Love Scenario

Love Scenario
mengingat kembali



Beberapa hari kemudian Rai datang untuk menjemput Khiren kembali ke rumah mereka yang ada di kota. Kecil. Khiren tidak ingin pergi karena dia ingin menyelidiki kebenaran tentang masalalu dan juga kebenarannya tentang hubungan mereka.


"Hinata, hari ini kita akan pulang ke rumah utama!"


"Apa aku bisa percaya pada pria ini?" Pikir Khiren.


"Kenapa? Kenapa kita harus pulang ke tempat itu? Kenapa tidak di sini saja?" Tanya Khiren.


"Tidak ada alasan khusus hanya aku ingin kita bisa melewati akhir tahun di rumah utama. Apa ada yang salah?"


"Entah, tapi aku ingin tetap di sini!"


"Baiklah kalau kamu suka tempat ini kita akan di sini beberapa hari lagi. Sekarang ayo kita ke luar jalan-jalan."


Akhirnya mereka pergi berdua mengelilingi kota dan berhenti di sebelah hotel ternama dengan pemandangan menara Eiffel yang sangat indah ketika malam hari.


"Kenapa kita ke tempat ini? Kenapa tidak langsung kembali ke rumah saja?"


"Aku terlalu lelah jadi, kita menginap di sini saja."


"Emm"


Ray pergi ke kamar mandi meninggal Khiren yang sedang menikmati pemandangan yang sangat indah.


"Hallo! Kamu di mana??.... Oh, aku di hotel yang sama apa aku bisa tinggal dengan kamu?.... Bukan masalah besar tapi untuk kebaikan bersama aku sebaiknya tinggal dengan kamu. Oke aku akan segera ke sana"


Tiba-tiba Ray keluar dengan hanya memakai handak saja.


"Benar-benar memalukan, bisa-bisanya dia hanya memakai handuk di depan seorang wanita yang belum sah menjadi istrinya." Pikiran Khiren sambil mengalihkan pandangan.


Tidak seperti wanita pada umumnya Khiren sama sekali tidak tertarik pada tubuh seksi milik Ray. Mungkin karena dia dulu sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu terlebih karena dia punya kakak-kakak yang memiliki tubuh lebih seksi dan lebih keren di banding milik Ray.


"Cepat pakek bajumu!" Khiren sedikit kesal.


"Kenapa? Apa aku tidak menarik"


"Ya ya ya kamu cukup menarik jadi sekarang cepat pakek baju!" Khiren melempar baju ke muka Ray dengan penuh emosi.


Khiren pergi karena dia tidak suka mengulang ucapannya. Tapi ray yang tidak tau tentang kebiasaan Khiren malah menghentikan langkah khiren. Dengan gerakan cepat Khiren membanting Ray ke lantai lalu pergi begitu saja.


"Di.. Dia kuat sekali!" Ray hilang kesadaran.


***


Di kamar lain Khiren dan Rere sedang bersiap untuk tidur.


"Re, aku..."


"Kamu kenapa? Cerita aja"


"Apa aku mencintai orang yang aku nikahi itu?"


"Aku gak tau tapi... Kalau lihat sudut pandang aku, kamu gak cinta deh sama dia. Secara logika, gak mungkin kamu suka sama dia soalnya kamu itu bisa di bilang sulit suka sama orang lain, yang aku tau orang yang pernah menaklukkan kamu itu si culun. Aduh aku lupa nama dia tapi dia itu adalah orang yang sangat dekat dengan kamu. Sampai-sampai waktu dia pergi kamu seakan kena pukulan yang sangat besar."


"Apa benar? Kenapa aku tidak ingat sama sekali?".


" Nah, ini yang ingin aku kasih tau ke kamu, kalau sebenarnya kamu itu gak benar-benar kehilangan ingat seperti yang ada di film, tapi kasus kamu ini sedikit sulit karena ingat kamu di kunci oleh seorang ahli hipnotis. Aku gak bisa bantu tapi..."


"Tapi apa?"


"Aku kenal seseorang yang bisa membantu kamu, tapi.... Dia sekarang lagi luar negeri dan mungkin akan kembali beberapa minggu lagi. Jadi, kamu harus tetap di sini sampai dia kembali."


" Aku akan berusaha untuk tetap di sini. Baiklah ayo kita segera tidur karena aku masih miliki agenda lain besok."


***


Keesokan paginya khiren sengaja menghindari r


Ray karena dia masih sedikit marah dengan kejadian kemaren malam.


"Hinata, apa kamu masih marah?"


Khiren hanya melirik dan bergegas pergi, lalu Ray mengejar dia.


"Hinata tunggu! Kumohon jangan begini! Aku berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi! Kumohon maafkan aku!"


"Baiklah, tapi aku mau kita tetap di paris sampai akhir tahun."


"Itu bukan masalah asalkan kamu tidak mendiami aku lagi seperti ini" Lalu Ray menarik Khiren kedalam pelukannya.


Di saat yang bersamaan Revan melihat Khiren berpelukan dengan Ray dan hatinya terasa sangat sakit hingga dia tidak mampu untuk menahan emosinya. Dia tidak bisa memisahkan kedua orang yang sedang berpelukan di hadapannya karena wanita itu bukanlah Khiren tapi Hinata orang yang mirip dengan Khiren.


Dengan penuh emosi dan rasa sakit yang menyiksa diri Revan pergi ke sebuah bar bersama temannya.


Di saat yang sama Khiren di minta pergi ke sebuah bar oleh Rere karena orang yang bisa mengembalikan ingatnya berada di situ.


"Khiren ayo ke sebelum sini!" Rere memandu Khiren ke dalam bar dan melewati orang-orang yang sedang berpesta Pora ke tempat rahasia di dalam bar itu.


"Selamat datang Rere dan nona cantik, Silakan duduk! Saya telah mendengar cerita dari Rere dan saya bersedia membantu tapi kali harus Memenuhi syarat dari saya."


"Iya tenang aja pasti bakalan kami penuhi!"


"Syarat apa?"


"Ntar ajalah bahasnya yang penting sekarang kita kembalikan dulu ingatan kamu."


Mereka memulai proses hipnotis dan satu persatu ingatan yang di kunci terbuka. Khiren merasa sedikit sakit karena ingatannya muncul tiba-tiba.


Beberapa menit kemudian setelah Khiren mulai sadar dari pingsannya.


"Bagaimana perasaan kamu sekarang? Apa yang kamu ingat?"


"Aku ingin semuanya, tapi soal persyaratan yang tadi bagaimana?"


"Dia cuma mau kamu, Dimas dan Aldo ikut dalam video klip yang akan dia rilis beberapa bulan lagi."


"Oh, itu sih gampang."


"Gampang apanya, masalah yang besar itu Dimas pasti bakalan nolak."


"Kamu gak tau kekuatan cinta seorang kakak. Dia pasti mau! Aku jamin deh!"


"Oke, saya percaya dengan kalian jadi setelah tahun baru kita akan mulai membuat video klipnya jadi, jangan kecewakan saya." Ucap pria itu.


"Tenang, kami tidak akan mengingkari janji. Sekarang ayo kita punya."


Saat pulang Khiren melihat seorang pria yang ia kenal sedang meminum alkohol dengan beberapa pria lainnya.


"Bukannya itu Revan?" Khiren menghampiri pria itu dan ternyata benar pria yang mabuk itu adalah Revan.


"Revan! Bangun!" khiren terus menampar pipi Revan dengan keras agar dia terbangun.


Revan tidak merespon dan akhirnya khiren meminta Rere memanggil seseorang yang bisa membantu membawa Revan ke hotel terdekat.


Bersambung.....