Love Scenario

Love Scenario
Episode 38 Penawaran



“Aku gak mungkin terus berada di sini, walaupun aku tidak ingin pulang dan melihat Revan tapi aku harus tetap keluar dari rumah ini!” Khiren terus mondar-mandir.


“Ah, kenapa tidak terpikirkan dari kemaren.”


Khiren menjatuhkan dirinya kelancatai sambil menjatuhkan bebera barang, “Tolong!” suara teriakan yang keras dan pelahan-lahan mulai melemah.


Beberapa orang datang dan mengangkat dia ke tempat tidur, seorang dari mereka segera menghubungi Rey untuk segera kembali ke rumah itu. Tak lama kemudian Rey datang dengan wajah khawatir, dia terus saja menggenggam tahan Khiren sambil berkata, “Hinata, kamu jangan buat aku khawatir begini, aku sangat mencintai kamu tapi


kenapa kamu tidak bisa melihat hal itu? jangan tinggalkan aku! Hinata, aku


tidak akan melepaskan kamu?! Kumohon bangunlah!”


Mata Khiren pelahan mulai terbuka dan dengan suara lemas dia berkata “Rey… Rey…” lalu dia bangun dan memeluk Rey dengan sangat kencang seakan dia baru saja bermimpi buruk.


“Ada apa Hinata?” Rey mulai panik.


“Kalian cepat Keluar!” Teriak Rey pada para pesuruhnya yang ada di dalam rungan itu.


“Rey…”


“Iya Hinata, aku ada disini! Jangan takut”


“Hemmm,, semua telah keluar? Bagus sekali!” Khiren mendorong Rey dan memberi jarak antara mereka.


“Rey, aku ingin berdiskusi tentang segalanya termasuk hubungan kita!”


“Hubungan kita?” Rey kaget mendengar ucapan Khiren dan juga sedikit bahagia karna dia Khiren mulai mengakui kalau mereka memiliki hubungan.


“Silahkan!”


“Tapi…”


“Jangan potong omongan SAYA PAHAM!” Khiren menatap Rey dengan matanya yang tajam.


“Aku tau kamu mencintai aku dengan tulus tapi aku ini wanita yang sudah berseumai dan tidak mungkin aku mencintai orang lain!”


“APA? kamu pasti bohong!”


“Gaklah, buat apa aku bohong tentang hubungan aku? mungkin kamu udah mencari tau tentang aku, tapi aku bisa jamin kalau informasi kamu itu tidak lengkap karena aku baru beberapa bulan menikah sebelum insiden penculikan bulan lalu.”


“Hinata, kamu jangan main-main dengan hal itu, kamu seorang Artis dari agensi VR Entarteiman, bukan sudah jelas sebelum masa kontrak habis semua Artis yang berkerja di bawah agensi tidak boleh pacaran apalagi sampai menikah?!!”


“Hahahahh… kamu lucu sekali, apa kamu tidak tau kalau aku tidak pernah terikat kontrak dengan perusahaan itu dari 3 tahun yang lalu, aku masih tetap mengambil beberapa tawaran main film dari perusahaan itu, ya karna pemilik perusahaan itu adalah teman aku, dia yang memaksa dan aku tidak mempublikasikan hubunganku karena aku kasihan dengan perusahaan temanku, yang pastinya akan mendapat imbas jika aku memiliki skandal.”


“Lalu… Hinata, apa kamu mencintai pria yang kamu nikahi itu?”


“So pasti lah! kalau aku gak suka ngapai juga aku nikah?! Intinya, aku ingin membuat sebuah kesepakatan untuk kita berdua, keuntungannya cukup menggiurkan, kamu hanya perlu membebaskan aku dengan damai dan aku akan menutup mulut tentanga semua ke jadian ini. tapi… kalau kamu tidak setuju dengan permintaan aku, ya terpaksa aku harus membuat kamu keluar dari industri perfilman dan akan ku buat karir kamu hancur menjadi debu!”


“Maksud kamu apa?”


“Kamu lebih paham maksud aku, kan? oh ya, jangan panggil aku Hinata lagi karna itu hanya mana kecilku, namaku sekarang adalah Khi..Ren, PAHAM?!”


“Baiklah, tapi aku harap kita tetap jadi teman setelah hari ini.”


“Tentu saja asal kamu tidak berisik”


Mereka tertawa bersama dan sorenya Khiren di antar hingga ke bandara, mereka berpisah seperti sahabat lama dan berpelukan sebelum akhirnya Khiren naik ke pesawatnya. Merski Rey masih sedikit sulit menerima kenyataan kalau Khiren telah menikah tetap saja dia berusaha terlihat bahagia dan ikhlas meninggalkan kenangan lama bersama Khiren kecilnya.