Love Scenario

Love Scenario
Episode 4



Hanya dapat memendam rasa


"Akhirnya sampe juga , oh ini loh tempatnya " gumam wulan melihat sekeliling tempat dimana diki mengajaknya bertemu


Wulan duduk di salah satu tempat yg kosong


" mau pesan apa mbak ? ini menu nya mbak , seorang pelayan menawarkan menu


" oh iya makasih mas , Ini aja wulan menunjuk salah satu menu yg ada di buku menu itu


" tambah nya nanti aja mas saya masih nunggu teman " tambah nya lagi pelayan tersebutpun mengangguk mengerti lalu beranjak dari tempat wulan untuk menyiapkan pesanan pelanggannya .


Nara yang tak jauh berada di tempat itu melihat wulan, tatapannya tak lepas dari wulan yang menurutnya semakin hari semakin cantik


"Cantik" gumamnya dengan ukiran senyuman di bibirnya rasanya ingin sekali Nara menghampiri sekedar menyapa lalu menatap wanita itu dari dekat . Namun Nara tidak punya keberanian dia lebih baik menikmati kecantikan wulan dari jauh , dengan rasa penasaran , Nara yg berniat pulang karena sudah hampir 2 jam dia berada d caffe itu pun mengurungkan niatnya ,


"Penasaran gue mau ketemu siapa sih tu cewek " gumamnya dalam hati


Tak lama kemudian ..


"Astaga ... !!!! Kaget Nara dengan kehadiran sosok lelaki yg sangat tidak asing menurutnya itu


" Shit ! Serendah itu kah seleramu ? sayang sekali cantikmu " ucap Nara menatap jijik kepada wulan yg beberapa menit yg lalu di puji kecantikannya , Nara semakin tidak percaya yg d temui Wulan adalah lelaki yg kemarin berbuat mesum dengan amel mantan pacarnya ,


" di tempat ini pula , parah ! ucap nara dengan tatapan benci rasanya ingin sekali dia menarik lakilaki itu lalu memukuliya dengan amarah yg sejak kemarin ia tahan .


"Bukan urusan gue ! ucapnya lagi dan berlalu pergi setelah membayar bill d caffe itu ..


Wulan yg sama sekali tidak tau kehadiran sosok lelaki lain yg memperhatikannya itu , sedang menikmati minuman dan beberapa makanan yg ia pesan setelah diki datang .


wulan tidak bisa berhenti memandangi wajah diki yg menurutnya sangat sempurna . raut wajah yg sedikit memerah bibir yg selalu tersenyum di kala berbincang dengan diki , candaan candaan diki sepertinya mampu meluluhkan hati wulan , itu semakin menarik perhatian diki .


" Kamu udah punya pacar nona ? tanya diki pada wulan sontak membuat wulan kaget


" Masa sih nona ? cewek secantik kamu ? " tanya diki penasaran , ucapan diki semakin membuat hati wulan tidak karuan .


" Eh iya belum pernah malahan" balas wulan sedikit malu


" Serius ? tanya diki tak percaya , ' wahh bagus nih , menang banyak "tambahnya dalam hati


" iya ki serius ih gausah tanya terus " jawab wulan semakin merah raut wajah nya karena malu . dia fikir itu hal yg wajar karena diusianya yg sekarang ,remaja lain mungkin sudah pernah bahkan sering gonta ganti pasangan dan ada juga yg sudah menikah .


" kalo begitu , nona mau gak ? jadi pacar aku ?


aku emang baru kenal kamu kemarin tapi jujur aku memperhatikan mu sudah lama sekali " nunggu waktu yg pas aja , tambah diki tak henti2 nya membuat jantung wulan brrdebar wajah merah nya semakin terlihat dan wulan tidak tau harus bagaimana salah tingkah ah wulan merasa ini adalah pertama baginya , apakah semua lakilaki seperti ini ? tidak mau basa basi ? wulan larut dalam fikiranya lalu tersadar oleh suara diki yang sedari tadi menunggu jawaban darinya .


" eh gimana ki ? hehe wulan salang tingkah itu membuat diki semakin gemas dengan wulan


" kok ngelamun sih ? kenapa ? " tanya nya pada wulan


" aku bingung aja baru pertama kali juga ki ada cowok ngajakin aku pacaran , ucap nya membuat diki semakin penasaran terhadap wulan , entah apa yg di fikirkan diki seakan kesempatan dari kepolosan wulan diki tidak menyerah begitu saja sebagai lelaki yg sering gonta ganti wanita ini mungkin hal mudah baginya .


" kamu tenang aja , aku beneran suka sama kamu , udah lama cuma aku nunggu waktu kaya gini , aku sempet panggil kamu nona waktu itu , itu panggilan sayang buat kamu , kamu percaya sama aku , kita jalani aja aku bakalan jadi lakilaki yg baik buat kamu " jelas diki membuat wulan tidak bisa berkata apaapa ,


" gimana ? apa aku boleh setiap hari memanggilmu nona ? kalo boleh artinya kamu menarima ku ", tanya diki ingin yakin


" Baiklah " jawab wulan


" Yesss akhirnyaaa " seperti mendapatkan kemenangan yg gemilang refleks diki memeluk wulan yang masih tidak percaya mendapat pernyataan dari diki di tambah perlakuan diki yang memeluk wulan tanpa permisi ,


" Eh ki jangan gini malu sama org , " cegah wulan yg melepas pelukan diki , wajah nya tak henti-henti nya memerah sontak membuat diki kaget .


" hehe maaf saking senengnya " diki tekekeh malu, " Sial baru kali ini ada cewek nolak gue peluk , harus cepet - cepet gue dapetin nih " tambahnya dalam hati , sambil tersenyum manis kepada wulan .