
Sesampainya di rumah wulan d sambut hangat oleh ibunya "
Ana rakasiwa nama ibu dan kepanjangan dari nama ayah nya Galih rakasiwa
Wulan Rakasiwa itu nama lengkapnya terlahir dari keluarga yang cukup berada
usaha ayahnya di berbagai kota mampu mencukupi kebutuhan keluarganya
Wulan anak semata wayang dari keluarga ini karena itu kedua orang tuanya sangat menyayangi wulan dan sangat menjaga anaknya bahkan tidak akan membiarkan anaknya celaka dan berada dalam bahaya (*Lebay banget ya haha *)
"Anak ibu udah pulang " Sambut ibunya sembari mengecup kening anak semata wayangnya
" udah bu " sahut wulan sedikit Badmood
"Anak ibu pulang kok begini sih kenapa sayang ? " Tanya ibu ana
" biasa bu " singkat wulan
ibunya sudah tau apa yang membuat anak semata wayang nya bersikap seperti ini jelas saja karena setiap hari wulan akan menceritakan semua kejadian hari itu kepada ibu nya termasuk seluruh lelaki yang setiap hari membuat risih wulan d kampus dengan sorakan dsb d kampus "
"Anak ibu kan cantik ya gapapa klo banyak yang suka " Ucap Ibu ana
"Ya wulan gak suka bu kalo begitu setiap hari wulan gak nyaman " balas wulan melemah memeluk ibunya
"Makanya wulan punya pacar biar d jagain kan kalo ada yg jagain gak akan ada yg gangguin kamu lagi sayang" tambah ibu ana
"Hmmm itu terus bu yang d bahas " sahut wulan semakin merasa tidak nyaman .
Bagaimana ibu ana tidak berkata masalah pasangan untuk wulan
untuk seorang ibu yang merawat anak semata wayangnya hingga dewasa tidak terlepas dari rasa cemas yang terus menghantui setiap orang tua bagaimana tidak 22 tahun Ibu ana membesarkan wulan mengenal baik anaknya tidak pernah sama sekali wulan bercerita dia dekat dengan lakilaki berhubungan atau bahkan apapun yang menyangkut seorang lakilaki .
Bahkan ingin sekali ibunya menjodohkan anaknya ini dengan anak seorang temannya tapi suaminya tentu ayah wulan menolak keras cara seperti itu ayah nya ingin anaknya menemukan pasangan sendiri
alhasil ibu ana tidak bisa berbuat apa-apa selain positive thingking terhadap anaknya "
" yatuhan " batin ibunya merasa bersalah dengan ucapanya
"Aaaarrrgghh " teriak wulan di dalam kamar
fikirannya kacau kejadian d kampus dan di dirumahh sepertinya membuat mood nya semakin hancur
"Salah gue apa ? kesalnya sambil menghempaskan tubuhnya di atas kasur
" Gue aja bingung kenapa gak bisa suka sama seorang cowok sampe umur gue udah setua ini " gumamnya dalam hati
"Tuhan tolong hambamu ini " tambahnya dalam hati lalu terlelap .
MetroCaffe 15:35
"Pacar lo mel ? Ucap seseorang dengan sedikit nada yg tinggi
" Kenapa ? lo siapa ? " balas seorang lelaki
" Gak nanya sama lo , Diem aja " Tak mau kalah lelaki ini tak lain adalah Nara
" eh ini cewek gue lo berurusan sama gue " balasnya semakin membuat nara tidak bisa menahan emosi tapi tidak mungkin nara menghajar nya disini " fikirnya
"Jawab mel" tanya Nara kepada seorang wanita " wanita ini memilih menunduk bagaimana tidak Nara adalah pacarnya, mereka sudah 6 bulan pacaran dan sekarang di pergoki dengan lelaki lain
"Baiklah kita putus " tambah Nara berlalu meninggalkan amel dan seorang lelaki yg mengaku pacarnya "
sontak membuat amel kaget tp entah kenapa untuk mengejar Nara sepertinya tidak mungkin karena di sisi lain ada seorang lelaki yg berstatus pacarnya juga .
"Brengs*k bisa-bisanya mereka mesum di tempat umum " maki nara dengan nafas yang masih memburu seketika melaju dengan motor
mungkin itulah yg membuat nara begitu marah melihat wanita yaitu amel pacarnya melakukan hal yg tidak pantas di muka umum dengan lakilaki lain .
Ini tentang kita , tentang bagaimana cara kita mampu melangkah tanpa alasan yang sama