
Saat akan pergi dari rumah khiren, Dimas di kagetkan dengan sesok wanita yang cantik berambut sebahu dengan mata yang hitam pekatnya yang menawan.
"Eh, Dimas" Ucapan Rere canggung.
"Sedang apa kamu di sini?" Ucapan Dimas dingin.
"Aku ingin menemui Khiren?"
"Sejak kapan kamu dekat dengan dia?" Dimas memandang Rere dengan tatapan curiga.
"Berhenti berpura-pura, apa yang kamu inginkan? Jangan macam-macam dengan khiren! Aku tak akan membiarkan kamu melukai khiren!" Dimas saat tidak suka dengan kehadiran Rere di tempat itu.
"Berhenti berpikir negatif tentang aku! Hanya karena saat putus aku bilang kalau kamu tidak mencintai aku lebih dari khiren membuat kamu berpikir kalau aku akan mencelakai khiren?! Apa aku sangat buruk dimatamu?"
"Terserah apa yang kamu katakan, tapi jangan mencoba melakukan hal buruk pada dia!"
"Dimas kamu sudah keterlaluan! Aku bukan penjahat jadi jangan perlakuan aku seperti ini!" Rere pergi dengan penuh amarah.
"Dim, lo kenapa kayak gitu sih sama dia? Walaupun lo gak pernah suka sama dia tapi lo gak berhak menuduh dia seperti itu! Gue tau alasan lo pacaran dan putus itu karena khiren dan juga karena pertemanan kita."
"Apa salahnya kalau aku gak suka sama siapapun? Lalu apa salahnya kalau aku sayang sama khiren sebagai adik? Kenapa dia menyalahkan Khiren dan pertemanan kita semua untuk putus? Aku hidup di lingkungan yang menuntut aku harus sempurna, hidup sebagai boneka hingga khiren membuat aku hidup dan bisa menjalani hidup dengan bahagia. Apa salahnya aku hanya ingin bahagia dengan kalian? Dia yang memaksa masuk kedalam hidupku dengan alasan yang membuat aku terpaksa mengizinkan dia masuk dan mengacaukan kita semua."
"Tenang Dim, gue tau ini bukan salah lo. Tap ini juga gak sepenuhnya salah dia?! Dia tidak meminta Morlin untuk mencintainya dan kalau di pikir-pikir lo salah dalam hal ini karna lo gak balang kalau lo pacaran sama dia ke kita, lo juga gak putusin dia padahal lo gak cinta sama dia."
"Kami pacaran biar mantan dia berhenti mengganggu dia tapi dia malah menggap hubungan kami itu serius dan nyata. Dari awal kami sepakat kalau urusan dia dengan mantannya selesai maka hubungan kami pun selesai. Jadi, dimana letak salah aku?"
"Oh.... Ternyata begitu cerita lengkapnya? Terserah lah gue mah pusing kalau udah bahas soal orang baperan. Pokoknya kita pulang aja dulu."
"Hem.. "
***
Khiren dan Rere di dalam rumah sedang membahas tentang kesepakatan yang telah mereka buat saat di Paris beberapa waktu yang lalu.
"Semua sesuai rencana, tapi apa kamu bisa duduk lebih dekat dengan aku?"
"Buat apa?" Rere punya duduk dekat dengan khiren walau dia merasa ada yang aneh dengan khiren.
"Entahlah, aku hanya ingin tidur sebentar di dekat kamu, bolehkan?"
"Boleh, apa kamu sakit?"
"Gak aku cuma lagi datang bulan, biasanya aku selalu tidur di pangkuan ibu atau kak Dimas. Entahlah, aku selalu melakukan itu tiap kali datang bulan dan kalau aku tidak bisa melakukannya tiba-tiba aku emosi dan itu tidak bisa aku kendalikan."
"Baiklah, sekarang ayo kita bicara soal rencana berikutnya. Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Menurut informasi yang aku dapat Rey sudah mulai mencari kamu dan aku yakin hanya menghitung hari sebelum dia menemukan kamu."
Khiren masih saja santai dan tertidur di pangkuan Rere, "lupakan itu, aku akan membereskannya nanti! Oh ya, aku ingin tau dong kanapa kamu mutusin kakak aku yang super ganteng itu?"
"Itu karena dia gak pernah anggap aku, dia lebih mentingin kalian dari pada aku, walaupun sebenarnya yang salah itu aku karna sebenarnya kami pacaran karena aku meminta dia menjadi tameng penghalang antara aku dan mantanku yang dulu. Aku yang terbiasa dengan kehadiran Dimas membuat aku lupa kalau hubungan kami hanya hubungan dalam sebuah perjanjian bukan karena cinta."
"Oooo..... Gitu. Aku pikir kenapa, padahal kakakku itu ganteng tinggi dewa dan dia itu lembut tiada tara, pengertian dan pintar lagi. Tapi, sekarang kamu kan udah ada yang baru jadi ikhlasin aja."
"Iya aku udah ikhlas kalau kamu gak bahas tentang itu lagi!"
"Heheh.... Sorry lah, aku aku cuma pengen tau aja. Ya udah kita bahas tentang proyek dengan Tuan siapa lah nama dia itu? Aduh aku lupa! Pokoknya masalah video klip itu aku udah pasti akan berjalan lancar dan soal si Rey aku udah buat rencana yang bakalan buat dia menyesal seumur hidup karena telah main-main dengan khiren" Khiren tersenyum licin.
"Kalau begitu karna tidak ada kegiatan lagi, aku akan pulang! Cepat bagun!"
"Siapa bilang gak ada? Aku mau kamu bantu aku buat konten video yang aku akan upload beberapa hari lagi"
Setelah itu mereka mulai membuat vlog sesuai dengan yang khiren ingin.
Bersambung.......