
"Kalau boleh tau nama kamu siapa?"
"Nama saya Hinata, kamu?"
"Saya Revan, kamu sendiri?"
"Begitulah, tunangan saya masih sibuk jadi saya pergi sendiri"
"Bisa kita tidak menggunakan bahasa yang tidak format saja?"
"Tentu"
"Kalau boleh tau, kamu tinggal dimana?"
"Aku tidak tinggal disini, tapi mungkin setelah menikah kami akan tinggal di sini."
Revan tetap berfikir itu Khiren walau dia lebih lembut dan ramah di banding orang yang iya temui dulu.
"Seperti aku harus pergi, Hinata aku pergi dulu ya! Sampai jumpa lain waktu!"
"Ya sampai jumpa!" Hinata merasa ada yang salah dengan perasaan dia ketika melihat Revan pergi.
"Tunggu! Revan boleh aku minta nomor kamu?"
"Iya, sini handphone nya!"
Revan mengetik nomornya lalu mencoba menghubungi handphone dia.
"Ni sudah, aku langsung pergi, ya!" Revan pergi dengan terburu-buru.
Setelah Revan pergi Hinata tetap duduk di tempat itu sendiri hingga seorang wanita menghampiri dia.
"Hai! Khiren apa kabar?"
"Kamu siapa?"
"Aku Rere! Masa lupa, wakil OSIS ter eksis di sekolah. Beh, masa aku yang populer gak di inget sih!"
"Namaku Hinata!"
"Itu aku juga tau, itu kan nama kamu pas di Jepang, gimana kabarnya Dimas?"
"Dimas yang mana?"
"Dimas kakak tertua kalian, mantan aku tu! Masa sih lupa juga? Apa kalian udah gak bareng lagi?"
"Apasih sih, aku gak ngerti. Aku jelesin situasi aku dulu biar kamu ngerti ya! Beberapa bulan yang lalu aku mengalami sedikit kecelakaan terus aku gak ingat apapun."
"Aku duduk dulu ya! Aku pesan makan dulu ok! Saya pesan ini dan ini terus ini emm... Ini ajalah. Nah sekarang saya biar kita luruskan permasalahannya. Dimulai dari aku, namaku Rere Rs, aku pernah jadi wakil ketua OSIS pas kamu jadi ketua di tahun pertama dan tahun kedua Dimas kakak tertua kamu itu mengambil posisi aku. Kamu tu cewek populer dan nama kamu tu Khiren! Gak percaya coba kita cari akun instagram kamu." Rere mencari akun Khiren.
"Nih, lihat! Kmu dengan 20 juta followers dan subscribers terbanyak. Kamu itu populer banget, anak orang tajir se-Asia, terus kamu juga orang tajir melintir, aku aja kerja di prusahaan kakek kamu. Kamu tu punya 6 teman dekat dan mereka itu udah kayak kakak kandung kamu. Mereka tu cowok terpopuler dan terganteng deh, gue aja nyesel udah putus dari dari Dimas. Kan kalau gue masih sama dia gue bakalan terkenal kayak kalian."
"Tapi, aku gak ingat sama sekali!"
Tiba-tiba pelayan datang mengantarkan makanan dan membuat fokus Rere tertuju pada makanan yang di hidangkan.
"Sorry Khiren, gue makan dulu soalnya laper banget!"
"Iya, silahkan!"
Bebrapa menit setelah Rere selesai makan.
"Udah?" Tanya Hinata.
"Tunggu, aku selfie dulu"
Khiren mulai terlihat kesal.
"Sekarang kita bisa lanjut?"
"Aduh! Aku kebelet, aku ke toilet dulu deh!"
Beberapa menit setelah itu, Khiren benar-benar emosi.
"Stop buat alasan! Mau bicara gak!"
"Nah, ini nih yang aku kangen dari kamu! Dari tadi kita bicara kamu kayak jadi orang yang beda dan itu jauh banget dari Khiren yang aku kenal. Khiren yang aku kenal itu, tegas, tidak bertele-tele, disiplin, dan sedikit emosi kalau ada yang gak sesuai dengan keinginan dia."
Wajah Rere mulai serius.
"Khiren, gue gak bakat tentang masalah hipnotis tapi gue bisa tau kalau lo udah di kunci ingatnya sama seseorang yang mempunyai kemampuan hipnotis tingkat tinggi. Saran aku sih mending kamu, ke tempat ahli hipnotis itu dan minta di buka memori yang dia kunci."
"Bagaimana caranya?"
"Tenang, aku akan cari orangnya. Dalam waktu seminggu aku pastikan bakalan dapat orang itu."
"Aku harap semua cepat selesai dan aku ingat semuanya lagi."
"Ngomong-ngomong Revan mana?"
"Revan?"
"Masa suami sendiri gak ingat juga? Terus lo sampai ke tempat ini sama siapa?"
Khiren ingat tentang orang yang menyebut dirinya Revan sebelum Rere datang.
"Nama tunangan aku itu Rai dan bukannya Revan."
"Mana ada, walaupun pernikahan kalian belum di publikasikan tapi, beberapa temen dan kerabat dekat termasuk aku udah tau. Gak usah di tutupi lagilah. Rai itu siapa? Aduh, anak ini! Aku harus pulang sekarang karena tunangan aku udah nunggu. Nti kita jumpa lagi kalau semua sudah beres ok!" Rere pun akhirnya pergi setelah mendapat pesan dari tunangannya.
Infomasi yang baru dia dapat membuat Khiren semakin binggung dan penuh tanda tanya. Di sisi lain dia tidak bisa membedakan yang mana informasi yang bisa dia percaya dan yang mana informasi yang salah.
Otak Khiren yang sedaritadi mencoba mencerna setiap infomasi yang di berikan Rere seperti tertekan dan mendapat kejutan yang sangat mengejutkan hingga Khiren jatuh pingsan di tempat itu.
Bersambung......