
ITU dimulai saat acara pemakaman yang dilingkupi rasa sedih dan duka mendalam, saat kepergian Austin Alexander—seorang pembalap Internasional dinyatakan meninggal dunia tepat dini hari di apartemennya dikarenakan mengonsumsi obat-obatan secara berlebihan. Suasana duka terasa jelas di pemakaman yang hanya dihadiri oleh kerabat dekat dan sahabat mendiang Austin Alexander.
Semua bersedih tanpa terkecuali, apalagi ibu dari Austin yang detik ini menangis tersedu dan meninggalkan bunga mawar di sana. Campuran air mata dan riasan wajah mengalir di pipi Nyonya Sophie—ibu Austin. Beberapa mobil hitam pengantar sudah mulai melaju pergi, tapi wanita itu memilih tinggal.
Cruz Aaron Marquez terdiam lima kaki dari tempat ibu Austin—Nyonya Sophie berdiri bersama anak angkatnya—Grace. Cruz tidak pernah mengerti mengenai wanita dan air mata. Dia terdiam, tidak menangis, tetapi bukan berarti dia tidak sedih ditinggalkan oleh sahabat lamanya itu. Mengayunkan kaki panjangnya dan mendekati Nyonya Sophie, Cruz mengelus lengannya memberi efek penenang yang meski hasilnya tidak dapat mengembalikan Austin untuk hidup kembali dan membuat Nyonya Sophie berhenti menititikan air matanya.
Nyonya Sophie menatap Cruz, mendekat dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang pemuda itu. Dia gemetar dan mencengkeram kedua lengan kuat Cruz, berkata, “Sore hari aku masih menjumpai wajah bahagianya karena memenangkan balapan, itulah terakhir kalinya aku melihatnya bahagia, sebelum aku menemukan ponselnya menyala dan sebuah pesan singkat ‘kita harus mengakhiri hubungan kita. Maafkan aku, tapi aku tidak bisa memaksakan hatiku’ aku berpikir Austin sengaja mengakhiri hidupnya.” Suaranya terdengar serak dan kasar karena terlalu banyak menangis.
Jemari-jemari panjang Cruz merambat ke punggung Nyonya Sophie, mengeratkan pelukannya pada wanita berambut pirang itu. Namun, Nyonya Sophie tidak membutuhkan pelukan, dia mendongak menatap manik Cruz. “Namanya Ashley. Dia telah menghancurkan hidupku dan putraku.”
---
**Terima kasih sudah membaca ceritanya, cerita ini adalah sequel dari Million Dollar, selengkapnya kisah ini akan dijelaskan di buku Million Dollar, so bagi kalian yang penasaran dengan kelanjutan antara Jack dan Crystal bisa beli versi cetaknya. Menurut kalian apakah Jack akan memilih Crystal atau Kristal atau malah wanita lain?
Dan btw, cerita Cruz Aaron ini adalah genre dark romance, kalian akan saya bawa menuju aroma romantis yang merah penuh gairah dan panas. Jadi, jangan lupa baca dan share ke teman-teman kalian, ya.
Ingat! Dukungan kalian sangat berarti bagi saya, jangan jadi SIDER, yups. Jadilah reader yang bermanfaat, hehehe, jangan lupa tambahkan komentar dengan bumbu manis di bawah nanti agar saya semangat untuk update.
Dan, jika kalian penasaran dengan tokoh atau pemeran dalam cerita Manhattan's Sweetheart ini kalian bisa kepoin instagram saya, jangan lupa follow, yups.
Dan lagi, hehehe, cerita ini 100% murni dari imajinasi saya dengan terinspirasi dari cerita-cerita romance lainnya tentu, salah satunya adalah novel terjemahan tapi saya lupa judulnya hehehe, terus selanjutnya saya terinspirasi dari cerita romance ******* juga.
Dilarang keras memplagiat atau mengcopy atau menyalin cerita ini, cerita ini dilindungi Undang-undang mengenai Hak Cipta**.