
Dengan membaiknya hubungan Xiao Shen Shen dan Fu Ling Tian kemarin malam, keduanya kini justru terlihat jauh lebih dekat daripada sebelumnya. Sutradara populer dan penulis muda itu menjadi lebih sering bertukar pesan dan saling mengirim stiker lucu membuat percakapan keduanya menjadi lebih akrab. Ling Tian tersenyum saat melihat stiker bergambar kelinci pusing yang dikirim oleh Shen Shen di tengah obrolan mereka.
Gadis itu mengeluh tentang betapa menyulitkannya naskah yang dia buat saat ini, sepertinya Shen Shen kembali menemukan jalan buntu di tengah-tengah alur novelnya. Beruntungnya shooting sedang break dengan begitu Ling Tian, para crew dan para pemain dapat beristirahat sebentar sebelum kembali memulai pengambilan adegan selanjutnya. Karena itulah, Ling Tian dapat dengan cepat membalas pesan Shen Shen.
Semua orang melihat Ling Tian merasa heran, kemarin aura Sutradara Fu benar-benar sangat buruk seperti Dewa Neraka, lalu saat ini dia terlihat begitu senang dengan banyak bunga imajiner yang bertebaran di sekitar tubuhnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada Sutradara Fu? Bagaimana bisa suasana hatinya berubah-ubah dengan cepat?
Menggelengkan kepala mereka tidak mengerti, lebih baik untuk tidak mengganggu Sutradara Fu jika masih ingin bekerja di tempat ini dengan nyaman. Diam-diam Guan Shu Ying yang melihat perilaku Ling Tian hanya dapat tersenyum dengan getir, bahkan jika semua orang tidak tahu, Shu Ying tahu dengan jelas apa yang dirasakan Ling Tian saat ini.
Tatapan mata pria tampan itu terlihat penuh kelembutan dan kasih sayang, kilatan cinta dapat Shu Ying rasakan di antara emosi yang dimiliki Ling Tian. Sepertinya Shu Ying tahu apa yang membuat Ling Tian menjadi seperti itu, seorang gadis yang tidak sengaja melihat dia dan Ling Tian yang sedang berdebat di basement apartemen Ling Tian adalah jawabannya. Menyadarinya dengan baik, Shu Ying menghela napas panjang.
Tidak memedulikan sekitarnya, Fu Ling Tian dengan santai membalas satu per satu pesan yang dikirim oleh Shen Shen kepadanya. Begitu manis dan menyenangkan, Ling Tian mendengus geli saat membaca pesan Shen Shen yang mengatakan bahwa dirinya merasa sakit kepala saat menulis alur novelnya yang tidak selesai-selesai. Terdiam sebentar, tiba-tiba sebuah bohlam lampu besar bersinar terang di atas kepala Ling Tian.
Bagaimana jika dia membantu Shen Shen mengerjakan naskahnya? Ah, bukan berarti dia membuatkan cerita untuknya, hanya memberi beberapa saran terkait karakter dan kecocokan alurnya saja. Lagi pula Shen Shen pernah mengatakan bahwa dia ingin menjadikan Ling Tian sebagai gambaran tokoh utama prianya, dengan begitu dia juga dapat lebih dekat dengan Shen Shen secara alami.
^^^Fu Ling Tian: Nona Penulis Xiao, bagaimana jika aku membantu melihat naskahmu? Aku yakin ada beberapa inspirasi yang mungkin dapat kamu gunakan nantinya.^^^
Tak lama setelah pesan Ling Tian terkirim, pesan balasan dari Shen Shen terlihat di ruang obrolan keduanya.
Xiao Shen Shen: Ah, itu tidak perlu! Sutradara Fu, kamu pasti lelah dan aku tidak ingin mengambil waktu istirahat kamu untuk membantu pekerjaanku.
^^^Fu Ling Tian: Tidak masalah, aku akan mampir sebentar untuk melihat naskah novel kamu setelah pulang dari lokasi shooting, Nona Penulis Xiao. Anggap saja ini permintaan maaf aku karena kejadian tidak menyenangkan beberapa waktu yang lalu.^^^
Menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, Ling Tian memutuskan untuk kembali mematikan ponselnya. Sudah saatnya jam istirahat selesai, Ling Tian harus kembali mengawasi pengambilan adegan selanjutnya setelah ini. Memasukkan ponselnya ke saku celananya, Ling Tian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke area yang digunakannya untuk mengawasi jalannya shooting.
..............................
Belum selesai dia berpikir, suara bell menggema keras di dalam apartemennya. Seperti yang Ling Tian katakan sebelumnya di pesan WeChat, dia benar-benar datang sepulang bekerja untuk membantunya. Menghela napas panjang, gadis itu dengan cepat bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu depan apartemennya. Begitu pintu terbuka, terlihat sang sutradara muda berdiri dengan pakaian santai berwarna kecoklatan sembari membawa sebuah kantong yang Shen Shen sendiri tidak tahu isinya.
Segera setelah Shen Shen menyapa Ling Tian, gadis muda itu membawa sang pria tampan ke ruang kerja yang sesekali Shen Shen pakai jika ingin mendapatkan suasana baru. Ada dua tempat yang biasa digunakan Shen Shen untuk bekerja, yang pertama adalah kamarnya sendiri dan yang kedua adalah ruang kerja yang terletak di tidak jauh dari ruang kamarnya. Shen Shen memasuki ruangan tersebut dengan Ling Tian yang mengikuti di belakangnya.
"Ah, Nona Penulis Xiao, ini untukmu!" Fu Ling Tian dengan tiba-tiba menyodorkan sebuah kantong bungkusan yang sejak tadi dia bawa pada Shen Shen.
Melihat dari kemasannya, sepertinya itu adalah sebuah kue yang dibungkus dengan rapi. Shen Shen tersenyum, "Aku menerimanya, terima kasih, Sutradara Fu!"
Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, keduanya duduk berdampingan dengan layar laptop yang menyala menunjukkan naskah milik Shen Shen yang masih dalam tahap pengerjaan. Kali ini raut wajah keduanya terlihat begitu serius, Shen Shen bahkan tidak memikirkan hal apa pun selain kemajuan naskahnya dan hanya fokus mendengarkan beberapa pendapat yang diberikan oleh Ling Tian.
Ling Tian meringis pelan ketika dia membaca beberapa bagian naskah milik Shen Shen, "Nona Penulis Xiao, apa kamu pernah berkencan sebelumnya?"
"Apa?!" mendengar pertanyaan yang cukup sensitif untuk Shen Shen, gadis itu menjawab dengan nada yang keras.
Suara Shen Shen terdengar tidak bersahabat membuat Ling Tian dengan cepat memperbaiki ucapannya. "Ah, tidak ... maksudku apa kamu pernah melihat beberapa novel atau drama bergenre percintaan sebelumnya?"
"Memangnya kenapa?" bingung Shen Shen sembari memiringkan kepalanya tidak mengerti.
"Itu ... seharusnya bagian yang ini kamu buat dengan kalimat yang jauh lebih menyentuh, seperti..." Ling Tian menjelaskan dengan serius, sesekali jarinya yang panjang menunjuk ke arah deretan kalimat yang ditampilkan oleh layar laptop.
Kemudian, Shen Shen terlihat berpikir dan menghapus beberapa kalimat yang terlihat tidak sesuai kemudian menggantinya dengan cepat. Apalagi gambaran tentang tokoh utama prianya yang dia ambil dari Ling Tian membuat semuanya cukup berjalan dengan baik, Ling Tian benar-benar sangat sesuai dengan karakter Zhuo Yi Qing yang tajam dan mendominasi. Bahkan sekalipun Fu Ling Tian adalah seorang sutradara bukan CEO, dia memiliki kualifikasi yang cocok dengan karakter ini.
Diam-diam Ling Tian melihat Shen Shen yang masih sibuk menatap layar laptopnya dengan tatapan yang lembut, Xiao Shen Shen terlihat begitu manis dengan rambut yang digulung asal dan wajah yang serius. Mendengus dalam hati, semakin lama dia menjadi semakin serakah dan Ling Tian sangat menyadari hal itu. Astaga, apa yang harus Ling Tian lakukan sekarang?