Love Scenario

Love Scenario
Episode 44 pertemuan mendadak



“Hai khiren!” Farhan, Aldo, Ryo, Morlin, dan Kiky  masuk ke dalam kamar Khiren.


“Lok kok tiba-tiba kalian ada di sini?” Khiren sangat kaget dengan ke datangan para sahabat yang sudah dianggap seperti kakaknya sendiri.


“Kak Dimas dimana?”


“Dia masih di Korea, Nti kita coba vc aja!”


“Okelah, Ayo sini duduk!” Kamar khiren yang begitu luas dihiasi dengan sofa-sofa untuk bersantai bahkan di dalamnya ada rungan untuk karaoke.


“Kok kalian tiba-tiba semua kesini sekali gus?”


“Soalnya kamu kan lagi dihukum tidak boleh keluar rumah jadi kami terpakasa mencari hari yang semua anggota senggang agar bisa menjenguk kamu, kami kangen kamu dan juga semua aku di sosial media kamu udah di blok semua jadikan gak bisa lihat wajah cantik adek manis heheh!” Goda Farhan


“Hahahah ada-ada aja, seriuslah! Sebenarnya ada apa?”


“Farhan benar kok, Khy! Kami ke sini ingin melihat keadaan kamu. Selain itu kami juga ingoin membahas tentang hubungan kamu dengan Revan.”


“Emang kenapa? Kenapa kalian ingin membahas hal itu di saat ini?”


“Anak itu sepertinya serius dengan kamu, sebagai laki-laki kami merasa kalau kamu sudah keterlaluan dengan membenci orang yang tuukus mencintai kamu, apalagi dia tidak melakukan kesalahan apapun untuk bisa di benci”


“Emh, Kalian terlalu banyak berfikir! Cepat hubungi kak Dimas, aku juga ingin melihat wajahnya!”


Morlin mencoba menghubungi Dimas, dan Kiky mengirim pesan pada Dimas untuk membuka dua akun. Salah seorang dari mereka juga menghubungi Revan tanpa sepengetahuan Khiren.


“Hai khiren!” Setelah terhubung Dimas langsung menyapa Khiren


“Hai kak! Gimana keadaan di sana?”


“Disini baik-baik saja! Aku tidak bisa pulang ke Jepang beberapa bulan ini karena wanita itu ada di sana! Oh ya, bagaimana dengan masalah Revan?”


“Loh, kok Kak Dimas juga  bahas yang sama sih?”


“Ya, karena kami mengkhawatirkan hubungan kalian yang tidak jelas sampai saat ini, sebaiknya kamu jujur saja


dengan perasaanmu, Dek!”


“Perasaan apa? Aku gak ada perasaan apa-apa sama dia kok!”


“Apa kamu yakin?” Ryo meragukan ucapan khiren.


“Ah maaf! Ada pesan dari kantor, aku ke wc dulu, ya!”


“Oke!”


Aldo langsung menghubungi kembali Revan dan memarahi dia.


“Bro, lo buat gue jantungan aja untung Khiren gak curiga tadi!”


“Udahlah, Kita semua tau kalau khiren gak pernah suka pada aku, mending akhiri saja dari pada lebih


sakit hati lagi!”


“Lo gila ya bro? Lo tu cowok dan lo tu udah masuk ke dalam kawasan 7 bersaudara artinya lo gak bisa


menyerah begitu saja, jika lo nyerah sekarang lo gak hanya membuat 7 bersaudara malu karena kalah sebelum berperang tapi juga bikin malu kau adam cuy! Masa lo nyarah segampang itu, mana ada kesatria yang kabur dari perang, yang ada tu Cuma pecundang yang menyerah sebelum perang! Paham hak!”


“Iya paham!” Ucap Revan lemas dan putus asa.


“Semangat dong! Lo seriuskan cinta sama khiren?”


“Iya aku serius! Tapi Khiren…”


“Udah, ikut aja alur yang udah kita diskusikan kemaren! Ingat jangan di matikan sebelum pecekapan selesai, oke!”


“Oke!”


“Semangat dong!”


“OKE!” Teriak Revan.


“Nah gitu dong! Tapi lain kali gak usah teriak-teriak juga oke! Sakit nih telinga babang tampan!”


“Sorry, aku terlalu bersemangat tadi!”


“Udah, sekarang kita masuk kedalam rencana ok!”


bersambung…. Episode selanjutnya adalah tentang jawaban khiren