
🌙 P L A Y L I S T 🌙

🌙🌙🌙
DI awal tahun baru sebuah perusahaan ternama yang bergerak di bidang perhotelan mengadakan pesta untuk pembukaan hotel kelimanya di Eropa, siapa lagi kalau tidak lain dan tidak bukan Marquez Group.
Cruz menghadiri pesta di sebuah hotel milik ayahnya—Jack Marquez di California. Pesta berlangsung meriah. Jajaran kue dan minuman tersusun rapi di meja berbentuk persegi panjang. Kandelir besar yang mewah tergantung di ballroom.
Semuanya tampak berpasang-pasangan. Ayahnya—Jack Marquez dan ibunya—Crystal yang tengah memberi sambutan untuk para tamu, Charlotte--adiknya dan Blade—kekasihnya. Hanya dia seorang diri, tanpa Ashley Catalina. Rasanya itu sesuatu yang baru tanpa Ashley di sisinya.
Saat pandangannya bertemu dengan Charlotte, si gadis bermata biru itu melempar senyum lebar ke arahnya. Sesaat dia keluar dari obrolannya bersama Balde dan menyusul ke arah Cruz.
“Hai, Cruz. Kau tampak keren dengan suit hitammu.” Charlotte mengerling jenaka. Wanita itu selalu berkomentar berlebih mengenai fashion.
Charlotte sendiri seperti tampak mempertimbangkan busananya malam ini. Butuh waktu hampir tiga jam wanita itu pergi ke salon kecantikan hanya untuk sebuah pesta yang hanya berlangsung satu jam. Gaun turtleneck beludru motif kaca patri warna mustard dan fuschia, membuatnya bak Bella Hadid malam ini.
“Aku tahu.” Seulas senyuman kecil menghias wajah Cruz.
Charlotte mengerucutkan bibirnya. “Oh, ayolah, Brother. Aku berbohong. Kau benar-benar terlihat buruk. Aku turut berduka atas kehilangan Ashley.” Dia memeluk Cruz.
“Lalu, kau ingin aku melakukan apa? Salto di lantai dansa? Atau bernyanyi di atas meja yang tersusun kue?”
Charlotte tertawa keras, sebelum beberapa detik terakhir dia memasang wajah datar. “Kau pikir itu lucu? Tidak sama sekali. Ayolah, Man, kau bisa mencari satu wanita malam ini di pesta ini. Lagi pula aku yakin kau dapat membawa satu untukmu ke ranjang.” Seringai hiu mekar di wajah Charlotte.
Tampak kehilangan reaksinya, Cruz menggeleng. “Sialan, Cherys. Apa yang kau tahu mengenai ranjang, Bocah? Sekarang enyalah dari hadapanku, aku akan meminta Blade mengajarimu caranya berbahasa yang sopan di depan umum.”
“Kau menyebalkan.” Charlotte berdecap. “Namun, aku menyayangimu.” Mengecup pipi sang kakak, Charlotte selanjutnya menemui Blade.
Kesepian kembali mengisi jiwa Cruz. Meskipun di tempat seramai pesta, tetapi jiwanya tidak benar-benar ramai. Sejenak, Cruz tersadar dan bertepuk tangan saat ayahnya menutup sambutan acaranya dan semua tamu memberi tepukan tangan.
Namun, di antara kerumunan tamu pesta, Cruz melihat seorang wanita bersurai hitam menyita perhatiannya. Bukan, bukan karena lekuk tubuh indah yang dimiliki wanita itu, orang rabun mana yang akan berdusta mengatakan itu buruk. Namun, itu bukan alasan mengapa Cruz mengernyitkan keningnya dalam, tetapi kalung zamrud yang melingkar di lehernya. Sebuah dress berwarna perak dengan potongan dada rendah berhasil menonjolkan kalung zamrud-nya.
“Permisi.”
Wanita itu menoleh. Surai hitamnya bergoyang di atas pinggulnya. “Maaf, apa kau memanggilku?”
“Kalungmu sangat indah,” kata Cruz tanpa berniat basa-basi.
“Dari mana kau mendapatkannya? Aku tidak bermaksud lancang, tetapi kalung itu sangat mirip dengan milik kekasihku.”
Alih-alih menjawab, wanita itu tersenyum penuh arti meraih pena dari hand bagnya. Bibirnya tebal dan penuh, tetapi yang menjadi pusat perhatian adalah matanya. Iris hazel-nya seketika mengingatkan Cruz pada Ashley Catalina.
Sangat indah dan sangat meneduhkan.
“Hubungi aku, jika kau ingin tahu.” Wanita bersurai hitam berbalik pergi setelah memberikan nomor ponsel dan namanya di telapak tangan Cruz.
Teka-teki yang bagus, Cruz bergumam menatap punggung wanita itu yang kian menjauh dari pandangannya.
“Kelsey. Kelsey Blossom.” Cruz bermonolog membaca nama wanita itu yang sengaja di tulis di pergelangan tangannya.
Entah apa ini? Namun, sesuatu kemiripan yang sialan membuat Cruz semakin bingung. Kelsey dan Ashley, dua nama yang hampir mirip. Apakah mereka ada hubungannya?
🌙🌙🌙

( Ini Cruz ala Didi, kalau kalian ngebayanginnya siapa cowoknya? )

( Ini Kelsey Blossom )
N O T E
Pertama, Didi banyak berterim kasih sama kalian pembaca Manhattan's Sweetheart. Didi juga minta maaf kalau ceritanya di luar ekspetasi kalian dan mengecewakan. 😇😇😇
Kedua, EXTRA PARTNYA udah, ya, lunas. Nggak nagih lagi kan? 😆 Gantung? Iya, Didi sengaja buat begini. /tawadevil/
Ketiga, buat yang penasaran sama Kelsey Blossom bisa cek di ig Didi @marquezstory karena kelanjutan kisah Kelsey Didi publish di sana nanti kalau nggak hari ini ... ya, hari Minggu.
Keempat, Didi Insya Allah buat cerita Historial Romance. Dipublish pertengah Juli.