Love Scenario

Love Scenario
episode 27



Berapa hari kemudian khiren terbangun di ruang yang sangat asing, mata hitam pekatnya menjelajahi seluruh sudah ruang itu dan berhenti di sebuah cahaya yang keluar dari tirai yang sedikit terbuka. Khiren bangun dengan perlahan, dia mencoba menguatkan diri dan berusaha mencapai jendela. Dengan pelahan dia membuat tirai biru dan melihat matahari yang mulai bersembunyi dan memunculkan warna jingga yang menawan dan mengubah warna danau menjadi jingga keemasan.


Saat pikiran fokus pada pemandangan yang begitu menakjubkan itu, datang dari arah belakang seorang yang langsung memeluk.


"Hanata, sedang apa di sini? Kapan kamu bangun? Apa kamu baik-baik saja?"


"Entah, seperti ada yang salah dengan semua ini? Apa aku benar-benar tinggi di tempat ini dan apa aku benar-benar tunangan kamu? Kenapa aku merasa tidak yakin?"


"Kamu sakit para dan koma dalam waktu yang cukup lama, mungkin itu penyebabnya"


Beberapa hari sebelum itu Khiren diculik dan di bawa ke Benua Amerika tepat di kota kecil yang sangat indah. Rai dibantu oleh asistennya membuat khiren pergi jauh dan menghapus ingat khiren dengan menggunakan bantuan seorang ahli hipnotis yang sangat terkenal.


"Sudahlah, mari makan! Aku sudah meminta pelayan membuat makan yang enak untuk kamu."


"Baiklah.. Ngomong-ngomong apa orang tuaku benar-benar sudah meninggal dan apa aku tidak punya saudara satu pun?"


"Apa kamu meragukan aku?"


"Sudahlah kalau kamu gak mau bahas hal itu." Khiren mengalah dan menurut pada Rai.


Namun dalam hati dia masih meragu pada ucapan Rai dan ingat yang sangat tidak bisa dia mengerti sama sekali. Semua terasa asing dan itu membuat dia setiap hari berpikir kalau ada sebuah alasan yang lebih rumit di bali semua kebingungan yang dia rasakan.


Semua makan yang di sajikan begitu enak, aromanya menggugah selera tapi, pikiran Khiren terbang jauh dari tempat itu. Dia masih saja memikirkan hal yang aneh pada ingat dan pada semua yang ada di hadapannya.


"Hinata!" Panggil Rai sambil melambangkan tangan di depan wajah Khiren yang masih hanyut dalam pikirannya.


"Eh, iya ada apa? Maaf aku hanya... "


"Cepat makan sebelum dingin. "


"Baiklah" Khiren merasa bersalah.


Akhirnya Khiren dan Rai makan dengan tenang tanpa ada satupun obrolan yang memecah sunyi hingga mereka selasai makan.


"Jangan lupa minum obat" Ucapan Rai dingin dan pergi


"Tunggu! Bisakah kamu tetap disini?"


Rai tersenyum dan duduk kembali di kursi yang lebih dekat dengan Khiren.


"Mana mungkin, aku tidak akan bisa marah pada kamu."


"Lalu kenapa pergi?"


"Aku pikir kamu tidak nyaman kalau akau ada di sini jadi, aku pikir dengan aku pergi kamu akan lebih nyaman."


"Aku tidak.... Bisakah kamu memelukku?"


Mendengar ucapan Khiren dengan gerakan cepat penuh kebahagiaan Rai memeluk tubuh Khiren dengan begitu lembut dan mencium kening Khiren.


"Apa aku benar-benar mencintai dia? Kalau benar kenapa tidak ada perasaan apapun? Aku harus mencari tahu kebenarannya sebelum hari pernikahan." Pikir Khiren.


Beberapa minggu kemudian Rai kembali ke Korea karena dia akan mulai syuting lagi. Saat Rai pergi Khiren pergi ke New York dan mulai melakukan penyelidikan dengan alasan jalan-jalan.


Di musim panas yang cerah Khiren berjalan-jalan sendiri di pinggir kota New York. Ketika dia lelah dia berhenti di sebuah restoran yang sangat terkenal di sana. Tempat yang sangat cocok untuk dia yang sedang diet, Khiren sudah meminta pelayanan untuk memesan sebuah meja untuk beberapa hari yang lalu. Saat masuk ke tempat itu dia melihat ada seorang pria yang sedang menikmati makan sendiri di seberang mejanya. Saat dia duduk, dia melepas topi dan kaca matanya. Pria itu sangat kaget melihat wajah Khiren sampai-sampai Khiren merasa risih dan terpaksa dia memeriksa wajahnya di handphone nya.


Pria itu begitu lama menatap Khiren, lalu dia menghampiri Khiren dengan langkah yang ragu-ragu.


"Khiren?" Pria itu bicara dalam bahasa yang tidak bisa Khiren pahami.


"Apa? Maksudnya tuan apa?" Khiren bicara dalam bahasa Inggris.


"Maaf, aku pikir kamu adalah Khiren. Dia adalah istriku dan dia sudah menghilang hampir sebulan."


"Benarkah? Apa aku begitu mirip?" Khiren penasaran dengan wajah istri pria itu.


Khiren mulai memperhatikan pria tinggi, putih, yang memiliki mata biru tua yang sangat indah hampir sama dengan Rai. Pria yang begitu menawa, muda dan dia terlihat seperti model internasional yang begitu sangat sempurna.


"Nona, boleh saya duduk di sini?"


"Silakan!"


Bersambung.....


Like dan komentar ya kawan. Jangan lupa favoritkan biar dapet notif cepat kalau ada episode baru β˜ΊπŸ˜Šβ˜ΊπŸ˜ŠπŸ˜‡β˜ΊπŸ˜Šβ˜ΊπŸ˜Š