
Di dalam bioskop, Tan Qing Yu, Shu Lian Zhi, dan Lu Wei Wei memandang ke arah Shen Shen yang hanya terdiam menatap film yang sedang ditayangkan di depan mereka itu dengan ekspresi datar. Aura Xiao Shen Shen terlihat sangat gelap dan suram, entah apa yang terjadi, penulis muda itu terlihat sangat tidak senang. Bahkan ketiganya yang melihat Xiao Shen Shen menjadi begitu aneh pun merasa kebingungan.
Pada awal rencana, Shen Shen terlihat baik-baik saja. Gadis bermata hitam itu membalas pesan mereka dengan antusias di dalam grup obrolan. Lalu, dengan sangat tiba-tiba, ketika Shen Shen datang untuk makan malam bersama dengan mereka sebelum menonton film, gadis cantik itu terlihat sangat kusut dan murung. Bahkan saat film yang mereka tonton telah diputar, Shen Shen masih menunjukkan reaksi yang sama.
"Psstt! Sebenarnya apa yang terjadi padanya?" Tan Qing Yu berbisik ke arah Lu Wei Wei yang duduk di sebelahnya.
Wei Wei menolehkan kepalanya pada Qing Yu dan menggelengkan kepalanya tidak mengerti. "Aku juga tidak tahu, dia sepertinya memiliki suasana hati yang buruk sejak tadi."
"Eh? Begitu tiba-tiba? Kupikir dia sangat antusias dengan pertemuan kita kali ini, tapi lihatlah wajahnya! Sepertinya sesuatu terjadi sebelum dia pergi menemui kita di pusat perbelanjaan beberapa waktu lalu." Qing Yu kembali berbisik pada Wei Wei, dia benar-benar sangat penasaran dengan perubahan mood yang dialami oleh Shen Shen.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dia terlihat buruk sekali!" sahut Wei Wei dengan khawatir, pada saat ini Lian Zhi tidak dapat berbicara dengan mereka berdua karena posisinya yang berada di sebelah kanan Shen Shen.
Qing Yu mengusap dagunya dengan salah satu tangannya dan berkata, "Hmm ... haruskah kita bertanya langsung pada Shen Shen?"
"Apa kamu sudah gila?!" jawab Wei Wei dengan mata yang melotot.
"Hei, lalu apa yang harus kita lakukan? Mengajaknya berbelanja untuk membuat suasana hatinya kembali menjadi lebih baik? Akan lebih bagus jika kita tahu apa yang membuat Shen Shen menjadi seperti itu, lalu dengan perlahan menghibur dirinya."
Mendengar penjelasan Tan Qing Yu, Wei Wei terdiam sembari berpikir. Setelahnya dia mengangguk-anggukkan kepalanya, ucapan Qing Yu memang ada benarnya. Itu adalah saran yang bagus untuk membantu Shen Shen yang berada dalam suasana hati yang buruk.
Menghela napas pelan, Wei Wei tersenyum pada Qing Yu. "Setelah ini, mari kita berbicara dengannya!"
Setelah menghabiskan hampir dua jam untuk menonton film, kini keempat wanita muda itu keluar dari area bioskop. Membawa Shen Shen ke salah satu cafe yang berada di pusat perbelanjaan tersebut, ketiga teman Shen Shen mendudukkan penulis muda itu ke salah satu kursi yang ada di sana dan menatap Shen Shen dengan serius.
Lian Zhi pergi memesan beberapa minuman untuk mereka, sedangkan Qing Yu dan Wei Wei memilih tetap tinggal bersama dengan Shen Shen di salah satu meja yang ada di dalam cafe tersebut.
"Jadi, Xiao Shen Shen, apa yang membuatmu terlihat tidak senang? Kamu terlihat sangat buruk sekarang ini!" Qing Yu dengan cepat bertanya pada Shen Shen yang sejak tadi terdiam, hal itu membuat Shen Shen menatap Qing Yu terkejut.
Xiao Shen Shen terdiam sebentar, ingatannya kembali berputar pada kejadian di basement apartemennya. Shen Shen mengelak sambil tersenyum kecil. "Ah, tidak! Tidak! Hanya beberapa masalah kecil tentang novel baruku, itu cukup melelahkan ketika aku membuatnya!"
"Kamu yakin? Jangan membohongi kami!" ucap Wei Wei sembari menyipitkan kedua matanya curiga.
"Aiya! Tentu saja! Sudahlah lebih baik kita membicarakan hal yang lain saja, bagaimana?" diam-diam Shen Shen mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Kamu benar! Mari kita bersenang-senang malam ini!" seru Xiao Shen Shen dengan wajah yang kembali ceria, kali ini dia memutuskan untuk melupakan kejadian yang telah dia lihat tadi.
Tidak peduli apakah itu benar kekasih Sutradara Fu atau tidak, Shen Shen hanya ingin menjalani kehidupannya dengan baik tanpa banyak permasalahan yang mengganggu. Sudah banyak masalah yang dia miliki karena naskahnya, kini tidak boleh ada masalah lain yang menyebalkan masuk ke dalam hidupnya, cukup jauhi saja Sutradara Fu dan berinteraksi saja secukupnya sebagai tetangga apartemen.
.........................
Xiao Shen Shen pulang cukup larut malam, jam menunjukkan pukul sebelas malam dan dia baru saja memarkirkan mobilnya di area basement sebelum memasuki lift dan naik ke lantai apartemennya. Ketika pintu lift terbuka, gadis berusia 25 tahun itu keluar dan berjalan dengan santai menuju unit apartemennya. Namun, dari kejauhan dia melihat seseorang terlihat terduduk di lantai sembari menyandarkan dirinya ke pintu apartemen milik Ling Tian.
Tunggu, itu...
'Tidak mungkin dia bukan?' Shen Shen berucap dalam hatinya, entah kenapa secara tiba-tiba jantungnya berdegup dengan kencang dan Xiao Shen Shen merasa gugup.
Berjalan lebih cepat, Shen Shen terdiam dengan wajah terkejut ketika orang yang dia lihat sedang duduk di lantai dengan menyedihkan benar-benar Sutradara Terkenal Fu Ling Tian. Shen Shen kembali bertanya dalam hatinya, 'Apa yang dia lakukan di sini? Sepertinya dia duduk di luar dalam waktu yang lama!'
Mendengar suara langkah kaki, Ling Tian yang sejak tadi duduk diam di depan apartemennya dengan cepat mengangkat kepalanya yang tertunduk, kedua matanya membulat saat dia melihat Shen Shen yang kini berdiri tak jauh dari tempatnya duduk. Tanpa mengatakan apa pun, Ling Tian bangkit dari posisinya dan menatap Shen Shen dengan sayu.
"Nona Penulis Xiao..." Ling Tian memanggil Shen Shen dengan ragu-ragu, cukup mengerti bahwa sepertinya keduanya menjadi canggung karena kejadian sebelumnya.
Di satu sisi yang lain, Shen Shen memandang Ling Tian dengan senyum dipaksakan. Denyutan nyeri kembali dia rasakan dalam hatinya, entah kenapa melihat Ling Tian justru membuat Shen Shen yang awalnya tenang menjadi kembali meluap penuh kekesalan. Tanpa dia sendiri sadari, Xiao Shen Shen menjadi sangat marah. Menghela napas pelan, gadis muda itu berusaha kembali meraih kesadarannya yang mulai menipis.
"Ah ... Sutradara Fu, lantai sangat dingin dan ini sudah larut malam, sebaiknya kamu masuk ke dalam apartemenmu dan beristirahat." ucap Shen Shen sembari tersenyum kecil, pandangannya dia turunkan ke bawah, tidak ingin menatap Fu Ling Tian lebih lama lagi.
Melihat Shen Shen yang akan masuk ke dalam apartemennya, Ling Tian dengan cepat meraih satu tangan Shen Shen dan menggenggamnya. "N-Nona Penulis Xiao, ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu!"
"Sutradara Fu! Maaf, tapi Aku sangat lelah. Karena itu tolong kembalilah ke apartemen kamu dan biarkan aku juga beristirahat di dalam apartemen aku." ucap Shen Shen tajam, satu tangannya yang digenggam oleh Ling Tian dia lepaskan dengan paksa.
Shen Shen dengan cepat membuka pintu apartemennya dan masuk ke dalam tanpa menoleh ke arah Ling Tian sama sekali. Begitu pintu tertutup sempurna, Xiao Shen Shen menyandarkan punggungnya ke pintu apartemennya dan memejamkan kedua matanya dengan alis yang turun ke bawah. Berbeda dengan Shen Shen, di luar pintu apartemen, Ling Tian mengusap wajahnya kasar.
Semuanya menjadi berantakan! Hal yang seharusnya baik justru menjadi hancur begitu saja karena seseorang dari masa lalu yang merusak segalanya! Ling Tian menggeram dengan penuh kemarahan, sekarang Xiao Shen Shen mungkin akan menghindarinya dan dia tidak bisa berbuat lebih banyak atau gadis muda itu akan semakin kesal padanya. Ling Tian menghela napas panjang, lebih baik dia masuk ke dalam apartemennya lebih dulu dan berpikir tentang cara untuk menjelaskan semua itu pada Shen Shen dengan baik.