Love Scenario

Love Scenario
Episode 45



“Gimana?” Aldo kembali masuk ke dalam kamar!”


“Gimana apanya?”


“Gimana kelanjutan pembicaraan kita tadi? Lo sebenarnya benci sama Revan apa gak?”


“Ya enggaklah!  Dari awal aku gak pernah membenci dia, apalagi sekarang dia itu selalu jadi orang yang paling dekat dengan aku selain kalian!”


“Terus, kenapa dari  awal kami lihat kalian kayaknya ada perselisihan gitu, walaupun Revan gak


begitu!” Lanjut Ryo.


“Apaan sih kalian! Oh ya, makanannya gak kalian minta sama pelayan?” Khiren mencoba mengubah topik


“Itu udah di urus sama Farhan! Khiren, kembali lagi ke topic utamanya! Jangan di belok-belokkan lagi !!” Tegas


kiky.


“Apaan sih Ky!”


“Kak Dimas! Lihat nih kiky marahin aku!”


“Ki, jangan terlalu keras pada Khirenlah!” Ucap Dimas!


“Iya iya! Dasar ketua pilih kasih!” ucapnya kecil


“Khiren kamu juga, jangan ubah topik pembicaraan!”


“Denger tu Khiren!” Kiky sedikit puas karena Dimas sedikit memihaknya kali ini.


“Khy, sebanarnya kamu suka gak sama dia?”


“Aku suka sama semua orang kok! Sama seperti aku suka sama kalian!”


“Intinya kamu suka sama dia?” tanya Aldo


“Suka!”


“Eh, maksud aku… Aku suka  ya suka seperti aku suka kalian, kalau aku gak suka sama seseorang mana mungkin aku akan bicara pada dia?! Intinya aku tidak membenci dia itu saja!”


“Apa kamu cinta dia?”


“Apaan sih! Kenapa Kak Morlin mendesak aku dengan pertanyaan itu?”


“Jawab aja lah Khiren!” Desak Farhan.


‘tok tok- tok!” suara ketukan pintu dan beberapa orang pelayan masuk membawa cemilan dan minuman


“Maaf mengganggu Nona!” Ucap kepala pelayan.


“Tidak masalah paman!” Ucap Ryo.


Khiren sangat bersyukur kepala pelayan masuk keruangan itu dan membuat dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang tidak memiliki jawaban itu.


“Ayo kita makan dulu!”


“Khiren!”


“Alah, Aku haus tau! Ayo minum dulu! Nanti kita bicara lagi!”


Akhirnya mereka menglah dan ikut minum dan setelah itu mereka mulai bersiap dengan petanyaan lanjutan.


“Jadi apa kamu cinta dengan Revan?”


“Apaan sih! Kenapa mesti di bahas lagi sih?”


“Ini sangat penting dan jawaban kamu itu menentukan semuanya!”


“Kenapa kamu jadi lebay sini sih Al?”


“Ayolah, Jawab aja!”


“Aku tidak tau!”


“Masa sih gak tau perasan sendiri?”


“Iya emang gak tau, Please deh Morlin! Aku emang gak tau! Aku merasa kalau perasaan aku ke Revan sama saja seperti perasaanku pada kalian! Apa jawaban aku tidak bisa menghentikan rasa penasaran kalian itu?”


“Udah-udah! Jangan bertanya lagi! Sekarang sebaiknya kita makan saja!”


Morlin mengirim pesan pada Dimas.


“Dim, gimana nih? Ternyata masalah diantara mereka itu bersumber dari Khiren yang tidak bisa membedakan perasaannya sendiri. Ini akan sulit di tangani”


“Mor,  Kamu terlalu panik! Ini hal yang lebih simple dari yang kita bayangkan tau!”


“Maksud lo apa?”


“Aku punya rencana dan mungkin ini sedikit beresiko, tapi hasilnya juga sangat efektif!”


“Apapun agar menyadarkan anak itu kalau selama ini dia itu sudah mencintai Revan dan misi kita berhasil!”


“Tunggu beberapa hari lagi aku akan ke sana dan kita akan memulai rencana kita untuk menyatukan udah orang itu, misi ini bergantung pada respon Khiren. Tapi jika melihat sifat Khiren aku yakin hasilnya akan sangat bagus.”


“Baiklah, kami tunggu kepulanganmu!”


Morlin dan yang lainnya kembali setelah makan malam dan mereka semua telah sepakat untuk menunggu Dimas kembali agar mereka bisa menjalankan langkah selanjutnya.


Besambung…. Baca episode selanjutnya tentang misi mereka