
Belajar melepaskan dirinya walau inti jiwa tak terima
Dengan perasaan senang wulan mendekati Arum sahabatnya di kantin berhubung kelas pagi mereka berbeda dan menceritakan apa yg di alami nya pagi itu
"Itu namanya lo suka sma diki" ucap arum menaggapi cerita sahabatnya
wulan sedkit berfikir apa benar ? jika begitu ? apa tuhan sedang membukakan hatinya untuk seorang lelaki ? tanya nya dalam hati
"woii ... kok malah ngelamun sih " teriak arum sontak membuat wulan sadar di tengah lamunannya ..
"biasa aja sih kaget gue " gerutu wulan membuat arum terkekeh
" syukurlah gue gak curiga sekarang kalo lo gak normal " celetuk arum
" kebiasaan lo tuh , liat aja kalo sampe gue punya pacar gue gak bakalan mau temenan sama elo " ucap wulan dengan tertawa
" belagu amat lo lan " balas arum kesal
" ya abis lo ngejek gue terus sih kaya bukan temen aja " terang wulan
" eh lo inget ya dari sekolah SMA gue nemenin kejombloan elo gak tau diri namanya klo lo lupa sama gue " jelas arum membuat wulan sedikit tertawa .
" hahahaha baiklah sahabatku , hidupku tak tau bagaimana jika tanpamu " goda wulan membuat arum bergidig geli
" ihh gila juga ya lo mentang2 ada cowok yang deketin lo sekarang berubah jadi agresif " ucapan arum sontak membuat wulan semakin tertawa geli melihat sahabatnya yg memang setia menemani wulan sampai detik ini .
" tapi lo harus hatihati gue gak mau lo kecewa karena percaya sama cowok apalagi elo belum terlalu kenal " ucapan wulan sedikit khawatir
" tenang aja rum gue tau batasan kok gue juga bisa menilai mana cowok yang baik dan mana cowok yang nggak baik " jelas wulan membuat arum lega
" yaudah cabut yu ? gue ada urusan " ajak arum yg d balas anggukan lalu mereka berpisah seperti biasa d parkiran
Kampus 12:35
Nara berlari menuju kelas keduanya siang ini sial motornya mogok dan harus terlambat masuk jam hari ini , karena terlambat dan dosen tidak mengijinkan nya masuk Nara bergegas pergi ke kantin pandangan nya saat itu tajam melihat sosok lelaki yg tidak salah lagi adalah orang yg menjadi selingkuhannya amel dia bergegas berjalan mendekati lelaki itu tapi nara mengurungkan niatnya dan sedikit mengelus dadanya yg sedikit menahan emosi baginya tidak seharusnya bahkan tidak perlu memperpanjang masalah yg perlu dia lakukan adalah memaafkan dan melupakan semuanya hidup hanya sekali jadi nikmati "Dont worry be happy" fikirnya dalam hati .. lalu dia beranjak menuju parkiran dengan senyuman yang terlukis di bibirnya dia menyalakan motornya dan melaju ..
Nara menghentikan motornya di sebuah tempat , tempat pavorit nya : CaffeMetro
Rumah Wulan
Sedang asyik mengobrol dengan ibunya wulan di kagetkan dengan suara nada dering ponselnya , hapenya bergetar panggilan masuk nomor baru .
" bentar ya mah aku angkat telpon dlu " pamit wulan beranjak lalu mengangkat telponnya
" hallo " sapa wulan
" hai nona ? ucap suara di dalam telepon panggilan tidak asing untuk wulan membuatnya langsung mengenali sosok lelaki yg menelponnya siang itu .
" eh hai diki kirain siapa ? ada apa telpon ? tanya wulan
tidak menjawab pertanyaan wulan diki malah balik bertanya .
" apakah sekarang aku bisa mengajakmu jalan nona ? ajak diki
" sekarang ? tanya wulan
" iya nona sekarang kita bertemu di caffemetro " ucap diki membuat wulan sedikit kecewa , kenapa tidak menjemputnya ? berpamitan kepada ibunya , 'ahh mungkin itu sudah kuno' fikirnya perlahan menyadarkan lamunannya .
" aku harus ijin dulu sama ibu " ucap wulan
" baiklah silahkan ijin tapi jangan menutup telponnya aku akan menunggu " pinta nya
" oke tunggu sebentar" wulan pun beranjak menghampiri ibunya lalu meminta ijin siang ini untuk pergi dengan diki ke sebuah caffe .
ibu Ana sempat kaget dan senang akhirnya anak nya sudah bisa beradaptasi dengan seorang lelaki tanpa basa basi ibu ana mengijinkan anaknya dengan bersemangat meminta supirnya untuk mengantar wulan ke tempat dimana anaknya akan bertemu lelaki itu .
Wulan yang senang saat itu memberitahu diki kalau ibunya memberi ijin untuk bertemu dengan nya siang ini , wulan mempersiapkan dirinya untuk bertemu diki lelaki yg akhir-akhir ini sering membuatnya tersenyum.
berangkat dengan pak supir wulan kelihatan cantik seperti biasanya
gugup dengan debaran jantung yg tak menentu wulan tak sabar bertemu dengan sosok diki .