Manhattan'S Sweetheart

Manhattan'S Sweetheart
Breakeven



๏ฟผ


๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™


Please vote, comment, and share.


๐ŸŒ™ Playlist๐ŸŒ™


๏ฟผ


๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™


BERITA kaburnya Rebecca dari penjara terdengar di telinga Cruz Aaron Marquez. Pasalnya, Rebecca hanya seorang wanita, pertanyaannya kenapa dengan mudah ia bisa kabur dari jeruji besi yang dingin dan kuat.


Tiba-tiba lamunan mengenai Rebecca lenyap saat sebuah pesan singkat masuk dari ponselnya. Sebuah deretan nomor tidak terkenal menjadi pandangan pertama saat layar di geser.


Kau harus bertindak cepat atau kau yang kena.


Well, pesan itu berisi peringatan bukan ancaman. Kesannya seperti New York akan terkena bom atom yang mengharuskan Cruz Aaron Marquez pergi secepatnya dari New York. Kernyitan mengotori wajahnya yang rupawan, duduk di bar mini miliknya. Menyesap koktail yang terasa panas menjalar di kerongkongannya.


โ€œCruz! Luna akhirnya ketemu.โ€ Ashley memekik muncul dari belakang pria itu.


Cruz hampir saja tersedak koktailnya. โ€œReally?โ€


โ€œYa! Grace menghubungiku.โ€


Mereka melesat secepat kilat membelah jalanan Manhattan dengan kecepatan turbo ala Cruz, mengingat dia mantan pembalap dulunya. Itu bukan masalah besar menyalip satu per satu kendaraan di depan mereka dengan gesit sampai mereka jauh lebih cepat tujuh menit tiba di kediaman Nyonya Sophie.


Petugas patroli, polisi, dan petugas medis juga ikut peran serta mengisi kediaman Nyonya Sophie. Genap lima hari hilangnya Lunaโ€”gadis bermata biru dan berambut pirang kini ditemukan tewas. Gadis malang itu ditemukan tewas di atas ranjangnya sendiri berbalut selimut tebal. Naasnya, tubuhnya terimpit ruang celah ranjang.


Tiga polisi mengamankan tempat terjadinya perkara di mana Luna ditemukan tewas. Memasang garis polisi yang artinya tidak boleh sembarang orang bisa masuk di sana.


Ashley menutup mulutnya ketika petugas medis membawa jasad Luna. โ€œYa Tuhan!โ€


Seorang polisi tinggi berhidung mancung berkata, โ€œNyonya Sophie menghubungi panggilan darurat saat menemukan putrinya tewas terimpit celah pada ranjang.โ€


Grace seseorang yang terakhir kali menemukan Luna hilang dari kamarnya tujuh hari lalu ditemukan sedang menjawab berbagai pertanyaan dari pihak kepolisian.


โ€œSiapa yang pertama kali membuat ide mengatakan barbeque?โ€


Apakah Dominic yang membantu Rebecca kabur?


Namun, kenapa harus kabur, jika Dominic mampu menyewa pengacara mahalnya untuk banding?


โ€œKau baik-baik saja?โ€ tanya Dominic pada Nyonya Sophie yang menangis tersedu di ruang tengah memeluk tubuhnya sendiri. Itu pasti sangat berat baginya kehilangan putri kecilnya setelah putranya juga tewas diracuni.


Setiap hari berganti, kasus-kasus ini bukannya semakin ringan, tetapi semakin berat Cruz pikul.


Jasad Luna telah dipindahkan ke kantung jenazah. Sementara selimut dan pakaian terakhir Luna dijadikan sebagai barang bukti. Tidak ada tanda-tanda Luna terluka di bagian tubuhnya. Petugas medis membawa jasadnya ke ambulans.


โ€œKurasa kita perlu meminta polisi menyelidiki tempat ini,โ€ kata Cruz menatap Nyonya Sophie dengan saksama.


โ€œUntuk kali ini aku setuju denganmu, Cruz.โ€ Dominic mengangguk.


Lima polisi dan Dominic menyebar di ruang lingkup kediaman Nyonya Sophie yang memiliki dua lantai. Masing-masing memiliki empat kamar tidur, dua kamar mandi, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, dan gudang. Cukup aneh menemukan Luna tiba-tiba hilang dan ditemukan di kamarnya sendiri dengan tubuh tertutup selimut tebal, mengingat beberapa hari setelah insiden Nyonya Sophie melakukan pertanyaan dari awak media di atas ranjang tersebut.


Apakah waktu itu Nyonya Sophie menduduki putrinya sendiri?


Jika dipikir-pikir, letak antara rumah Nyonya Sophie dengan jarak rumah tetangga sebelahnya hanya 15 meter. Jika pun, waktu itu Luna diculik seharusnya ada seseorang yang melihatnya dibawa orang mencurigakan atau mendengar teriakannya.


โ€œSetidaknya, aku masih memiliki Grace,โ€ kata Nyonya Sophie tersenyum tipis.


โ€œKami tidak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan.โ€ Dominic tiba setelah 15 menit lamanya memeriksa bagian lantai dua.


Mereka para polisi tidak meneruskan penyelidikannya karena mereka sudah dapat menyimpulkan bahwa tewasnya Luna diakibatkan kecerobohan gadis itu yang tidurnya berlebihan bergerak, jadi tidak ada yang perlu diperiksa lagi.


Apakah tewasnya Luna diakibatkan karena pelaku yang sama dengan tewasnya anak tetangga depan di belakang pagarnya?


Targetnya masih sama, yaitu anak-anak.


๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™


Apa menu sahurmu?๐Ÿ˜†


Maaf baru update, soalnya kemarin2 memorinya penuh jadi harus hapus salah satu aplikasi deh. Ehe, double update, ya. Jangan lupa komen yang banyak biar Didi semangat update. Makasih. ๐Ÿ’–๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡