Love Scenario

Love Scenario
langit malam



Khiren memandang langit malam yang berhiaskan bintang sembari tersenyum mengingat kejadian konyol yang dia alami untuk pertama kalinya dengan Revan.


"Hemm, terkadang dia terlihat lucu" Khiren terus saja membayangkan wajah Revan yang tertawa bersamanya di taman hiburan.


"Aku bukan tidak suka dia, hanya saja aku tak suka awal hubungan ini. Anda dia datang seperti semua cerita yang pernah aku baca dan bukan dari perjodohan, mungkin kisah kami tidak akan seribet sekarang."


"Cinta, mungkin aku telah jatuh cinta pada dia saat pertama bertemu di rumah sakit. Saat aku tak sengaja menabraknya."


Khiren terus teringat pada kejadiannya beberapa bulan yang lalu, dia sedikit menyesal karena perlakuan yang kasar pada Revan. Dia selalu berpura-pura menjadi jahat, walau terkadang dia tak bisa menahan perasaan yang sebenarnya pada Revan.


"Bertahan sebentar lagi, dan jika kamu tidak pergi maka tak akan ada jalan untuk mu pergi lagi Revan Deandra."


DI RUMAH REVAN


"Kira-kira Khiren sedang apa ya sekarang?" Revan berada di balkot sambil meminum segelas teh yang baru di sedunya.


"Kali ini aku akan membuat dia tidak pergi lagi. Dia terlihat sangat manis saat tersenyum, semoga tidak ada yang mengambil senyumannya diriku"


"Langit malam yang penuh dengan kelap-kelip bintang ini apakah dia juga melihatnya, ya? Suatu hari saat aku memenangkan hatinya, akan aku pastikan kami akan melihat pemandangan yang lebih cantik dari semua ini."


"Apa aku harus mengikuti saran dari Para pangeran itu, ya? Tapi... Ah sudahlah, toh mereka lebih berpengalaman dari aku yang belum pernah pacar, lagi mereka lebih tau soal khiren di banding aku yang belum sampai setahun mengenal dia." Revan meletakan cangkir tehnya, matanya fokus pada cahaya paling terang diantara para bintang.


"Jangan menyerah Revan, sedikit lagi kamu pasti bisa menjadi pemenangnya!!" Dia memberi semangat pada dirinya, lalu pergi ke dalam kamar untuk tidur.


K**eesokan paginya**


"Tentu saja, Khiren masih tidur jam segini. sebaiknya segera datang karena kami akan pergi sekarang dan tidak ada orang yang bersama. Tolong perhatikan khiren ya nak! Saya dan Ayahnya khiren sangat berharap kalian cepat bersama dan memenuhi keinginan kakeknya. Nak, mungkin permintaan Bunda berlebihan tapi tolong jangan menyerah pada khiren meski dia akan terus berusaha agar kamu melepaskannya."


"Iya bun, Revan akan menjaga Khiren dengan baik dan Revan tidak akan pernah menyerah memperjuangkan hati khiren"


"Bagus, bunda cukup lega mendengarnya."


Tak lama setelah itu Revan tiba di rumah Khiren tepat saat orang tua Khiren pergi.


Revan masuk dan melihat khiren di kamar dan benar saja Khiren masih terlelap di kasurnya yang berwarna biru muda.


"Saat tidur pun dia terlihat sangat cantik" Revan mulai mendekat dan dia terus menatap wajah Khiren dengan seksama.


"Bagaimana wajah bak malaikat ini memiliki sifat yang sangat keras?"


Revan, menyentuh wajah Khiren dan mencium kening Khiren dengan pelan.


"Dia benar-benar tidak memiliki kewaspadaan, biarkan dia tidur sebentar lagi saja"


Revan merebahkan tubuhnya di dekat Khiren sambil terus menatap.


"kulit putih yang halus, dengan bulu mata lentik dan bibir tipis berenang pink yang sangat cantik meski tanpa make up. Bagaimana Tuhan menciptakan kamu sebegitu sempurna, apa akan ada yang akan merempasmu dariku lagi? tidak, kali ini tidak akan aku biarkan ada yang merebutmu dariku, kamu hanya akan menjadi Nyonya Revan Deandra saja." tak lama setelah itu Revan pun ikut terlelap di samping Khiren.