Love Scenario

Love Scenario
Amarah khiren



"Wai bagun! Lepasin aku cepat!!!!!!!!" Teriak Khiren di pagi hari yang membuat Ray terbangun kaget.


"Apa sih?!" Ray menarik selimut dan tidur kembali.


"Sialan anak ini minta di hajar kali ya?!" Dengan penuh emosi Khiren langsung menghajar Ray yang setengah sadar.


"B*ngs*t!! Berani banget lo tarok tangan kotor lo itu di tubuh gue!!" Khiren benar-benar murka ngingat kejadian semalam. Dimana dia sedang lemah dan Ray malah manfaatkan itu untuk memeluk dia.


"Maaf Hinata! Aku salah! Tolong lepasin aku!" Ray merengek minta ampun karna kaki dan tangannya kesakitan.


"Maaf? Lo pikir maaf lo itu bisa buat amarah gue hilang gitu aja hah?!" Khiren kembali menyerang bagian mukanya hingga babak belur.


"Mampus lo! Sekali lagi lo sentuh gue, gak hanya muka lo yang bonyok tapi nyawa lo bakalan melayang! Ingat tuh!"


"Aku janji gak akan gitu lagi!"


Khiren akhirnya melepaskan Ray dan kembali duduk di kasur sambil menahan rasa menyesal karena telah memukul orang dengan tangannya sendiri.


"Cepat keluar!" Perintah Khiren.


Dengan cepat Ray meninggalkan ruang itu dalam keadaan terluka Ray mencoba menutup pintu dengan perlahan.


Mata Khiren mulai di penuhi genangan air mata yang pada akhirnya jatuh bersama pintu kamar itu tertutup.


"Sial!!!! Kenapa aku malah nangis, sih?! Bikin malu aja!" Khiren mencoba menghapus airmatanya, tapi semakin airmatanya dihapus semakin banyak pula yang mengalir.


"Ayah!Bunda! kak Dimas! Kalian dimana??" Akhirnya Khiren benar-benar menangis tersedu-sedu sambil sesekali memanggil orang yang selalu dia pikirkan.


Sementara itu Dimas dan kawan-kawan sedang berada di bandara sambil merencanakan langkah berikutnya untuk menyelamatkan Khiren.


"Dim, sekarang kita harus apa?"


"Ke hotel dululah!" Ucap Farhan.


"Betul banget!" Ucap Aldo.


Pada akhir Morlin tidak jadi menanyakan rencana selanjutnya pada Dimas karena yang lain ingin segera ke hotel untuk beristirahat.


***


Beberapa hari sebelum itu mereka mendapat sinyal dari alat pelacak yang ada di aksesori Khiren. Untuk memantapkan langkah mereka membuat rencana sebelum berangkat dan dengan bantuan Revan mereka mendapat beberapa akses untuk memudahkan rencana menyelamatkan Khiren. Revan tidak bisa ikut karena kakeknya masuk rumah sakit lagi seminggu setelah pulang ke rumah.


"Wai! Kita makan apa malam ini?" Tanya Aldo yang kelaparan.


"Dasar kambing! Ntarr gue pesan makan! Sekarang kita bahas rencana buat nyelametin Khiren!"


"Gue bingung kenapa Khiren gak langsung keluar rumah itu padahal dia kan bisa langsung habisin semua penjaga atau hajar aja tu dalangnya terus ancam para penjaga dengan mempertaruhkan nyawa tuan mereka, gampang'kan?"


"Kalau itu kita sih gampang, tapi Khiren itu beda! Dia mudah menyesal dan kasihan pada lawannya. Apa lagi kalau dia menganggap kalau lawannya di bawah standar untuk di sebuah musuh bagi dia!"


"Betul juga lo Dim! Pantai aja dia gak pernah turun tangan kalau berkelahi selain di pertandingan resmi!"


"Far! Balikin punya gue! Lo kupas sendiri dong!"


"Gak ah males!"


"Udah ikhlasin aja lah Mor!"


Morlin malah mengambil jeruk yang di tangan Kiki.


"Apaan sih lo Mor?!"


"Ikhlasin aja lah, Ki! Kayak li suruh gue ikhlasin apel gue ke Farhan." Ucap Morlin kesal.


"Kiki tidak bisa berkata-kata mendengar Ucapan Morlin."


"Stop! Please jangan ribut! Ayo kita butuh rencana penyerangan!"


"Gue punya saran" Kiki menjelaskan rencananya kepada mereka semua dengan sangat detail.


"Gimana? Pas gak?!"


"Fiks, gue setuju! Kalau yang lain gimana?" Tanya Aldo.


"Setuju!" Ucapan serentak.


"Oke! Sekarang istirahat buat ngumpulin keluyuran untuk penyerang besok!"


Mereka akhirnya mereka pergi beristirahat di kamar masing-masing.


***


"Nona, saatnya makan!" Seorang pelayan wanita menaruh makan di meja samping tempat tidur Khiren.


"Gak! Kalian pasti taruh obat salam makan itu, yakan?" Khiren memalingkan wajah dari makan itu.


"Sungguh kami tidur melakukan hal itu Nona!"


"Kalau emang benar coba kamu makan!!"


"Tapi ini makan khusus yang di buat tuan untuk Nona"


Khiren yang sudah banyak melihat orang-orang yang bersandiwara di hadapannya membuat dia dengan cepat tau kalau pelayan wanita itu berbohong.


"Makan cepat!" Khiren berdiri dan memaksa pelayan itu memakan makan yang dia bawa dan benar saja hanya hitungan detik tubuh pelayan itu mulai bereaksi. Tubuh pelayan itu menjadi lemas dan terjatuh membentur lantai yang keras dan dingin.


"Kalian pikir aku ini bodoh apa? Dasar orang-orang b*gok!!" Khiren menarik selimut dan kembali tidur dalam keadaan sedikit kelaparan.


Bersambung.....


Jangan lupa buat like dan komentar oke!!!! 🙂🙂🙂🙂