-sorai Para Penonton
Buru-buru Samudra menyematkan cincin Pada jari manis Alana dan langsung memeluk Cewek itu dengan erat,
" Makasih, Makasih sayang " bisiknya di telinga Alana
Samudra mengusap air matanya mengecup kening Alana " I do love you Alana ? bisik Samudra jika ini Sebuah Cerita maka akhir ini adalah akhir terindah yang bisa Alana bayangkan
" I do love you Samudra ? sahutannya membuat Samudra gemas hingga dirinya di Peluk terlalu erat sekarang
Alana Semakin terisak Samudra meraih Pinggangnya Penuh Perlindungan
" Kamu mau kan Temenin aku Sampe Tua nanti sampe Maut memisahkan kita berdua, "
Dengan Tangisan yang membasahi Wajah Alana mengangguk. Tidak ada ia inginkan selain menghabiskan hidupnya bersama Samudra Pria yang ia Cintai
Mau bagaimana Pun keduanya berpisah jodoh tidak akan kemana, Benar kata Afgan, kalau jodoh pasti bertemu, mau 1 tahun lagi 3 tahun lagi atau bahkan, 5 tahun lagi yang namanya jodoh, tidak akan Pernah ke mana iya seperti kisah Cinta Alana dan Samudra ?