Love Scenario

Love Scenario
Bab 23: Jangan Menghindariku, Aku Tidak Menyukainya!



Seperti yang telah diperkirakan oleh Ling Tian sebelumnya, Shen Shen benar-benar menghindarinya selama hampir dua minggu ini. Hal ini tentu saja membuat sutradara muda itu frustasi dari waktu ke waktu. Xiao Shen Shen selalu mengurung dirinya di dalam apartemen dan tidak pernah keluar sekalipun, seolah tidak memberikan kesempatan pada Ling Tian untuk bertemu dengannya.


Ling Tian mengerutkan alisnya untuk yang kesekian kalinya, suasana di lokasi shooting terasa sangat dingin dan menegangkan. Adalah sebuah rahasia umum bahwa Sutradara Fu memiliki cara yang berbeda dan cukup keras saat proses pembuatan drama sedang berlangsung. Dia menjadi orang yang cukup tajam dan sulit jika berkaitan dengan drama yang tengah diproduksinya.


Itu karena Fu Ling Tian tidak menyukai sekecil apa pun hasil yang tidak memuaskan dari para crew maupun para pemeran. Karena kinerjanya itulah yang membuat dramanya selalu berada di puncak kepopuleran setiap tahunnya. Namun, entah kenapa suasana kali ini jauh lebih buruk dari biasanya. Ling Tian terlihat tidak puas sama sekali dengan hasil pengambilan adegan hari ini.


"Cut!" Ling Tian berteriak dengan keras melalui pengeras suara, sekilas sorot matanya berkilat dingin.


"Aktris Guan Shu Ying, anda sekarang adalah Chu Wan'er yang jatuh cinta dengan musuh anda sendiri, Jiang Chen. Tapi, saya tidak dapat menemukan tatapan penuh cinta anda untuk Jiang Chen! Ini sudah berkali-kali dan saya ingin anda mengulangi adegan ini lagi! Saya harap anda tidak mengecewakan di pengulangan kali ini!"


Ucapan pedas dari Ling Tian membuat sebagian crew dan pemeran lain meringis ngeri. Dibalik ketampanan dan kesopanan yang dimiliki oleh Sutradara Fu, dia adalah orang yang sangat tegas saat bekerja. Bahkan sahabat terdekatnya sendiri, Produser Muda Luo Jing Shi juga bergidik merasakan aura Ling Tian yang gelap dan dingin.


"Maafkan saya, saya akan berusaha lebih keras lagi kali ini." Shu Ying membungkukkan badannya dan meminta maaf karena bersikap tidak profesional.


"Mari kita ulangi lagi!" Ling Tian kembali berteriak menggunakan pengeras suara dan dengan cepat para crew bersiap-siap untuk melakukan pengambilan adegan, merasa takut akan ditegur oleh Ling Tian karena lambat dalam bekerja.


Beberapa jam berlalu dan shooting untuk hari ini telah selesai, Ling Tian mendudukkan tubuhnya di dalam ruangan khusus yang biasanya dia dan Jing Shi gunakan untuk beristirahat. Ling Tian memejamkan kedua matanya lelah, perasaan kacau terus menyelimuti hatinya sejak berhari-hari lamanya. Xiao Shen Shen sama sekali tidak membalas pesan WeChat-nya, gadis cantik itu seperti hilang begitu saja seolah dia tidak pernah ada.


Jing Shi yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu menghela napas saat melihat kondisi sahabatnya yang terlihat tidak baik. Produser muda itu berjalan pelan menuju Ling Tian sembari membawa dua cup kopi dingin untuk keduanya.


"Sutradara Fu, kamu terlihat sangat mengerikan sekarang." ucap Jing Shi sambil mengulurkan satu cup kopi dingin yang ada di tangan kanannya pada Ling Tian.


Ling Tian menerima kopi tersebut dengan lesu. Tanpa menatap ke arah Jing Shi, Ling Tian berkata dengan pelan, "Diamlah, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu sekarang."


"Biar aku tebak, kamu seperti ini pasti karena gadis itu." Jing Shi mendudukkan dirinya di sebelah Ling Tian, menghela napas panjang.


Ling Tian terdiam tanpa mendengarkan ucapan Jing Shi, diminumnya kopi yang ada di tangannya itu dengan pelan. Di dalam kepalanya, Ling Tian terus memikirkan cara untuk bertemu dengan Shen Shen. Sejak gadis itu menghindarinya, Ling Tian tahu bahwa dia merindukannya. Ling Tian sangat mengerti jika dia benar-benar merindukan Xiao Shen Shen hingga berada di titik di mana dia hampir menjadi orang yang berbeda dari biasanya.


"Tidak, bukan apa-apa. Jing Shi, pekerjaanku sudah selesai, jadi aku akan pulang sekarang." Ling Tian bangkit dari duduknya dan dengan cepat berjalan keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Jing Shi yang masih duduk sembari terdiam menatap kepergiannya.


..............................


Xiao Shen Shen meregangkan kedua tangannya yang terasa pegal, sudah cukup lama sejak dia tidak keluar dari apartemennya. Selama itu juga persediaan makanan miliknya juga mulai menipis, Shen Shen juga merindukan udara malam di luar gedung apartemen yang biasa dia rasakan ketika sedang berjalan santai menuju supermarket untuk berbelanja.


Shen Shen melirik jam yang ada di atas meja, sekarang pukul sembilan malam, sepertinya belum terlalu malam untuk pergi ke supermarket. Tapi, mengingat bahwa dia sedang menghindari Ling Tian, Shen Shen menjadi ragu untuk keluar dari unit apartemennya. Bagaimana jika tiba-tiba Ling Tian muncul dan pulang lebih cepat dari biasanya?


Akhir-akhir ini Ling Tian memang pulang larut malam atau bahkan menjelang pagi hari, itu bisa Shen Shen perkirakan karena keadaan unit apartemen tetangganya itu terasa kosong dan sepi dalam waktu yang lama. Mungkin karena drama baru yang sedang dia produksi membuat Ling Tian tidak memiliki cukup banyak waktu senggang untuk sekedar pulang dan beristirahat.


Dari berita yang dia dapatkan di Weibo, Aktris Guan Shu Ying akan berpartisipasi dalam drama baru yang dibuat oleh Sutradara Fu Ling Tian. Itu artinya Xiao Shen Shen tidak perlu mengkhawatirkan pria tampan itu karena kekasihnya pasti akan menjaganya di lokasi shooting. Menghembuskan napas berat, Shen Shen memang tidak memiliki pilihan selain keluar untuk berbelanja barang daruratnya yang memang sudah habis.


Gadis itu berpikir akan berbelanja secepatnya dan masuk kembali ke dalam unit apartemennya sebelum Ling Tian pulang dan menyadari bahwa dia telah keluar dari apartemen. Mengambil ponsel dan dompetnya, Xiao Shen Shen keluar dari apartemennya dengan kaos, jaket dan sebuah celana training santai yang terlihat sederhana, bahkan rambutnya hanya dikuncir dengan asal tanpa tambahan aksesoris apa pun.


Sembari menunggu pintu lift terbuka, Shen Shen menatap layar ponselnya yang menunjukkan banyak notifikasi WeChat dan beberapa aplikasi lainnya. Di antara semua itu, nama Fu Ling Tian menyita perhatiannya tanpa dia sadari. Menggelengkan kepalanya pelan, Shen Shen berusaha menyadarkan dirinya sendiri. Ketika akan mematikan ponselnya, lift berbunyi dengan pintu yang mulai terbuka perlahan.


Ketika akan masuk ke dalamnya, tubuh Xiao Shen Shen membeku. Di dalam lift tersebut berdiri Fu Ling Tian yang juga menatap ke arah Shen Shen dengan raut wajah yang terkejut. Menyadari pertemuan keduanya yang tidak disengaja, Shen Shen dengan cepat berbalik dan berniat berlari kembali ke apartemennya. Ling Tian yang menyadari bahwa Shen Shen akan kembali masuk ke dalam apartemennya dengan segera keluar dari lift dan berlari menyusul Shen Shen yang tidak jauh di depannya.


Grep!


Langkah Shen Shen terhenti begitu Ling Tian menariknya dan dengan cepat memeluk tubuh kecil Shen Shen dari belakang. Shen Shen tanpa sadar menahan napasnya dengan tubuh yang terdiam menegang, suara napas Ling Tian yang sedikit memburu terdengar jelas di samping telinganya. Bahkan punggung Shen Shen dapat merasakan dengan jelas betapa kokohnya dada bidang milik Ling Tian, pria tampan itu menyandarkan kepalanya pada bahu kecil Shen Shen.


"Xiao Shen Shen, tolong ... tolong jangan menghindariku, aku tidak menyukainya!" ucap Ling Tian tepat di samping telinga Shen Shen dengan suara yang parau.