
" Belajar, yang bener Jangan Cemburut terus. Gue latihan basket dulu, entar Pulang gue jemput, " ujar Samudra ketika keduanya telah berada di depan tempat kursus masak
" iya, " sahut Alana lesu
" senyum dulu, dong, " samudra mencegah ketika Alana membuka pintu mobil
Alana berdecak, " Udah, ah entar gue telat, "
" gue nggak mau Pergi sebelum Lo senyum, " Ujar Samudra kukuh Alana menghela napas lelah. Namun seperkian detik berikutnya, kedua ujung bibirnya terangkat ke atas
" Yang ikhlas dong, "
" Banyak maunya ya Lo, " sahut Alana Sewot
Samudra nyengir, " Udah sana, keluar nanti telat,"
" Au, ah " Alana membuka Pintu mobil samudra lalu keluar. samudra menurunkan kaca mobilnya, " semangat belajarnya, "
" iya, iya udah sana, katanya mau latihan"
Samudra tersenyum sekali lagi. lalu setelahnya, ia melajukan mobilnya menjauhi Alana
Alana menghela nafas pasrah lalu memasuki tempat kursus tersebut dengan langkah gontai
" Tunjukkan ID-nya Mbak, " ujar si Penjaga dengan ramah
Alana menyodorkan kartunya Si Penjaga itu tersenyum, " silahkan masuk, Mbak kelasnya mau di mulai, "
...•••...
Sudah tak terhitung beberapa kali ia berdecak kesal saat ini. Bagaimana tidak, kelas memasak sudah selesai 35 menit yang lalu, namun samudra belum ada tanda-tanda akan menjemputnya. Alana sudah mengirimkannya Pesan, bahkan meneleponnya tapi tak ada satu pun Pesannya yang di balas atau sekadar mengangkat teleponnya
" Lo ngapain di sini, "
Alana mengalihkan tatapannya dari layar handphonenya, " Eh, elo Ren " Ujar Alana
Reno nyengir, " Lagi apa Lo di sini ? jangan bilang Lo ikut .. "
" iya gue ikut kelas masak. kenapa ? Nggak suka, " sergah Alana cepat
Lansung saja terdengar suara tawa yang membuat Alana bertambah kesal
" Nggak usah ketawa kagak lucu "
" sejak kapan Cewek kayak Lo mau belajar masak ? ledek Reno dengan sisa tawanya
Alana memutar kedua bola matanya jengah, " Ya gini-gini gue Cewek kali. kenapa Lo ketawa kalau gue gali kuburan, baru Lo ketawain, "
" iya, iya sensi amat sih. Btw Lo lagi nunggu siapa, "
" Lagi nunggu temen, "
Reno mengangguk Paham
" Oh iya, Lo juga ngapain di sini, ? tanya Alana
" Nunggu kakak gue. Nih dia, juga sama kayak Lo lagi belajar masak, " tuturnya
Alana mengangguk pertanda mengerti
" Mau gue anterin Pulang, nggak ? tawar Reno
Alana berpikir, menimbang untuk ikut atau tidak
" Reno !
sontak keduanya menoleh Pada sumber suara
" Kagak usah teriak juga, gue nggak budeg, " sahut Reno kesal
Reno berdecak, " Ganggu aja sih Lo, "
" Eh, ini Siapa ? tanya Cewek tersebut saat menyadari kehadiran Alana
" Dia Alana, temen gue, Alana ini kakak gue, namanya Dea,"
Keduanya saling berjabat tangan
" Btw, Lo yang tadi mecahin satu set perlengkapan dapur bukan sih ? tanya Dea sambil memperhatikan Alana dengan serius
Duh, kenapa dia inget sih batin Alana
Alana menyengir, " iya, Kak, "
" Apa, kata gue Cewek kayak Lo kagak Pantes di dapur ? kemudian Riko tertawa
Alana berdecak kesal
" Eh gue lupa bentar lagi Ada janji ayo Ko Cepetan" Dea pun langsung naik ke atas motor Reno
" Dadah Alana ketemu lagi ya, " ujar Dea melambaikan tangan
" iya Kak hati-hati di jalan, "
" Kalua ada waktu LINE gue, " ucap Reno sebelum mengegas motor
Alana menghela nafas lelah. setelah sekian lama samudra belum juga datang menjemputnya, cowok itu mengirimkan pesan Via LINE
...Samudra...
...sorry gue nggak bisa jemput, pelatih gak ngasih jeda waktu istirahat Lo pulang sendiri ya...
ingin sekali Alana berkata kasar ! kenapa Samudra tidak dari tadi sih setidaknya kalau Samudra bilang tidak menjemputnya. ia tak kan membuang waktu 45 menit berharganya. Pada akhirnya, Alana memesan gojek
...•••...
" Gimana belajarnya Lancar kan ? tanya samudra ketika keduanya. tengah duduk santai sambil menikmati acara TV
tiba-tiba Raut wajah Alana berubah masam, " Nggak lancar sama sekali. Masa tadi gue di marahin terus, "
Samudra tertawa, " Tandanya Lo harus lebih belajar lagi, "
" Sam, Udahan ah kursusnya, Gue belajar sama Mama aja kan, lumayan tuh gratis bisa ngehemat duit, "
" Nggak bisa, Gue udah bayar lunas, " balas samudra, " Tadi Lo belajar masak apa ,"
" Masak telor, "
" Terus Lo nggak bisa, "
Alana berdecak, " Gue sih bisa aja. Cuma ya karena banyak orang gue jadi nggak konsen, Ya udah terus telornya gosong, "
Samudra lagi-lagi tersenyum, lalu selanjutnya dapat Alana rasakan elusan di kepalanya, " Nggak apa-apa namanya juga belajar. Tapi janji entar Lo harus bisa,"
" iya, "
" Lagian masa kita selamanya makan harus delivery terus ? kan boros, "
Alana mengangguk dan menyenderkan kepalanya pada bahu Samudra, " Lo tadi gimana latihannya lancar kan "
" Kayak biasanya "
" Semoga Lo lulus seleksi ya, "
" Amin ... "
" ini impian gue dari Dulu untuk masuk ke Tim seleksi Nasional, ini"