Manhattan'S Sweetheart

Manhattan'S Sweetheart
Say Something




🌙🌙🌙


Please vote, comment, and share


I love vote, but i hate boomvote


Say no To Plagiat


🌙 Playlist 🌙



🌙🌙🌙


Angin dingin berembus ketika Ashley Catalina dibawa dua polisi laki-laki keluar dari rumah Nyonya Sophie. Sebuah sirene ambulans terdengar mengerikan, tetapi keadaan Ashley jauh lebih mengerikan saat dia menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan sang wali kota New York—Dominic Aquest. Tanpa pembela dan saksi, Ashley untuk sementara menjadi tersangka. Polisi membawanya ke dalam mobil dengan kedua tangan diborgol.


Ada rasa sakit yang mengguncang tubuh dan hatinya saat melihat Cruz membopong keluar Grace yang pingsan. Grace adalah satu-satunya saksi yang melihat kejadian malam ini, tetapi karena kondisinya baru keluar dari rumah sakit dia pingsan. Rasa iri juga merambat ke kulit Ashley saat mobil Ferari yang Cruz menangkan waktu itu ditumpangi wanita lain selain dirinya. Banyak orang yang memandangnya benci, tetapi melihat Cruz jauh darinya itu lebih menyakitkan.


Ashley melihat Nyonya Sophie dibawa petugas medis bersama Dominic masuk ke dalam ambulans. Semua orang—tetangga Nyonya Sophie melihat ngeri luka di perut sang wali kota yang terdapat darah di sana. Namun sekali lagi, tatapan Ashley mengarah pada Cruz yang sedang berbicara pada petugas kepolisian mengenai apa yang ia lihat malam ini. Tanpa Cruz, tanpa perlindungan, Ashley sendiri.


Cruz Aaron Marquez seolah jauh tidak tersentuh. Tatapannya pun seolah enggan melihat Ashley. Dia tidak melihat bagaimana Cruz yang dulu yang selalu berada di sisinya, dia dingin dan tajam seperti kaca.


Saat seseorang mengetuk kaca mobil polisi, Ashley dibuat mengernyit.


“Sony?”


“Aku percaya Anda bukan pelakunya, Miss,” kata Sony dan senyuman mekar di wajahnya.


Ashley tersenyum bibirnya melengkung, tetapi tidak mencapai matanya. Ada kekosongan dalam dirinya yang tidak dapat dipahami.


Ashley melirik seseorang petugas kepolisian masuk ke dalam mobil di belakang setir. Dia orang yang sama yang berbicara pada Cruz beberapa menit lalu. Tanpa kata-kata, Cruz memilih pergi membawa Grace menggunakan Ferarrinya. Dia tidak mengucapkan satu kalimat pun pada Ashley. Tidak ada dan dia tidak peduli. Ashley merasa terabaikan saat semua jauh dari jangkauannya.


Selanjutnya, mobil kepolisian yang membawa Ashley itu pergi dari kediaman Nyonya Sophie.


Ashley sendiri tanpa Cruz bersama ketakutan dan kekhawatiran.


🌙🌙🌙


Ashley berada di meja hijau. Seorang hakim berbadan gemuk dengan rambut yang sudah seperti abu mengusap dagunya.


Bersyukur karena Rebecca menyewa pengacara untuknya. Ashley tahu itu tidak gratis. Ia yakin bahwa suatu hari nanti Rebecca akan meminta ganti rugi. Dia—Ashley duduk di kursi paling depan. Senjata api yang digunakan selama pembunuhan membuat Ashley Catalina terancam pidana 10, 20, atau 25 tahun penjara seumur hidup, juga denda $10.000.


Dia menjelaskan kronologi pada malam itu. Dimulai dari Dominic yang datang ke rumahnya pukul 12 tepat dini hari yang datang melalui pintu belakang. Grace melihatnya karena pada jam tersebut dia sedang membuat susu hangat di dapur, sampai akhirnya dia mendengar pembicaraan antara ibu angkatnya—Nyonya Sophie dan Dominic mengenai jual-beli anak yang bermarkas di sebuah kedai pizza terbesar di New York. Dominic dalang pada jual-beli anak kecil, statusnya menjadi wali kota adalah untuk menutupi kedok kejahatannya. Itu berlangsung selama lima tahun.


Sedangkan Nyonya Sophie tergiur dengan nominal dolar yang Dominic tawarkan padanya jika menyerahkan Luna. Namun, sebelum itu terjadi Austin Alexander mengetahuinya dan singkat cerita karena Nyonya Sophie merasakan ancaman dari Austin dia memberikan sianida pada putranya.


Sayang sekali karena Nyonya Sophie tidak dapat dipenjara karena wanita pirang itu mengalami penyakit kepribadian ganda dan gangguan mental. Bukti dikuatkan saat Nyonya Sophie memiliki kutu rambut. Hakim tidak bisa menjatuhkan hukum pada seseorang yang tidak berakal. Lantas, Nyonya Sophie pun di rawat di rumah sakit.


Omong-omong mengenai Dominic, seluruh jajarannya diselidiki karena beberapa orang tiga di antaranya terbukti terlibat dengan adanya kasus jual-beli anak kecil yang diketuai Dominic. Mereka tertangkap, tetapi tidak dengan Dominic. Dia telah tewas pada malam itu juga.


Ashley tidak bersalah. Dia  berusaha menyelamatkan Dominic dan menembak kaki Nyonya Sophie.


“Catatan kejahatan kau bersih. Kau tidak pernah terlibat tindak pidana sebelumnya,” kata hakim tersebut.


Juri memutuskan bahwa apa yang dilakukan Ashley adalah bentuk dari sebuah perlindungan diri karena ancaman dan itu wajar. Alhasil, hakim memutuskan bahwa Ashley tidak dihukum pidana.


Palu diketuk disusul oleh tepukan penonton sidang, termasuk Cruz Aaron Marquez di sana.


Seluruh wajahnya menyala dengan senyuman karena Ashley terbukti tidak bersalah. Dia memeluk Ashley ketika proses sidang selesai.


"Selamat, Ashley. Kau bebas. Ingat ini tidak gratis." Rebecca tertawa saat keluar melewati pintu pengadilan bersama Jonas di belakangnya.


Dengan memutar bola matanya Ashley tersenyum masam. "Aku ingat itu."


“Maafkan aku beranggapan buruk padamu waktu itu, Sweetheart.”


Ashley berlama-lama di pelukan Cruz. Demi Tuhan, ia tidak bisa untuk membenci Cruz apa pun yang telah ia perbuat Ashley begitu menyayangi pria itu seluruh jiwanya.


“Ya, Cruz. Aku mengerti. Tanganku penuh darah, itu wajar jika kau berpikir aku pembunuhnya. Aku senang jika pembunuhnya berhasil terungkap.” Ashley terkekeh. Dia menatap Grace. “Terima kasih berkat kesaksianmu, Grace.”


“Tentu, Ashley. Itu sudah sewajarnya,” jawab Grace dengan selang pernapasan di bawah hidungnya.


Cruz mengangguk dan mengecup puncak kepala Ashley. “Yeah, kenyataan sangat pahit mengetahui Nyonya Sophie terlibat di dalamnya.”


“Itu kabar buruk bagi Grace.” Ashley berkata.


“Grace akan tinggal sendiri. Kurasa ada baiknya jika kita membawanya tinggal bersama kita. Kau setuju?”


🌙🌙🌙


Didi mau ucapin Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri, jangan lupa kirimin Didi THR dan kuenya, ya.^^


Alhamdulillah, nanti malam kita dipertemukan kembali dengan takbir. Duh, suaranya syahdu banget. Ashley dan Cruz update menemani dan menambah kesyahduhan malam takbiran.