
Pagi ini Shen Shen bersiap dengan wajah yang terlihat senang, itu karena hari ulang tahun Cheng Yu jatuh pada tanggal 23 April, yaitu hari ini. Setelah dia dengan sabar menunggu pukul dua belas malam tepat sejak kemarin untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada Cheng Yu, di pagi hari yang cerah dengan matahari yang bersinar terang dan awan-awan tipis yang bergerak dengan perlahan, Shen Shen berniat untuk pergi ke mansion utama keluarga Li.
Rencananya, perayaan ulang tahun Cheng Yu akan digelar secara besar-besaran di malam harinya yang bertempat di sebuah hotel mewah bintang lima yang berada di pusat kota Beijing. Sedangkan untuk pagi dan siang harinya Cheng Yu akan merayakan ulang tahunnya bersama para keluarga dan orang-orang terdekat di dalam mansion utama keluarga Li.
Tentu saja, sebagai seseorang yang sudah dianggap sebagai keluarga, Shen Shen diminta untuk ikut ke dalam dua perayaan sekaligus. Selain dari permintaan Cheng Yu sendiri, kakek dan nenek Li turut serta meminta Shen Shen untuk datang sekaligus bertemu dengan mereka yang berkata merindukan cucu perempuannya. Oleh karena itu, Xiao Shen Shen tidak mungkin menolak untuk datang saat semua anggota keluarga Li begitu menginginkan keberadaannya di sana.
Menatap penampilannya yang rapi dan cantik, Shen Shen mengambil beberapa barangnya dan membawa sebuah kotak berisi hadiah untuk Cheng Yu kemudian memakai high heelsnya sebelum dia keluar dari apartemennya. Tak membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk Shen Shen sampai di basement yang berada di lantai bawah, Shen Shen masuk ke dalam mobil merahnya dan menaruh hadiah tersebut tepat di bangku sampingnya lalu menyalakan mesin mobil tersebut.
Ingatan-ingatan Shen Shen kembali berputar saat dia dan Cheng Yu masih kecil, mereka berdua bermain dan banyak menghabiskan waktu bersama bahkan sebelum adik Cheng Yu lahir. Xiao Shen Shen hanya merasa sedikit tak percaya, gege kecilnya itu kini telah memasuki umur 28 tahun hari ini. Meski begitu, perlakuan Cheng Yu yang masih sehangat dulu membuat Shen Shen selalu yakin bahwa gege kecilnya itu tidak pernah berubah sama sekali.
Memasuki halaman mansion keluarga Li yang luas, Shen Shen dengan cepat memarkirkan mobil kesayangannya itu sebelum keluar sembari memakai tasnya dan membawa hadiah yang telah dia siapkan sebelumnya. Ruangan utama mansion Li terlihat sangat ramai, sepertinya beberapa sepupu dan kerabat Cheng Yu datang untuk ikut merayakan ulang tahun pria tampan itu bersama.
"Shen Shen Jiejie!" Li Su Yi yang melihat kedatangan Shen Shen dengan cepat memanggil gadis yang telah dia anggap sebagai kakak perempuannya itu dengan keras.
Suara Su Yi yang keras membuat semua orang menoleh ke arah Shen Shen, Cheng Yu yang melihat kedatangan Shen Shen dengan cepat berlari ke arah gadis bermata hitam itu dengan mata yang berbinar senang.
"Xiao Shen, kamu datang!" seru Cheng Yi dengan nada yang hangat.
Xiao Shen Shen tersenyum, melihat suasana yang bahagia raut wajahnya terlihat menghangat dari waktu ke waktu.
"Yu Ge, selamat ulang tahun!" ucap Shen Shen sembari menyodorkan hadiah yang sedari tadi dia bawa.
Mengambil hadiah dengan lembut, Cheng Yu tersenyum lebar, kedua matanya berkilat senang. "Xie xie, Xiao Shen. Ayo, semua orang sudah menunggumu sejak tadi!"
Shen Shen berjalan berdampingan dengan Cheng Yu menuju ke arah kerumunan ramai di tengah ruangan utama mansion Li, semua orang memandangnya, berpikir dalam hati mereka bahwa Shen Shen sudah pasti adalah calon nyonya rumah keluarga Li selanjutnya. Melihat semua pandangan lekat mereka, Shen Shen dalam hati merasa malu yang luar biasa. Meskipun latar belakang keluarga Li sama dengan keluarga Xiao, yang artinya hal-hal seperti pesta besar ataupun perjamuan sering dilakukan, dia tetap merasa tidak terbiasa.
"Shen'er!" Li Huo Chen berteriak dengan senyum yang lebar, wajah pria paruh baya itu terlihat begitu hangat dan bahagia.
"Ah, paman! Aku merindukanmu!" Xiao Shen Shen dengan cepat mendekat ke arah Huo Chen dan memeluknya seperti seorang putri pada ayahnya.
Huo Chen terkekeh senang, pria yang kini tidak lagi muda itu menatap Shen Shen dengan penuh kasih sayang. "Shen'er kami yang cantik! Lihat bibimu telah menyiapkan beberapa makanan kesukaanmu saat kami tahu kamu datang ke sini!"
Melihat suasana keluarga Li yang begitu harmonis, Shen Shen teringat dengan keluarga Xiao di masa lalu. Saat kedua orang tuanya masih hidup, Shen Shen dan seluruh keluarganya merayakan hari ulang tahun gadis bermata hitam itu dengan suasana hang sama seperti hari ini.
"Nah! Nah! Jangan hanya berdiri seperti itu ... ayo! Ayo! Duduklah Shen'er!" Nenek Li dengan cepat memanggil Shen Shen untuk bergabung bersama anggota keluarga Li yang lain membuat Xiao Shen Shen mengedipkan matanya yang hampir berkaca-kaca beberapa kali dengan cepat.
.
.
Memasuki siang harinya, Shen Shen mendudukkan dirinya di dalam sebuah gazebo yang berada di halaman belakang sendirian. Ibu dan nenek Cheng Yu memang tidak mengizinkannya untuk pulang setelah perjamuan selesai, mereka memintanya untuk tetap tinggal dan ikut ke pesta perayaan ulang tahun Cheng Yu yang diadakan di salah satu hotel ternama yang ada di pusat kota Beijing malam nanti.
Melihat usaha keduanya yang sangat gigih saat membujuknya, Shen Shen menjadi tidak bisa untuk tidak menerimanya. Nyonya Besar keluarga Li sekaligus ibu dari Cheng Yu dan Su Yi, Qiu Ren Fei berkata bahwa semua persiapan dari gaun hingga riasan akan diurus oleh orang-orang yang dipekerjakan secara pribadi oleh keluarga Li.
Shen Shen menatap kolam teratai yang ada di depannya sembari melamun, tiba-tiba dia mengingat momen di mana dia dan kakak laki-lakinya, Xiao Feng Lun yang dulu selalu menghabiskan banyak waktu bersama kedua orang tua mereka. Kedua mata Shen Shen tanpa sadar berkaca-kaca, mungkin dalam waktu dekat dia akan mengunjungi rumah utama keluarga Xiao yang kini ditempati oleh kakaknya seorang diri.
"Xiao Shen? Apa yang kamu lakukan di sini?" suara seorang laki-laki membuat Xiao Shen Shen tersentak.
Shen Shen menolehkan kepalanya dan terkejut ketika melihat Cheng Yu berdiri di sampingnya. "Ah, Cheng Yu Gege! Kamu mengejutkan aku!"
"Xiao Shen, kamu menangis?" tanya Cheng Yu cepat saat dia melihat mata Shen Shen yang sedikit basah.
"Hm? Ah, tidak! Tentu saja tidak! Untuk apa aku menangis?" Shen Shen menggelengkan kepalanya beberapa kali, senyum terulas di wajahnya yang cantik.
"Hey, jujur saja! Jadi, apa kamu sedang merindukan paman dan bibi Xiao?" ucap Cheng Yu sembari mendudukkan tubuhnya tepat di samping Shen Shen.
Kini keduanya terlihat sama seperti beberapa tahun lalu, duduk berdua dengan Li Cheng Yu yang menghibur Xiao Shen Shen yang terlihat sedih. Shen Shen menatap Cheng Yu, pria muda tampan itu selalu mengerti apa yang dia rasakan sejak dulu. Gadis bermata hitam itu mendengus kecil, "Hanya sedikit."
"Nah! Sedih, aku akan mengusirmu! Pergilah dari tubuh Shen Shen kecilku! Mari kita rayakan ulang tahunku dengan hati yang senang hari ini! Mengerti Xiao Shen?"
Melihat Cheng Yu yang menghiburnya dengan cara yang sama saat mereka berdua masih kecil, Shen Shen tertawa kecil. "En! Mari kita rayakan ulang tahun Cheng Yu Gege dengan hati yang senang!"