
Acara reuni yang di adakan di aula hotel tempat Khiren dan Revan berada membuat mereka tidak terlalu perlu berlari untuk masuk ke acara. Meski hotel itu telah di booking untuk acara reuni, tapi karena Khiren memiliki banyak koneksi hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin untuk dia.
“Khiren! Pas banget kamu ada di sini! Pengisi acara pembuka kita akan telat dan kamu kan memiliki suara emas dan multitaleta jadi tolong kami sekali ini saja! Please, please! Kali ini aja, aku gak mau tim kami jadi hilang muka di depan alumni kita!” Pikan ketua tim acara reuni kali ini terlihat menyedihkan dan benar-benar menunjukkan kalau dia sedang tak berdaya di depan Khiren.
“Ah, baiklah!” Meski kesal Khiren yang tidak tega melihat acara mala mini gagal akhinya mau mengisi acara pembukaan hingga pengisi acaranya datang.
Khiren mengikuti Pikan dan masuk kebelakang panggung untuk bersiap dan meninggalkan Revan begitu saja.
“Kamu duduk di meja depan, ikuti temanku yang akan akan memandu kamu! Tunggu dan jangan lakukan hal yang aneh-aneh selama aku tidak ada!” Pesan dari Khiren yang baru saja masuk ke notifikasi Revan.
“Aku pikir dia benar-benar mengabaikan aku,” Lalu Pikan kembali dan memandu Revan masuk ke dalam kerumunan dan mendapat tempat duduk paling depan.
“Dengar gak, Romeo dan Juliet kita bakalan duet!”
“Maksud kamu Khiren dan si cupu? Emangnya dia juga di undang?”
“Ayolah, meski dia bukan lulusan sekolah kita tapikan dia itu teman kelas kita yang di usir paksa oleh geng Khiren! Dan yang paling mengejutkan adalah dia sekarang bukan lagi anak cupu tapi dua telah berubah menjadi pria tampan yang mempersona, lihat saja nanti! Aku rasa kisah cinta Khiren dan Vano akan segera berlanjut terlebih kini Vano sudah layak untuk Ratu kita Khiren!”
“Betul itu, tadi aku papasan sama Vano dan dia itu super ganteng banget!! Pokoknya kali ini aku akan mendukung mereka!”
“Tanpa memperpanjang kata sambutan mari kita sambut Romeo dan Juliet kita malam ini!” Ucap MC setelah mengucap banyak kata sambutan.
Revan langsung kesal saat Vano menggandeng tangan Khiren saat masuk ke panggung, Mereka terlihat serasi dengan Khiren yang menggunakan Dress merah dan Vano dengan kemeja hitam dan sadi merahnya. Mereka terlihat seperti pasangan terlebih dari berbagai sudut terdengar nama mereka dan kisah cinta mereka terus di perdengarkan. Mereka bernyanyi lagu cinta, menari dan kadang terilhat mereka hampir berciuman dan itu membuat Revan naik pitam. Saat mereka turun panggung Revan langsung bergegas dan menunggu Khiren di ruang Rias yang kebetulan sedang sepi.
Ketika melihat Khiren masuk, Revan berjalan secepat kilat dan menarik Khiren ke dalam ruangan itu, pintu di tutup dengan cepat dan Revan langsung mencium Khiren. Ciuman yang panas itu tak mampu Khiren elakkan dan akhirnya Khiren yang mengikuti arus yang Revan buat, setelah beberap menit akhirnya Revan berhenti dan Khiren mulai bernafas dengan biasa setelah beberapa saat dia sulit bernafas karena Revan tidak memberikan sedikitpun waktu untuk Khiren bernafas dengan tenang.
“Apa yang terjadi? Tidak, lebih tepatnya apa yang kamu dengar?” Tanya Khiren penasaran dengan perubahan emosi Revan tiba-tiba.
“Siapa siapa Vano itu?”
Dari sudut Khiren dia melihat seorang pria yang akan menangis jika Khiren salah berkata sedikit saja dalam menjawab pertanyaannya, Revan sangat terlihat menggemaskan dan itu membuat Khiren tidak bisa marah pada Revan meski sebentar saja.
Bersambung...