
"kenapa aku bisa berakhir di sini? Menyebalkan!"
"sayang, aku sudah membeli tiket. ayoo kita masuk!" Revan datang dengan dua tiket masuk taman hiburan di tangannya.
#beberapa menit sebelum nya.
bunda meminta Revan datang untuk menghibur khiren yang masih kesal dengan keputusan keluarganya untuk meninggalkan pekerjaan nya sebelumnya.
"Nak, ini kunci kamar khiren. kalau dia bertanya bilang saja kalau ayahnya pergi dan kamu membujuk bunda untuk memberikan kunci kamar nya pada kamu ya!"
"siap bun! Revan langsung ke atas ya bun." Revan segera pergi ke kamar khiren.
#klek!
pintu terbuka dan Revan melihat khiren tertidur di siang hari, dia terlihat lesu tidak seperti khiren yang dulu dia lihat saat mereka pertama bertemu. Khiren kehilangan semangat hidup karena di kurung di kamar dan dia tidak bisa lagi menulis lagi.
"apa yang harus aku lakukan agar dia semangat lagi?" Revan sedih melihat khiren yang lemah dan murung seperti itu.
"apa sebaiknya aku bawa dia ke taman bermain saja? betul itu ide yang bagus dan dia pasti akan semangat lagi"
Revan berjalan dan duduk di kasur sambil memainkan rambut Khiren.
"Hai! berhenti! pergi sana! biar aku sendiri! "
"berhenti tidur dan ayo kita pergi!"
"pergi? apa kau gila? Ayah akan marah kalau aku tidak di kamar! eh, tunggu dulu. kok kamu bisa di sini? masuk lewat mana? "
"lewat pintu lah! aku dapat kunci dari Bunda. Ayah gak di rumah dan mungkin malam baru pulang, jadi kita punya banyak waktu buat jalan-jalan. ayo bersiap-siap!"
"oke, tunggu!" khiren mulai membongkar lemari dan memilih beberapa baju dan segera masuk ke kamar mandi.
beberapa menit kemudian, khiren keluar dengan baju warna merah muda dan celana pendeknya. Dia berdandan beberapa menit dan mereka akhirnya pergi ke taman hiburan.
"tunggu di sini biar aku beli tiket dulu."
Revan segera pergi agar dia tidak membuat khiren menunggu lama.
"kenapa aku bisa berakhir di sini? Menyebalkan!"
"sayang, aku sudah membeli tiket. ayoo kita masuk!" Revan datang dengan dua tiket masuk taman hiburan di tangannya.
"iya"
Khiren berjalan cukup santai membuat Revan geram dan akhirnya Revan menarik tangan khiren dengan wajahnya yang ceria.
"apaan sih! lepas!" khiren menipis tangan Revan dengan kasar.
"maaf aku terlalu bahagia karena bisa kencan dengan kamu untuk pertama kalinya."
Tiba-tiba ada orang yang menabrak khiren dan akhirnya dia terjatuh di atas tubuh mereka hingga keduanya jatuh dan bibir mereka tak sengaja saling bersentuhan, Revan terlalu terbawa suasana hingga berlanjut pada ciuman yang mendalam. khiren yang juga menikmati hampir lupa kalau banyak mata yang memandang mereka.
khiren mendorong Revan dan segera bangun. "cepat bangun, jangan buat aku malu!" khiren membantu Revan berdiri dan mereka langsung pergi dari kerumunan.
wajah khiren merah padam dan dia menghindari tatapan Revan.
"ayo kita naik itu!"
"tidak, aku ingin masuk rumah hantu!"
"baiklah, apapun untuk tuan putri" Revan menggandeng tangan khiren dan masuk ke rumah hantu.
tempat itu begitu gelap, mereka terus berjalan hingga tiba-tiba muncul beberapa hantu tapi keduanya tidak takut sama sekali. meskipun begitu tanpa sadar mereka bergandengan hingga keluar rumah.
mereka saling menatap lalu tertawa bersama padahal tidak ada yang lucu. mereka terus bergandengan hingga pulang waktu pulang.
bersambung......