Love Scenario

Love Scenario
Perkenalan



Wulan seorang perempuan cantik keras kepala menjadi perhatian di salah satu kampus di kota B


Matanya yang sayu bibirnya yang seksi dan body nya yang tidak bisa lepas dr pandangan lelaki


Nara seorang lelaki yang entah sejak kapan memuja seorang wanita yang tak lain adalah wulan wanita yang mengalihkan perhatian seluruh lelaki yang ada di kampusnya begitu pun dengan semua temannya sangat penasaran dengan sosok wanita itu


bukan malah ingin mengejarnya baginya jika jodoh dia akan di pertemukan dengan cara-cara tuhan yang tak di duga


"Ahh aku hanya memujanya tuhan" Gumamnya" ketika sosok wanita itu melewati area kampus tak lepas dari pandangan lelaki yang sebagian ada yang menyoraki bahkan bersuit-suit ria ketika wanita yg tak lain adalah wulan wanita yang mengalihkan perhatian seluruh area kampus ini


"Buset dah makin cantik aja nih" Teriak Dayu teman Nara


"Awas mata lo copot blad" sindir Nara lalu melangkah pergi menuju kelasnya


sementara dayu tersadar dan mengejar langkah nara "woy tunggu dong" Teriak dayu lalu berlari meyusul Nara


Di tempat lain


"Apaan sih kaya yang gak pernah liat gue aja" Wulan mendengus kesal menghentakkan kakinya lalu berjalan dengan cepat ke dalam kelasnya


bagaimana tidak setiap hari d teriakki dengan sorakkan dan suit-suit dr seluruh lelaki yang ada di kampus membuatnya tidak nyaman "Lama-lama gue males ke kampus kalo begini terus" gumamnya


"Eh tumben gak telat lan" ucap arum temannya


"Gak tadi gue buru2 masuk kelas" Ucap nara sedikit kesal


"Harusnya lo bersyukur lan semua wanita disini iri sama lo" tambah arum


"Males banget ah masuk yuk mau mulai nih " ajak Wulan ' merekapun masuk kelas


"Sampai nanti kelak esok kan *kembali*****"


Setelah kelas selesai Wulan dan Arum bergegas untuk pulang


seorang lelaki tampan kakak kelas mereka menghampiri sontak mata Arum terbelabak tidak menyangka akan kedatangan lelaki itu


"Panggil aku diki" Ucapnya


"Wulan " balasnya


"Arum" ucap nya tak mau kalah


"Terimakasih nona aku harap kalian tidak akan menolak kehadiran ku di lain hari " ucap nya dengan berlalu meninggalkan arum dan wulan


"Cakep" gumam arum sontak membuat wulan melihat kearah nya memandang wajah arum yang tidak lepas dr pandangan lelaki itu


"Sadar woy udah pergi" teriak wulan membuat arum tersadar


"Cakep tau , tapi gue udah tau yang d tuju elo tapi gapapa gue bersyukur punya temen kaya elo lumayan bisa kenalan sama cowok2 ganteng " ucapnya sambil tertawa


"Idih dasar lo manfaatin temen namanya" balas wulan


" eh tapi gue bingung kenapa lo kok gak punya pacar sampe sekarang , jangan-jangan lo gak normal lan " arum


"Sembarangan lo males pacaran gue mau langsung nikah " Balas wulan sambil berjalan d ikuti arum


"Eh tapi kan lo bisa pilih-pilih calon suami dulu kalo pacaran mah "Arum


" Hemmm bisa di atur sih , males ribet aja sebernya " ucapan wulan membuat arum tidak membalas lg dia tau sifat temannya ini tidak bisa di tebak sikapnya yang mengalir tidak mau d repotkan dengan hal hal yg berbau dengan hubungan .


"padahal dengan kecantikannya dia bisa mendapatkan lelaki seperti apapun yang dia mau entahlah " gumam arum dalam lalu menggelengkan kepala menatap wulan yang sudah bersiap pulang d jemput sopirnya"


"Duluan ya rum " teriak wulan dalam mobil


"Wokke " sahut arum lalu berjalan menuju parkiran untuk segera pulang "


" enakan d jemput kayanya" gumam arum dalam hati sembari melaju dengan mobilnya .