
*********Terimakasih sudah mau mampir ke ceritaku ya.
Jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya. Karena masukan dari kalian itu sangat-sangatlah penting.
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like dan komentar di setiyap ceritaku, supaya author lebih semangat dalam menulis cerita.
Happy Reading Reader*******...
----------
Tak lama setelah Rendi tiba, Ricko datang untuk menjemput Dilla.
Ricko: "Dil, ayo pulang"
Dilla: "Iya mas. Ca aku pulang dulu ya? suamiku udah jemput"
Caca: "Ati-ati ya Dil? Jaga Dilla untukku mas?"
Rendi tersontak kaget dalam hati ia bsrkata-kata "Suami? sejak kapan dia menikah? Cepat sekali kau melupakanku?"
Caca memasuki rumah dan beranjak ke lantai atas untuk masuk ke dalam kamar namun di stop oleh Rendi.
Rendi: "Ca, kakak boleh tanya?"
Caca: "Tanya apa? kok tumben?"
Rendi: "Dilla itu temenmu?"
Caca: "Iya temen sekelas. Kenapa kak?"
Rendi: "Berarti temen satu kampus?"
Caca: "Ya iya lah kak, Orang satu kelas ya pastinya sekampus"
Rendi: "Terus itu tadi suaminya?"
Caca: "Iya, baru kemarin ini nikahnya. Kok tumben kakak kepo? biasanya kalo ada temen Caca yang kesini juga cuek-cuek aja?"
Rendi: "Ya enggak, cuma mau tanya aja"
Caca: "Jangan di deketin lho kak, dia udah ada yang punya"
Rendi: "Siapa yang deketin? kan cuma tanya aja, kebetulan kakak kenal"
Caca: "Oh. Yaudah Caca mau ke atas dulu"
Rendi yang tak habis pikir dengan Dilla. Saat Rendi ke rumahnya, bapaknya bilang bahwa Dilla kabur, Sedangkan sekarang Dilla sudah menikah. Rendi semakin bingung. Ia akan mencari tau besok.
Sedangkan di sisi lain, Ricko dan Dilla memasuki mobilnya untuk pulang ke apartemen. Sepanjang jalan Dilla hanya memikirkan Rendi yang tiba-tiba kembali di kehidupannya. Ricko melihat Dilla yang terus menatap ke luar tanpa berbicara sedikitpun, Ricko menganggap Dilla marah kepadanya karena tidak menjemputny tadi sore.
Ricko: "Dil? Dilla?"
Dilla: "Iya mas?"
Ricko: "Mas minta maaf tadi nggak bisa jemput kamu"
Dilla mengernyitkan dahinya karena mendengar pria yang ada disampingnya tiba-tiba berbicara sangat lembut terhadapnya, berbeda dengan beberapa waktu lalu.
Dilla: "Nggak apa-apa kok mas"
Ricko: "Kamu marah kan sama mas?"
Dilla: "Dilla nggak marah sama mas, cuma agak capek aja badan Dilla"
Ricko: "Mas kira kamu marah soal mas nggak bisa njemput kamu sore tadi"
Dilla: "Hahaha masalah spele aja ngapain marah mas mas"
Ricko: "Untunglah kalo gitu"
Tak lama kemudian Ricko dan Dilla sampai ke apartemen. Untung saja Dilla tidak ada tugas Minggu ini. Karena Minggu-Minggu ini hanya banyak UTS (Ujian Tengah Semester). Dan rata-rata ujiannya adalah tes lisan dan praktek.
Dilla membaca novel dan menghidupkan televisi di ruang tengah. Hingga akhirnya Dilla tertidur, sedangkan Ricko berada di ruang kerjanya. Saat ini memang sangat banyak kerjaan yang menumpuk karena adanya proyek besar yang harusdi tangani.
Pukul 01.00 Ricko selesai menyelesaikan pekerjaannya. Saat ia beranjak tidur di kamarnya, ia melihat Dilla sedang tertidur di sofa depan televisi dengan kondisi televisi hidup dan wajahnya tertutup oleh novel.
Ricko hendak membangunkannya, namun niatnya ia urungkan. Ricko segera menggendong Dilla dan menidurkan Dilla ke ranjang. Mungkin Dilla benar-benar lelah, sampai dia tak terbangun sama sekali saat di gendong oleh Ricko. Ricko mengamati wajah Dilla yang begitu polos dan cantik natural tanpa polesan make up.
Ricko mengecup kening, Pipi yang sedikit chubby dan bibir yang mungil Dilla. Hingga akhirnya Ricko menyelimuti Dilla dan segera keluar dari kamarnya. Sesampainya di kamar Ricko, ia memegang dadanya sendiri sembari tersenyum "Mengapa jadi deg-degan seperti ini, Mungkin gini ya rasanya jatuh cinta" Karena memang Ricko tidak pernah berpacaran dengan seorang wanita. Dalam hidupnya sangat disibukkan dengan belajar dan bekerja.
Ia bergegas mandi dan masak untuk sarapan mereka berdua. Ricko pun juga begitu, namun ada hal yang berbeda dengan Ricko. Ricko keluar dengan bibir tersenyum tanpa sebab.
Dilla: "Ini mas sarapannya? Loh-loh tumben senyam senyum? Habis dapat lotre ya?"
Ricko: "Kok tau?"
Dilla: "Kamu beneran main lotre?"
Ricko: "Haha ya nggak lah Dill, Ngapain juga main lotre"
Dilla: "Terus kenapa kok senyum-senyum?"
Ricko: "Ra-Ha-Si-A" dengan menekan perkataannya.
Dilla: "Yaudah, aku juga punya rahasia"
Ricko: "Rahasia apa?"
Dilla: "Ra-ha-si-a"
Ricko: "ck, itu kata-kataku"
Dilla: "haha bodo amat"
Ricko hanya menggeleng dengan sikap istri cantiknya ini.
Dilla: "Mas, nanti nggak usah nganterin aku ya? Aku kuliahnya jam 11"
Ricko: "Habis ini ikut aku ke kantor, nanti jam 11 ku antar"
Dilla: "Nggak usah, aku malu kalo ke kantor"
Ricko: "Ngapain malu?"
Dilla: "Nanti aku jadi sorotan karyawan mas"
Ricko: "Nggak usah malu, aku kan bosnya"
Dilla: "Ih sombong banget"
Ricko hanya terkekeh mendengar Dilla seperti itu. Tak ada yang berani mengatainya selain istri dan mamanya sendiri.
Di sisi lain Rendi yang masih penasaran dengan Dilla dan Ricko, ia yang biasanya tak pernah bertanya apapun kepada Caca. Saat sarapan, ia memberanikan diri bertanya mengenai kuliahnya.
Rendi: "Ca?"
Caca: "hm?"
Rendi: "Nanti kuliah?"
Caca: "Iya. Tumben nanya?"
Rendi: "Kan aku kakakmu Ca, masa nggak boleh tanya tentang kuliahmu?
Caca: "Biasanya juga nggak pernah?"
Rendi: "Jam berapa kuliahnya?"
Caca: "11. Ngapain sih kak tanya-tanya kok aneh banget. Ada apa-apa ya?"
Rendi: "Enggak, nanti kakak anter ya?"
Caca: "Ha? Nggak salah denger? Bukannya kak Rendi harus ngantor ya?"
Rendi: "Suntuk banget di kantor, tadi pekerjaan udah di hendel sama Bima"
Caca: "Iya iya deh"
Rendi sangat senang saat Caca membolehkan dirinya mengantar ke kampus. Karena dengan itu, dia bisa bertemu dengan Dilla.
Di sisi lain Erik merasa sangat merindukan Dilla. Tak seperti hari-hari kemarin yang dapat bertemu setiap saat, karena Dilla memang tinggal disini. Namun, saat ini sangat sulit untuk bertemu Dilla. Dilla sudah tinggal di apartemen bersama kakaknya, kuliah pun di antar jemput jadi tak ada waktu untuk bertemu dirinya. Erik berinisiatif untuk menghubungi Dilla, namun takut kakaknya curiga dengan sikapnya.
----
Bagaimana kelanjutannya? Apakah Erik akan menelvon Dilla? Tunggu episode selanjutnya...
Lagi ngejar target. Satu hari ini mau up 4 Episode supaya bisa daftar kontrak. Masih coba-coba sih. Siapa tau keterima.