Love Scenario

Love Scenario
Episode 54



Khiren dan Max berangkat pagi untuk memperkenalkan Khiren sebagai derektur pengganti di perusahaan JRan. Kemanapun Khiren pergi dia selalu jadi pusat perhatian karena parasnya yang cantik dan juga penampilannya yang selalu terlihat elegan dan di tambah dia cukup terkenal dulu. Max mengumpulakan semua karyawan di aula kantor sebelum jam kerja di mulai.


“Perhatian semua!” Ucap Max lantang.


“Saya akan memperkanalkan pada kalian semua Derektur baru yang akan menggantikan Derektur sebelumnya, dia adalah Khiren Ayu Winata. Selama beliau bekerja saya harap tidak ada keributan dan semua harus mengikuti setiap perintahnya! Yang keberatan atau merasa tidak suka di persilahkan untuk mengundurkan diri!”


Semuanya terdiam dan tidak berkuti karena mereka sangat takut pada Max yang terkenal sangat kejam.


“Mohon maaf sebelumnya, mungkin ini terlalu tiba-tiba untuk kalian tapi yang harap kita semua bisa bekerja sama.” Khiren melihat kearah jam dan tersenyum ke semua orang.


“Waktu kerja akan di mulai dalam 15 menit lagi kalau begitu kita akhir sampai di sini!” ucap Max.


Semua orang bubar setelah mendapat arahan dan kembali ke tempat kerja masing masing dan Khiren di pandu Max untuk menuju ke ruangannya.


“Woy woy! Lihat gak sih, Max kok beda banget ke Derektur baru kita? Kalau yang kemaren setelah pidato singkat dia langsung pergi gitu aja dan meminta orang lain untuk memandu Derektur, yakan?”


“Iya iya, dia kayak sangat menghormati Derektur baru kita!”


“Mungkin karena dia cantik?”


“Ah masa iya? Yang kemaren juga cantik kok”


“Tapi tapi yang ini auranya tegas meski dia kelihatan baik dan lembut gitu, yakan?”


“Iya, kayaknya dia lebih baik dari yang kemaren!”


“Hai jangan gosip pagi-pagi!” Seorang wakil menejer datang dan membubarkan mereka.


“Ani, di suruh anter kontrak ke menejer tuan Vano!”


“Apa? Bukannya kita udah di tolak, ya?”


“Katanya Vano ada hubungan sama Derektur baru kita yang sekarang, makanya pas Derektur yang minta langsung, dia langsung setuju.”


“Memang ada berkah ya, kalau jadi cewek cantik!” Ani langsung mengambil kontrak itu dan pergi menemui manager Vano.


“Kamu gila ya? Kita udah janji akan bekerja sama dengan perusahaan lain!”


“Bukannya kita belum menandatangani kontrak?”


“Emang tapi, aku gak enak dengan mereka!”


“Udahlah, aku akan bertanggung jawab lagian kalau soal bayaran perusahaan JRan menawakan angka yang lebih tinggi dari mereka jadi kamu tidak perlu terlalu marah begitu!”


“Ngomong dong kalau bayarannya udah naik, kan aku jadi tenang! Sekarang ayo kita tanda tangan kontrak sebelum dia berubah pikiran.”


“Iya iya tunggu bentar lagi orang dari perusahaan mereka akan datang mengirim kontrak kerja samanya.”


“Loh kok kamu tau? Aku saja belum di kabari”


“Itu karena Derekturnya langsung yang mengatakannya”


“Maksud kamu si rambut pendek itu?”


“Bukanlah, dia Derektur baru JRan. Nih lihat Fotonya!”


Vano menunjukkan fotonya dengan Khiren saat di pesta kemaren malam.


“Dia? Cantik banget udah lama aku gak lihat, katanya dia hilang tiba-tiba dari dunia modeling dan juga perfilman, dan tiba-tiba jadi Derektur perusahan JRan. Ini berita yang amat panas untuk jadi topic utama.”


“Jangan macam-macam ya! Dia itu wanita yang sedang aku kejar jadi kamu jangan janggu dia, paham!”


“Okelah bos! Semangat ya! Soalnya banyak yang bilang dia itu sulit untuk di taklukan!”


“Aku tau itu” Vano tersenyum mengingat wajah Khiren yang begitu cantik saat tersenyum pada dia.


 


bersambung...