Love Scenario

Love Scenario
Episode 49



“Master ini laporan setahun terakhir bisnis kita.” Max menyerahkan beberapa dokumen kepada Khiren.


Khiren terlihat sangat serius membaca laporan yang di berikan Max.


“Apa ni?! Kenapa Perusahaan milik tuan muda Revan bisa masuk dalam daftar perusahaan yang di awasi?”


“Setelah Master mengatakan untuk kembali ke Indonesia, wakil Pesdir perusahaan zu meminjam sejumlah dana kepada kita. Mereka menggadaikan sejumlah asset milik perusahaan untuk itu. Jumlahnya 1,5 Triliun dan mereka baru melunasi setengahnya, Zaen mengatakan perusahaan itu bisa dijadikan penghasil uang berikutnya.”


“Lupakan!”


“??” Max tidak mengeri apa yang baru saja dia dengar. “Maksud Master apa?”


“Lupakan rencana itu, dan anggap hutang perusahaan mereka semua sudah lunas!”


“Tapi Master…”


“Max aku tidak suka mengulang ucapanku, sebaiknya segara urus semuanya dan kembalikan semua asset yang mereka kadaikan!”


“Baik Master!” Max terlihat kecewa dan pergi dari ruangan itu.


Khiren merasa sedikit bersalah karena Max sudah seperti keluarga baginya, “Tunggu!”


Langkah Max seketika berhenti saat ia akan membuka pintu ruangan itu.


“Aku pernah bilang sebelum pergi dari tempat ini, aku mungkin akan di jodohkan, dan pria yang menjadi suamiku adalah dia. Aku harap kalian memahami keputusanku, sebagai gantinya 3 perusahaan yang lain boleh kalian targetkan untuk menjadi lading uang berikutnya tanpa harus meminta persetujuanku.”


“Baik, terimas kasih master!” Max keluar dengan ekspresi lebih baik dari sebelumnya.


**


Khiren yang sedang memeriksa bebera dokumen tiba-tiba terikat pada Revan.


“Kenapa aku teringat pada pria itu?”


“Semua ini membuat aku tidak bisa fokus, sebaiknya aku menemui dia dan menyelesaikan semuanya agar aku tenang.” Khiren membuka Line dan melihat beberapa pesan grup dari alumni SMA, mereka semua mengajak reuni dari 2 bulan yang lalu dan acaranya akan di adakan malam


“Apa-apaan sih mereka, kenapa memaksa aku untuk ikut,”


“Betul, Khiren sudah lama tidak kelihatan, kami semua merindukan ketua OSIS yang cantik, ayo datang Khiren!” Balasan dari anggota grup lainnya.


Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk dari Dimas.


“Khi, Aku ada jadwal operasi, Farhan dan Aldo mereka sedang ada urusan bisnis di luar negeri dan itu sangat mendesak, Morlin dan Kiki masuk rumah sakit karena salah makan, Ryo mungkin akan datang sebentar karena dia harus menghadiri ulang tahun kakeknya. Sebagai ketua OSIS dan pewakilan OSIS kamu harus datang. Tolong ya Khiren!”


“Apa-apaan Kak Dimas ini! Dia mengirim pesan yang sama ke semua akun yang aku punya padahal tidak ada yang tau akun ini selain aku.”


“Zaen, tolong kirim semua dokumen yang berhubungan dengan perusahaan Zu dan minta beberapa orang untuk melacak keberadan Revan sekarang.”


“Baik master!”


Tak berapa lama Zaen datang dengan sejumlah dokumen.


“Ini yang anda minta, Tuan muda Revan sedang berada di sebuah tempat makan yang ada di kota A, jarak kota A dengan tempat ini jika di tempuh dengan pesawat hanya 3 menit dan jika dengan mobil mungkin sekitar setengah jam.”


“Siapkan pesawat dan beberapa pengwal terbaik, kamu urus semua dokumen sisa yang belum sempat aku periksa, dan beberapa pertemuan yang akan saya hadiri siang ini.”


“Baik Master!” Zaen langsung bergegas menyiapkan semua keperluan untuk Khiren berangkat.


Saat Khiren sampai di kota A mobil yang di tugaskan untuk menjemputnya sudah berada di depan bandara dengan sejumlah pengawal semuai dengan yang dia minta. Mereka berangkat dengan terburu-buru agar Revan tidak pergi dari tempat itu, tak lama kemudian mereka sampai di restoran itu.


“Saya ingin bicara berdua dengan Revan!”


“Baik Nona!” Mereka semua langsung paham apa yang Khiren inginkan. Dalam 30 detik tempat itu di kosongkan dan hanya tersisa Revan yang tidak di izinkan meninggalkan tempat duduknya.


“Nona silahkan masuk, kami akan menunggu diluar” Semua orang pergi dan hanya tersisa Revan dan Khiren”


“Khiran!” Revan sangat terkejut dengan apa yang dia lihat.