Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 17 Perhatian



Sudah terhitung hari Samudra di rawat di


ngapain Pake kursi roda segala sih Gue itu nggak lumpuh, " protes " Diem coba protes mulu, " AlanaCepetan bay, Kak Surya udah ada di depan katanya," Ujar Satya sambil memegang handpho" Ayo capcuss, " seloroh Abi sambil mendorong Pelan kurstya dan Alana berjalan di belakangnya dengan tangan menjinjing masing-masing et dah, Lu bawah Pakean Kak Samudra buat dirawat, apa mau liburan Banyak banget,"


" tertawa begitu juga Abi dan samudra


" KAK, " teriak Satya di tengah-tengah di keramaian ketika mendapati Surya tengah berdiri dengan mobil di sampingnya di depan pintu utama rumah sakit, " Kagak usah kampungan juga, " Alana menoyor kepala Satya.


" iya, Sat, Lo malu-maluin banget, " Celetuk Abi


" Ya terserah gue dong, kok kalian malah Sewot"


" Kalian jemput Samudra, apa ikut pengajian sih lama amat, " geretu Surya


" Berisik, Bantuin gue berdiri, " ucap Samudra


Dengan sigap Surya membantu samudra berdiri dan memapah samudra untuk masuk ke dalam mobil


" Cepetan masuk ! Mau gue tinggalin, "


...•••...


" Sam, jangan sekolah dulu Entar aja kalau udah baikan," Protes Alana ketika mendapati Samudra tengah bersiap dengaiya, Sat, Lo malu-maluin banget, " Celetuk Abi


" Ya terserah gue dong, kok kalian malah Sewot"


" Kalian jemput Samudra, apa ikut pengajian sih lama amat, " geretu Surya


" Berisik, Bantuin gue berdiri, " ucap Samudra


Dengan sigap Surya membantu samudra berdiri dan memapah samudra untuk masuk ke dalam mobil


" Cepetan masuk ! Mau gue tinggalin, "


•••


" Sam, jangan sekolah dulu Entar aja kalau udah baikan," Protes Alana ketika mendapati Samudra tengah bersiap dengan Seragamnya


" Gue udah enakan, " ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya


" mengalihkan pandangaue udah enakan, " ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya


Alana melangkah mendekati Samudra, " Apa gue juga bolos kali ya ? Bisa jagain Lo "


" Kesenangan di elonya kalua bolos,"


Alana nyengir


Alana melangkah mendekati Samudra, " Apa gue juga bolos kali ya ? Bisa jagain Lo "


" Kesenangan di elonya kalua bolos,"


Alana nyengir


" Entar kalo Oma Lo tahu, Bisa


bisa gue lagi yang kenak semprot"


" Nggak akan, Alana percaya sama gue, "


" Biar gue Izinin Lo aja deh , Gimana, "


Samudra tak menjawab


" Sam, dengerin gue ih, "


Samudra menoleh, " Gue mau sekolah, ngapain juga ke di rumah"


" Yaudah, "


Samudra tak menjawabnya dan sibuk mengancing seragam ia menggapai dasi yang ada di samping tempat ia berdiri, ketika akan mengalungkan dasi pada lehernya dengan cepat benda tersebut di rebut Alana yang mencoba mengalungkan dasi tersebut pada lehernya


Samudra tersenyum, " Makasih ya Muka nya jangan cemberut gitu dong Alana ,"


Alana pura-pura tak mendengarkannya dan malah sibuk membuat simpul pada dasi Samudra. Dengan sengaja Samudra mengalungkan kedua lengannya pada pinggang Alana dan menariknya mendekat


" Diem coba, " Alana mendengkus


" Alana jangan Cemberut lagi dong, "


" Siapa yang Cemberut Udah selesai kan gini Rapi ," Ucap Alana ketika telah selesai menyimpulkan dasi Samudra


" Gue sekolah gini biar bisa jagain Lo Alana, "


" Tapi Sam, kaki Lo itu belum sembuh jalan aja masih susah Bagaimana Lo bisa jagain gue kalua kaki Lo belum sembuh total"


" Kan ada elo Alana kalua Lo ada di samping gue, elo itu obat Penyemangat bagi gue, "


Alana tersenyum, " Udah deh jangan gombal lagi Samudra, "


" Siapa yang gombal, sama istri sendiri, "