

🌙🌙🌙
I love vote, but i hate boomvote
Say no to Plagiat
🌙Playlist🌙

🌙🌙🌙
PAGI ini Cruz memutuskan untuk mengunjungi California bersama Ashley. Sementara itu untuk melupakan masalah mengenai kasus-kasus kematian Austin dan sianida. Akhirnya, Ashley Catalina memiliki perjalanan impiannya bersama Cruz menempuh jarak lebih dari 2000 mil bersama pria itu. Sedikit bernostalgia ketika bukit-bukit Hollywood terlihat di balik jendela mobilnya.
Ashley sempat senang ketika Cruz membawanya ke acara keluarga mereka, yakni merayakan hari jadi pernikahan ayah dan ibunya. Wanita berambut brunette itu pun tidak mau direndahkan di sana, setelah sampai di Amerika, bersama Sony dan Cruz mereka membawa Ashley untuk merias diri ke salon sebelum hari itu tiba.
Dibuat terpukau dengan para tamu undangan, Ashley pun hampir tidak berkedip melihat berapa banyak lampu yang keluarga Marquez gunakan di sana. Banyak lampu-lampu bintang mengantung di langit-langit dan ribuan bunga mawar putih yang dirangkai menghias pintu masuk.
“Oh, see! Kau membawa siapa?” pekik Charlotte—adik Cruz ketika melihat Cruz dan Ashley masuk.
Wanita berambut blonde itu terlihat anggun memakai gaun panjang v-neck merah muda.
“Cherys, kaukah itu? Kau lupa? Aku Ashley.” Ashley tertawa pendek ketika melihat perubahan wajah Charlotte.
“Demi Tuhan! Azy! Kau Azy yang suka pergi menonton balapan bersama Cruz dulu? Ya Tuhan, aku hampir melupakanmu.” Charlotte meringis menampilkan sederet gigi putih dan memeluk Ashley.
Sampai percakapan mereka dipotong lebih dulu oleh sebuah suara di atas panggung sana. Jack Marquez dan Crystal Marquez. Kedua pasangan itu terlihat bahagia di depan sana merayakan hari pernikahan mereka.
“Ya Tuhan, aku tidak menyangka 20 tahun lebih aku telah menghabiskan hampir seluruh hidupku bersama istriku.” Jack Marquez tersenyum melirik Crystal. Itu manis dan semua orang saling bertepuk tangan.
Jack menggapai tangan Crystal. Manik matanya bersinar cerah di bawah lampu. “Memiliki dua anak yang kami besarkan bersama itu tidak mudah. Meskipun, kami sering berselisih paham mengenai selera kami, tetapi perceraian bukan pilihan kami.”
“Yes, Daddy. Kami bangga padamu!” Charlotte berteriak dan seketika para tamu menjadi heboh dengan tepuk tangan.
“Aku berterima kasih kepada kalian yang sudah hadir di acara kami. Nikmati pestanya,” kata Jack Marquez pamit undur diri bersama istrinya.
“Wow, Dad. Itu tadi hebat.” Cruz tersenyum miring ke arah ayahnya ketika Jack dan Crystal sudah berada di depan mereka.
“Kau datang, Cruz? Kupikir kau tidak akan datang.” Crystal memeluk putranya.
Dada Cruz bergetar mengeluarkan kekehannya. “Mana mungkin aku tidak hadir, aku juga membawa menantu untuk dikenalkan kepada kalian.” Cruz menarik pinggang Ashley untuk semakin menempel padanya.
Mata abu-abu Jack menyipit mendapati Ashley di sebelah putranya. Sesaat napas yang Ashley hirup terasa berat.
“Perkenalkan namamu, Nak.”
Saraf-saraf Ashley menegang dan menjadi canggung ketika Jack—ayah Cruz menatapnya intens. “Ashley Catalina, Sir.”
“Oh, kau Ashley teman Cruz waktu kecil, jika aku tidak salah mengingat?” tanya Crystal sembari mengingat-ingat pikirannya.
“Uh-hum.” Ashley mengangguk dan tersenyum tipis membenarkan.
Suara halus nan serak menggema di telinga Ashley mendapati Jack Marquez tertawa. Itu mungkin karena melihat wajah Ashley yang kaku karena perkenalan singkat beberapa detik lalu. “Aku merestuimu menjadi bagian dari keluarga Marquez.”
Charlotte memekik girang, “Ashley Marquez. Not bad. Aku akan senang memiliki kakak perempuan.”
Bibir Ashley yang sensual tersenyum tipis, meskipun dalam hati ia menari samba ketika mendapatkan restu dari keluarga Cruz.
🌙🌙🌙
Alhamdulillah, lega rasanya bisa update. Jangan lupa komen yang banyak :*
Kecup basah,
Didi