Love Scenario

Love Scenario
Kebangkitan Master



"Selamat datang kembali di istana!" Zonathan menyambut Khiren yang baru turun dari pesawat pribadinya.


Saat pintu di buka, ruangan istana di penuhi bunga dan juga balon. Semua anak buah berkumpul dan menggunakan topi ulang tahun. Bahkan mereka menyiapkan kue yang besar.


"Selamat ulang tahun, master!" Mex meniup terompet.


Namun reaksi Khiren hanya kaget, diam dan sesaat hanya membeku.


Semuanya yang melihat reaksi Khiren yang hanya diam saja tidak berani melanjutkan pesta, dan Mex terlihat takut karena meniup terompet di dekat telinga Khiren.


"Master, maafkan kami!" Mex segera minta maaf sebelum Khiren mengamuk.


"Untuk apa?"


"Tapi master tidak su..." Ucap Mex ragu


"Lanjutkan pestanya!" Perintah khiren.


"Tadi aku hanya kaget sekaligus terharu karena kalian ternyata mengingat ulang tahun aku. Lanjutkan pestanya!" Ucap Khiren.


"Ayo mulai!" Zonathan memberikan aba-aba agar lili segera di nyalakan dan musik segera di mainkan.


Mereka berpesta pora, berdansa dan juga bernyanyi bersama, sebelum akhirnya memotong kue dan membagikan kepada semua orang. Khiren terkenal sangat berdarah dingin oleh pesing dan juga orang-orang dunia kegelapan. Tapi, dia terkenal sangat rama dengan orang-orang nya, bahkan mereka sering menyebut khiren sebagai bidadari. Karena khiren memperlakukan anak buahnya sama seperti keluarga.


***


Setelah pesta selesai, Khiren meminta Zonathan dan Mex memberikan laporan beberapa tahun terakhir tentang pemasukan dan juga uang yang mereka pinjamkan pada beberapa perusahaan.


"Apa ini!" Khiren berubah menjadi tegas saat bekerja. Dia melempar dokumen yang di berikan oleh Mex.


"Kenapa perusahaan milik tuan Ling tidak memberikan pembayaran dua tahun terakhir! Apa kerja kalian selama saya tidak di tempat! Kita bukan orang lemah! Lalu kenapa dia bisa membuat kalian takut untuk menagih hutan pada orang tua sialan itu hah?!"


"Maafkan kami, master! Tuan Ling selalu menunda pembayaran, dan dia juga menggunakan kekerasan pada anggota yang menagih uang padanya. Selain itu, ada campur tangan perusahaan ZY dalam hal itu, karna itu..."


"Cukup, besok kita ke sana! Kalian berdua dan pilih dua anak buah tercerdas dan kuat di dalam anggota kita."


"Baik master!"


"Kalian berdua sekarang bisa keluar dan istirahat!" Ucap Khiren.


"Baik, terimakasih master!" Ucap kedua orang itu.


***


Keesokan paginya, Khiren pergi dengan 5 anak buahnya untuk mengunjugi kediaman tuan Ling. Pakaian Khiren serba hitam termasuk topengnya yang mengartikan akan ada kematian, dia jalan dengan penuh pecaya diri.


Sesampainya di kediaman Ling, anak buah Khiren berhasil melumpuhkan semua penjaga kediaman itu lalu menerobos masuk. Dan saat mereka masuk, mereka di sambut dengan orang-orang perusaha ZY dan juga tua Pei dan Ling dan berada di belakang para penjaga. Penjaga itu tidak kurang dari 20 orang sedangkan Khiren cuma berenam. Tapi, Khiren tidak pernah merasa takut, malah dia merasa kalau itu bukan hal yang luar biasa.


"Maju! Bereskan dalam 1 menit!" Perintah Khiren.


"Tunggu dulu! Semuanya bisa di bicara baik-baik" ucap tuan Ling.


"Tentu saja,tuan Ling!"


"Berani kalian menghina master kami!" Mex emosi mendengar ucapan dua orang tua itu.


"Tengkan dirimu!"


"Tentu saja! Ayo kita bermain! Aku akan menaklukkan kalian dalam satu ronde!" Ucap Khiren santai


"Anak-anak! Lakukan!"


Mereka semua mulai menyerang dan tak sampai 1 menit semua berhasil di lumpuhkan.


"Hahahaha... Bukankah ini mengasikkan?" Ucap Khiren yang menghampiri dua orang tua itu.


"Ayo bermain satu ronde lagi dan ini yang terakhir!"


"Tolong ampuni kami!" Ling dan Pei langsung berlutut dan memohon ampun sambil sesekali melirik ke arah jendela.


"Apa yang kau lihat tuan Pei? Pasti sisa anak buah yang ingin kau perintahkan bukan?"


"Tidak tidak! Saya hanya..."


"Semuanya orang-orang mu telah musnah dan kini tinggal kalian berdua! Apa kalian juga ingin merasakan hal yang sama?"


"Tolong ampuni kami?! Kami berjanji tidak akan menunda pembayaran lagi! Kami mohon nona!"


"Nona? Hahahaha... Coba ulang!"


"Maaf maaf maafkan kami, ma...master!"


"Bagus, kesalahan kalian terlalu besar untuk di maafkan begitu saja! Mex bawa kertasnya! "


Mex langsung membawa kertas dan pulpen dan seorang dari mereka masuk untuk mencari serempet.


"Apa ini?"


"Bicalah!"


"Apa-apaan ini? Bagaimana bisa sebagian besar harta milik kami jadi aset milik perusahaan SS?"


"Kalian tau resiko kalau tidak menanda tangani surat itu'kan?"


"Lakukan saja untuk nyawa kita!" Bisik tuan Pei yang ketakutan setengah mati.


Setelah semuanya selesai Khiren pun melangkah pergi dari tempat itu. Dia berhenti sejenak dan menghampiri kedua orang yang masih berlutut itu.


"Lain kalia jika ingin berhianat dipikir-pikir dulu paman!" Khiren menepuk bahu keduanya sebelum dia pergi meninggalkan tempa itu.


Bersambung.....