Love Scenario

Love Scenario
pengamat



"Hallo! Gawat, Khiren di bawa pulang ke Jepang oleh pengawal ayahnya!" Terdengar suara wanita yang begitu panik.


"Bukannya itu bagus!" Jawab acuh Farhan.


"Kamu gila, ya Far? Khiren di bawa paksa! Tadinya aku pikir juga gak masalah, toh khiren cuma di bawa pulang aja. Tapi kenyataannya Khiren di penjarakan di rumah dan yang lebih parah semua aku sosial media Khiren hilang dan juga termasuk akun youtubenya!"


"Serius? Oke, biar aku dan yang lain mencari jalan keluarnya nanti! Sekarang sebaiknya kamu tidak ikut campur karena ini akan sangat berpengaruh pada keluarga"


"Maksudnya apa?"


"Ayah Khiren bukan orang biasa dan dia bisa saja menghancurkan bisnis dan keluarga orang yang ingin ikut campur dengan urusan keluarga dia."


"Lalu bagaimana dengan kalian? Bagaimana dengan keluarga kamu? Apa kamu akan tetap ikut campur dalam urusan keluarga mereka walaupun tau akibatnya?"


"Jangan terlalu khawatir pada aku yang gak ada hubungannya dengan kamu lagi! Lagian aku juga adalah bagian dari keluarga Khiren kok. Kami semua adalah anak angkat Bunda, jadi sebaiknya khawatirkan saja dirimu." Farhan mematikan handphone dan kembali lagi ke ruang karaoke.


Farhan berbisik ke telinga Dimas dan Dimas tertawa terbahak-bahak.


"Lok kok lo ketawa sih, Dim? Gue lagi serius nih!" Farhan kesal dan berteriak karena melihat reaksi Dimas yang tertawa saat dia sedang bicara serius.


"Sorry, sorry deh! Habisnya kamu bicara kok bisik-bisik di telinga aku, kamu taukan dari kecil bagian sensitif aku tu di telinga dasar resek! Kamu mau ngomongkan?" Dimas berdiri dan sambungan listrik ke di dekat TV dan semua berhenti bernyanyi.


"Loh kok di matiin sih Dim?" Aldi yang lagi asik joget merasa terganggu karena musik mati.


"Nih, si farhan mau ngomong! Ngomong aja Far!"


"Lo mau ngomong... apa Far?" Morlin masih saja asik memakan kacang sambil bicara.


"Gue mau kasih tau keliatan semua kalau Khiren di bawa pulang ke Jepang sama 5 genderuwo!"


"Lo serius far? Genderuwo beneran?"


"Maksudnya tu pengawal pribadi Ayah si Khiren yang kejam banget, itu loh!"


"Kepo banget sih lo Lex?! Pulang sana! Kami mau musyawarah keluarga!" Ucap Farhan kesal pada Alex yang terlalu kepo dengan hal yang bukan urusannya.


"Tadi di ajak karokean, sekarang di suruh pulang, gimana sih kalian?!"


"Siapa yang ajak lo karokean? Gue ajak lo ke sini suruh benerin TV aja tadi! Uang udah gue tranfer, gis sana jalan sama cewek lo! Gue baru di kirim pesan kalau dia nunggu lo di taman kalau lo gak datang dia bakalan ke sini dan bakar ni rumah!"


"Wih sedis banget aceman tu cewek!"


"Sorry, sorry gue lupa punya janji sama pacar, yaudah gue balik ya!"


"Iya udah sana, balik!" Ryo menutup pintu.


"Terus kelanjutannya gimana?"


"Gak taulah, mending tanya ke bunda aja!"


"Gak ah, ini masalahnya pasti udah besar benget! Kalau gak, gak mungkin dong Ayah turun tangan langsung!"


"Benar kata Aldo! Tuan besar itu biasanya tidak pernah ikut campur dengan masalah putrinya kalau bunda yang maju, tapi kali ini udah beda! Apa jangan-jangan Paman tidak ingin Khiren berhubungan dengan Revan lagi? "


"Belum tentu" Dimas berpendapat berbeda dengan Ryo.


"Morlin, gimana pendapat kamu?"


"Kalau kalian gak mau game over sebelum di mulai lebih baik jadi pengamat yang bijak aja deh!"


"Hemm! Yaudah kita lihat aja perkembangannya dalam beberapa hari lagi!"


Akhirnya mereka tidak melakukan tindakan apapun, melainkan diam dan menjadi pengamatan dalam permainan drama keluarga yang masih tidak jelas arahnya.


Bersambung.