Love Scenario

Love Scenario
sandiwara



Keesokan paginya Revan tebangun dengan tubuh penuh luka gigitan.


"Apa yang terjadi padaku?" Mata Revan mulai menerawang seluruh sudut hingga akhir matanya fokus pada satu objek yang amat menakjubkan.


Khiren tertidur pulas di samping Revan dengan beberapa bagian mengalami luka yang sama dengan Revan, wanita cantik berkulit putih itu terlihat seperti malaikat yang memikat Revan.


"Apa aku bermimpi? Jika benar aku tidak ingin terbangun lagi." Revan mendekat dan mencium kening Khiren dengan pelan.


Pelahan mata Khiren terbuka dan melihat Revan yang memandangi wajahnya terlalu dekat.


"Jangan tanyakan apapun! Intinya kamu mabuk dan aku membawa kamu ke sini dengan bantuan tunangan temanku dan karena kamu muntah di bajunya, dia pergi setelah sampai di depan pintu. Aku meminta seorang membersihkan muntahanmu dan aku yang menganti semua pakaian kamu tapi kamu malah menyiksa aku dari semalam dan karena aku banyak pekerjaan tolong jangan buka mulut mu oke. Aku tak ingin mendengar apapun yang keluar dari mulut kamu."


"Tapi... "


"Diam! Aku bilang tidak ingin mendengar apapun, apa kamu gak dengar?"


Revan hanya diam saja, Khiren terlihat sangat emosi dan tidak bisa di ajak berbicara. Khiren pergi begitu saja setelah menggunakan pakaiannya.


"Hallo! Rere, tolong rahasia keberadaan aku untuk sementara waktu dan jangan pernah bahas tentang hipnotis untuk saat ini."


"Baik, tapi jangan terlalu lama karena Tuan Kye akan menagih janji kita setelah tahun baru." Ucapan Rere tegas agar Khiren tidak mengingkari janjinya.


"Iya, aku tau! Kalau begitu sampai jumpa!"


Khiren ingin menenangkan diri sebelum kembali ke rumah dan bertemu dengan Rey, dia ingin menyelidiki motif Rey menghilangkan ingatan khiren. Khiren masih tidak habis pikir dengan apa yang dia dan Revan lakukan semalam, rasa malu bercampur marah dan juga sedikit rasa aneh membuat dia hilang kata untuk mendiskripsikan perasaannya pada saat itu.


Agar suasana hati lebih tenang ia pergi ke taman dan merenung tenang perasaanperasaan. Tiba-tiba rasa perutnya terasa nyeri.


"Apa yang terjadi? Ini seperti.... Apa aku datang bulan? Apa yang harus aku lakukan sekarang?"


Lalu ia menelpon Rey untuk menjemputnya, tak sampai 5 menit Rey sudah datang.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu tidak di rumah semalam?"


"Cepat jalan!" Khiren membentak Rey


"Iya" Rey terkejut dengan Khiren yang kasar.


Sampai di rumah Khiren masuk ke kamar dan tidak keluar hingga malam tiba, Rey tidak berani meminta Khiren untuk keluar karena suasana yang sedang buruk.


Tepat jam 8 malam Khiren keluar dan makan sendiri di meja makan. Entah kenapa dia menyuruh seorang pelayan memanggil Rey untuk menemaninya makan.


"Ada apa?" Tanya Rey.


"Duduk di sini!" Pinta Khiren dengan lembut sambil menyeret kursi lebih dekat dengan dia.


Rey tidak mengerti dengan apa yang baru saja di minta Khiren padanya.


Khiren yang melihat Rey tidak berpindah dari tempat duduknya membuat dia jadi emosi dan menatap Rey dengan tatapan membunuh. Rey yang sudah pernah di banting oleh Khiren dan itu membuat Rey trauma. Dengan cepat Rey berpindah tempat duduk sebelum Khiren benar-benar marah.


"Suapin aku cepat!"


Rey menurut dan menyuapi Khiren hingga selesai, set itu mereka bersantai di ruang TV dan menonton beberapa film dengan posisi Khiren tidur di paha Rey mereka menikmati film dengan tenang. Ketika waktu tidur Khiren meminta Rey menggendongnya hingga ke kamar tidur dan Rey masih mau melakukan hal itu tanpa membantah hingga saat Khiren ingin di bacakan dongeng sebelum tidur dan itu membuat Rey sangat kaget.


"Kenapa kamu seperti anak kecil?"


"Jadi, kamu mau baca atau gak? Cepat baca kalau gak aku pergi dari rumah!" Ancam Khiren.


"Iya, aku akan baca." Akhirnya Rey mengalah dan membuat beberapa cerita hingga Khiren tertidur pulas.


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen!!!