
Hitam dan putih
Pagi itu Nara tidak lepas dari fikirannya atas kejadian kemarin di caffe
Sangat terpukul baginya memang itu kejadian yang biasa beberapa kali mempunyai pacar berakhir dengan cara dikhianati
Baginya dia pantas mendapatkan itu karena memang dia sendiri tidak selalu bisa mengerti keinginan wanita tidak bisa mengerti wanitanya ingin di manja tidak peka tidak perhatian bahkan dia sadar jauh dari kata romantis .
Nara hanya menghela nafas kasar "Gue males pacaran kalo gini" gumamnya lalu beranjak menuju ruang tamu
"Mah .. mamaaaaahh " teriak nama memanggil ibu nya
"Apa sih mas " Teriak pula ibu nya terdengar sedang berada di dapur dengan cepat nara sedikit berlari mendapatkan ibunya yg tengah memasak untuk sarapan pagi ini .
Nara Cahrisma
Anak tunggal dari keluarga Adi Charisma dan Mayang Charisma
Keluarga yang sangat kaya raya ini mendidik Nara dari kecil hingga umur 22 thn harapan bagi orang tuanya tidak banyak bisa meneruskan perusahaan ayahnya dan menjadi lakilaki yg kelak bertanggung jawab .
"Masak apa mah ? " Tanya nara kepada ibunya
"Mamah masak sesuai keinginan papah mas " jawab Ibu mayang sembari melemparkan senyum untuk anaknya ' mas adalah panggilan sayang kedua orangtua nya untuk nara " dari kecil orangtua nya memanggil anak kesayanganya ini dengan sebutan mas " dengan kelucuan dan tampanya Nara selalu saja membuat kedua orangtuanya tersenyum oleh tingkah lakunya .
" mamah gak capek setiap hari masak ? tanya nya lagi.
" kalo mamah masak mas seneng gak ? tanya balik ibu mayang
" kok nanya sih mah yaiyalah mah seneng meskipun ada pembantu di rumah ini tapi mamah selalu masak dan masakan mamah selalu membuat perut mas sama papah seneng alias kenyang " jelas Nara
" nah itu mamah gak akan capek buat kalian seneng meskipun cuma memasak " ucapan ibu mayang sambil tersenyum membuat nara mendekati ibunya lalu memeluknya ..
" Makasih ya mah " ucap nara
" iya samasama sayang , eh tapi tunggu kayanya ada sesutau " tanya ibu mayang
" ya enggak biasanya mas kaya gak gini pagi-pagi udah peluk mamah , kenapa mas ? tanya nya semakin penasaran . batin seorang ibu tidak akan salah apa yang terjadi dengan anaknya .
" nggak kok mah , mas hanya sedang bersyukur masih ada wanita seperti mamah di dunia ini , yg nggk pernah capek buat mas sama papah bahagia , kelak mas punya istri juga pengen kaya mamah " tuturnya membuat ibu mayang kaget ke khawatirannya benar saja tetapi ibunya memilih bungkam meskipun Anaknya tidak bercerita apa yang sedang di rasa nya dia sudah paham karena anaknya sudah sering bercerita dan sekarang ceritanya akan sama .
" mas jangan khawatir selama mas baik memperlakukan wanita mas akan mendapatkan wanita yg sepadan sama mas" ucap ibu mayang sambil memeluk anaknya
" yaudah mas mandi terus sarapan mamah tunggu papahmu sudah mau siap ke kantor . suruhnya pada nara
" baik komandan " turut Nara lalu berlari untuk bersiap dengan segala kegiatanya hari ini .
Kampus 08:00
Wulan yang sudah berada di dalam kelas di kagetkan dengan kedatangan seorang lelaki ..
"Diki" kaget wulan
"hei ... boleh duduk sebentar? tanya diki hanya d balas anggukan
" boleh minta nomor mu ? pinta diki
" emm boleh " jawab wulan tidak lepas memandang wajah diki yang menurutnya sangat mempesona tak sadar wajahnya ikut memerah .
"heii .. kok ngelamun ? ucapan diki membuat nara salah tingkah karena kedapatan memandang wajahnya .
" eh nggk kok " balas wulan wajahnya sangat memerah
" yaudah nih tulis aja lgsung di hape ku " pinta diki sembari menyerahkan hapenya
" i iya " dengan sedikit gugup wulan mengambil lalu mencatat nomor hapenya d layar hape diki lalu menyerahkan kembali kepada diki dengan sengaja diki menamai nomor hapenya dengan " BeMine" sontak wulan kaget " kok gtu sih namanya ? tanya wulan tak percaya . " kamu akan segera jadi miliku nona " jawabnya di Iringi senyum sembari beranjak meninggalkan wulan di dalam kelas
wajah wulan semakin memerah jantungnya berdebar mendapat perlakuan seperti itu dari seorang lelaki " kenapa sih gue " gumamnya dalam hati dia tidak sadar jika ada seseorang yang sudah menyentuh hatinya wulan tersenyum dan meletakan tangan nya tepat berada dimana debaran itu berlangsung .