Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 19 ANAK BARU



"Perkenalkan nama kamu, " Perintah Pak Beni selaku guru BK Pada sosok anak baru yang ada di sampingnya


" Nama Saya Dion Pindahan dari SMA 2, " Ujarnya


Selagi Para siswa berbisik-bisik mengenai Cowok yang ada di depan, lain dengan Alana,ia menelan ludahnya dengan susah payah. Tentu ia sangat mengenali Cowok yang ada di hadapannya


" Nah, Namanya Dion, " Ujar Pak Beni, " Ya, udah sekarang kamu duduk di kursi yang kosong itu," Pak Beni menunjuk kursi yang ada di belakang yang kosong itu


Dion menatap Pak Beni, " Pak saya boleh sebangku sama Cewek itu nggak ? Dion menunjuk tepat pada Alana. sontak seisi kelas menatapnya


" Dia udah Punya temen sebangku,"


" Oh, " Dion hanya mengangguk. kemudian ia melangkah dan duduk di kursi paling belakang


" Nah kalau begitu, Kalian kenalan secara langsung aja ya, Bapak keluar dulu assalamualaikum,"


" Woy Be ! Ada hubungan apa lu sama Cowok baru itu ? tanya Satya tak sabaran dengan menendang-nendang kursi Alana


" Ish bisa diam nggak Lo, !" seru Alana sewot


" gue kan Cuma Tanya,"


" Gue temen dia ! Ujar seseeorang menginterupsi pembicaraan keduanya. Satya menggaruk tengkuknya salah tingkah Dion menarik kursi kosong dari belakang lalu duduk di samping meja Alana


" Lo bisa nggak sih jauh-jauh dari gue, Pergi sana " Alana menendang nendang kursi Dion


Dion tertawa, membuat seisi kelas Penasaran sedeket apa hubungan mereka


" Lo nggak kangen sama gue, " tanyanya dengan senyum lebar


Alana langsung terdiam


Dion tiba-tiba merangkul bahu Alana, " KARENA HARI INI GUE LAGI SENENG, GUE TRAKTIR KALIAN SEMUA, "


Seisi kelas langsung heboh menanggapi ucapan Dion barusan


" Nggak usah Pegang-pegang !" kontan Alana menghentakkan tangan Dion yang melingkar erat di bahunya


Dion Tersenyum manis, " Lo berubah, "


Alana menatapnya sinis, " Bukan urusan Lo,"


Dion terkekeh, " Gue lebih suka Lo yang sekarang, "


" Alana, ke kantin yuk, " Ujar Abi sambil menarik lengannya. Sontak Alana berdiri


" Sorry, ya ganggu nostalgia kalian berdua Tapi dia udah janji mau traktir gue, " Ujar Abi sambil merangkul bahu Alana.


Dion mendengkus tak suka tapi ia tak bisa melakukan apa-apa ketika dua orang di hadapannya berlalu begitu saja


" Woy, Be, Tungguin gue !" teriak Satria yang berlari dengan Firdan yang mengekor di belakangnya


" Dia siapa Lo sih ?" tanya Satya begitu telah mensejajarkan langkahnya


" Anjir, Lo kenapa ? Ujar Abi heboh


" Gue mau ke UKS izinin gue ke guru ya ? Ujar Alana. " Bye, thanks, " ujarnya berlalu dari hadapan ketiganya


" Alana, kita anter ya ? teriak Firdan khawatir seumur-umur berteman dengan Alana, ia tak Pernah melihat begitu. Alana mengacuhkan jarinya membentuk huruf O Pertanda bahwa ia baik-baik aja


" Udahlah, biarin dia sendiri,"


Alana melangkah menuju ruang UKS. setelah di depan, ia langsung membuka Pintunya. Bagusnya UKS tengah sepi. ia melangkahkan kakinya menuju salah satu brankar di sana lalu membaringkan tubuhnya


" Lo, kenapa ? tanya Samudra ketika melihat wajah Alana yang Pucat


Alana menggeleng, " Gue nggak apa-apa, Cuma nggak enak badan aja,"


" Perasaan tadi Pagi nggak Kenapa kenapa deh," Samudra jadi heran, " Lo udah sarapan, "


Alana menggeleng hingga samudra berdecak, " Ya udah, gue beliin dulu, "


samudra beranjak dari duduknya. Namun Alana menahan lengan Samudra " Nggak usah. Lo temenin gue aja, "


" tapi kalau nggak makan, Lo bakal makin sakit,"


" Nggak papa. Gue nggak laper, gue maunya lo di sini, " ujar Alana kukuh


Samudra menghela nafas sekali lalu kembali duduk


" Lo kenapa sih ? Tadi Satya bilang pas ada murid baru di kelas Lo, Lo tiba-tiba aneh,"


Alana bungkam


" Ya Udah kalau nggak mau Cerita. lain kali aja," lanjut Samudra


Alana mengangguk, " Bukannya kelas Lo lagi ada jadwal ujian matematika, " tanya Alana


Samudra mengangguk Santai


" Terus Lo ngapain ke sini ? Gimana ujiannya,"


" Udahlah nggak Penting, sekarang yang Paling penting itu Lo, " balas Samudra menggenggam erat lengan Alana


" Udah deh Samudra Jangan gombal lagi," Cibir Alana


Samudra Terkekeh, " Nggak mau nih di alay- in sama gue ?


" Mauuu !!!


...•••...


Ketika bel istirahat kedua berdering. Alana memutuskan untuk keluar dari UKS. ia sudah merasa lebih dari sebelumnya. mungkin ia melangkahkan kaki menuju ruang kelasnya


Suasana kelas sepi, hanya beberapa orang saja yang tinggal di sana. Alana tak peduli ia melangkahkan kakinya menuju kursi di tempat duduknya. Dan langsung menelungkupkan kepalanya di atas meja


Bunyi kursi yang di tarik menginterupsi kegiatannya, Alana mendongak dan mendapati Dion tengah duduk di kursi Raina


" Kenapa harus lari ? tanya Dion dengan senyum manisnya


Alana menelan ludahnya dengan susah Payah," Apaan sih jangan Pernah deketin gue lagi, "


" Nggak ngerasa aneh sama yang udah Lo ucapin ke gue barusan, "


" Nggak, "


" Apa harus gue ceritain ulang gimana indahnya masa lalu kita dulu,"


" PERGI LO DARI HADAPAN GUE, SEKARANG " teriak Alana sambil mendorong bahu Dion


Dion menaikkan sebelah sudut bibirnya tangannya menangkap lengan Alana, " Nggak semudah itu Bukannya Lo masih Punya hutang sama gue, ? Nggak mau bayar, " desisnya tajam


Lalu setelahnya, ia meninggalkan Alana yang terdiam membisu