

🌙🌙🌙
Instagram : itsnotdein
******* : deedein
Email : itsnotdein@gmail.com
🌙Playlist🌙

🌙🌙🌙
Minggu sore Cruz mengajak Ashley ke suatu tempat yang sengaja pria itu rahasiakan. Manhattan memiliki banyak cerita indah di dalamnya, itu murni indah, jalanan tampak ramai dengan berbagai kendaraan dan orang-orang sibuk lainnya. Bukan suatu hal yang baru saat menemukan Cruz menautkan jari-jari mereka menjadi satu. Cruz berhenti setelah setengah jam mengemudi. Mereka duduk mengambil bangku dalam barisan paling belakang.
Kernyitan bingung mengotori wajah Ashley. “Ini tempat apa?”
“Ini tempat pelelangan mobil, Catalina. Dan aku harus mendapatkan Ferrari di depan sana untukmu.” Cruz tersenyum tipis.
Ashley merasakan rasa panas yang menjalar ke pipinya seperti demam tinggi. “Untukku?”
Pria itu mengangguk dan mengedikkan bahunya sebelum tatapannya beralih ke depan. Mobil Ferarri itu ditawar dengan harga USD 495.900. Itu harga fantastis untuk sebuah mobil bekas, bukan?
Ferrari itu bernilai mahal karena sejarahnya menjadi kendaraan pribadi milik Enzo Ferrari, 330 GT 2 + 2 juga semakin memikat hati untuk para pencinta mobil antik.
Keunikannya terletak pada nomor sasisnya dengan angka 4085 yang merupakan kode untuk purwarupa.
Beberapa orang mulai bersahutan dengan nilai dolar yang masing-masing mereka tawarkan untuk memenangkan pelelangan mobil tersebut. Mulai dari USD 500.000 hingga USD 700.000. Kian ricuh ketika Cruz bersuara dengan harga yang tak kalah fantastis.
“Satu juta dolar.” Cruz berdiri dengan jantannya.
Ashley pikir Cruz akan memenangkan pelelangannya, tapi tidak setelah seseorang yang baru saja datang menawar dengan harga di atasnya.
“Satu juta dua ratus dolar.”
Pria itu berkisar umur 40 tahunan. Memiliki tubuh tinggi nan tegap, memakai setelan tiga lapis dengan kumis tebal di bawah hidungnya. Terlihat sekilas itu seperti pejabat negara atau mungkin orang penting lainnya di dunia politik.
Rahang Cruz mengeras, pria itu terlihat tidak suka ketika pria yang baru tiba tadi tersenyum miring ke arahnya dan mengambil duduk berseberangan dengannya. Pria itu tidak sendiri dia membawa wanita di sebelahnya yang Ashley yakini ia cukup familier dengan wanita yang berada di sebelah pria itu.
“Satu juta tiga ratus dolar!” Cruz menyahut mengungguli.
Seluruh wajah pria tadi menyala dengan senyuman. “Satu juta lima ratus dolar.”
“Sialan!” Cruz menggeram rendah. “aku akan mendapatkannya untukmu,” kata Cruz menoleh ke arah Ashley.
Tidak ada orang lain yang berani menawar di atas satu juta selain Cruz dan pria setelan tiga lapis tadi.
“Dua juta dolar,” ucap Cruz final.
Terlihat kebisuan setelah Cruz kembali menawar dengan harga fantastis. Pria setelan tiga lapis tadi juga mulai diam. Apa itu artinya Cruz memenangkan pelelangan ini?
“Dua juta dolar. Ada harga yang lain?” Pembawa acara wanita bersuara dan mengedarkan pandangan ke penjuru arah. “well, jika tidak ada penawar lagi maka mobil ini resmi ditawar dengan harga dua juta—“
“Tunggu, tunggu, Honey. Jangan terburu-buru, aku menawar dua juta lima puluh dolar.” Pria setelan tiga lapis itu ternyata tidak menyerah. Dia berdiri dan tersenyum miring ke arah Cruz.
“Fuck, apa masalahmu, Man?” Mata Cruz sedikit melebar, bulu matanya terangkat dan menatap penuh emosi pada pria setelan tiga lapis tersebut.
“Hai, Ashley.” Rebecca menyapa dan melambaikan tangan.
Cruz menoleh melewati bahu lebarnya. “Kau mengenalnya, Catalina?”
“Dia Rebecca. Dia bekerja pada Madam Ademee dan dia ****** yang menggoda Austin saat kami masih berpacaran.” Ashley menggenggam erat pergelangan tangan Cruz.
Pria dengan kumis melintang di bawah hidungnya maju selangkah. “Aku tahu kau juga tahu, bahwa masing-masing di antara kita bisa mengeluarkan banyak uang untuk pelelangan ini demi kekasih kita masing-masing. Hm, bagaimana jika kita bertaruh dengan bermain domino? Kau setuju?” dia menawarkan dan menarik sebelah alisnya.
Ashley menahan lengan Cruz saat pria itu hendak mengambil langkah maju. “Tidak perlu, Cruz. Kita bisa menyerahkan Ferrari itu padanya.”
“Tidak, Catalina.” Cruz menggeleng pelan. “aku akan memenangkannya untukmu. Percayalah padaku.” Pria itu mengecup kilat bibir Ashley.
“Kau setuju?” Pria setelan tiga lapis itu kembali bertanya.
“Fine!”
Pria tadi memainkan kumisnya. “Sepakat. Sementara aku akan mengambil mobil ini, kau bisa mengambilnya dariku jika kau berhasil memenangkan dominonya.”
🌙🌙🌙
Pertanyaan : Negara mana yang paling ingin kalian kunjungi?