
Dilla: "sekarang kita ada dimana?"
Ricko tidak menjawab pertanyaan Dilla, ia bergegas melepas sabuk pengaman kemudian membuka pintu mobil yang di lewati Dilla.
Ricko: "ayo turun?"
Dilla: "idih kesambet apa kak? kok tumben?"
Ricko hanya tersenyum mendengar penuturan Dilla. Dilla celingak celinguk mencari tau sebenarnya tempat apa yang ia datangi. Tempat yang cukup mewah, taman yang sedikit luas namun tatanannya rapi. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang menghampiri mereka, yaitu Adam.
Adam: "Hei kalian baru datang? Mari ikut aku?"
Setelah melihat dari perabotan yang tersedia di sekitar rumah Adam, Dilla hanya menebak "Mungkin ini pemotretan". Ya benar disana terdapat beberapa kamera dan baju ganti. Namun Dilla masih bertanya-tanya apa maksudnya datang kemari. Akhirnya rasa penasaran tersebut tak dapat di bendung lagi, ia bertanya kepada Ricko.
Dilla: "kak mau ngapain sih kesini?"
Ricko: "kita kan mau nikah? Jadi harus prewedding dulu" Dilla langsung membelalakkan matanya mendengar ucapan Ricko.
Dilla: "Pre wedding? yang bener aja? kita kan cuma nikah pura-pura kak, nggak beneran"
Ricko: "ya kita harus melakukan selayaknnya pengantin yang akan menikah"
Dilla: "Lah kan cuma jadi 100 hari doang?"
Ricko: "Sudah jadilah wanita penurut"
Dilla: "Hanya itu saja kata-kata yang kau ucapkan? Apa tidak ada yang lain?"
Ricko hanya tersenyum mendengar ucapan Dilla tanpa membalas pertanyaannya. Gadisnya memang lucu, bahkan sangat lucu. Ricko sebenarnya sudah memiliki perasaan kepada Dilla sejak lama, namun gadisnya itu selalu bersikap tidak baik kepadanya.
Berbeda halnya dengan Erik, hubungan mereka bisa dikatakan sangat baik, mungkin karena Dilla merasa memiliki hutang budi kepada Erik, jadi ia dapat bersikap baik sekali kepada Erik.
Hal tersebut menjadi ketertarikan tersendiri bagi Ricko, pasalnya perempuan di luar sana akan senang hati untuk Ricko dekati, berbeda dengan Dilla yang terus kesal saat disampingnya. Mungkin karena pertemuan mereka tidak baik (Ricko tersiram kopi oleh gadisnya).
Dilla: "jangan senyum-senyum, kau masih waras tuan?"
Ricko hanya diam tanpa membalas pertanyaan Dilla, kemudian Adam datang menghampirinya.
Adam: "coba kalian pingin yang mana? Ada axtion, casual, kesehatan, atau yang lain, silahkan pilih sendiri"
Tanpa persetujuan Ricko membalas mantap "Aku ingin semuanya".
Adam hanya mengangguk siap, "oke kita mulai saja, kita mulai dulu dari yanh casual. Nona mari ikut saya, kamu akan di dandani secantik mungkin"
Dilla melihat Ricko untuk menunggu jawaban, Ricko hanya tersenyum dan mengangguk pelan. Tak berapa lama, Dilla senang dengan penampilannya yang tak terlalu merubah dari aslinya. Kemudian mereka melakukan Pre Wedding.
#Casual
foto pertama
foto kedua
foto ketiga
foto selanjutnya
#Romance
Foto Pertama
Mereka tertawa dengan hasil foto mereka.
Ricko: "bagaimana bisa kau foto seperti itu?"
Dilla: "haha terlalu banyak sesi fotonya kak, aku sampai hampir bosan"
Ricko: "oke oke tapi bagus kok"
Adam: "ayo coba lebih dekat lagi, ini kan tema romace bukan komedi nona"
Dilla: "hehe iya sorry kak"
Foto kedua
Dilla: "wah lihat gue cantik banget ya disini?
Ricko: "PD banget, siapa yang bilang cantik?"
Adam: "iya kamu memang cantik nona"
Ricko melotot ke Adam karena mendengar pujian yang di lontarkan laki-laki tersebut. Adam yang merasakan ada kecemburuan dari pria di hadapannya hanya diam.
Dilla: "terimakasih kak"
Adam: "oke baik kita lanjutin lagi"
Foto ke tiga
Foto pertama
Dilla: "Ternyata gue cocok juga jadi dokter"
Ricko: "di foto kamu itu jadi perawat bukan dokter"
Dilla mendengar perkataan Ricko tertawa. Pasalnya Ricko tak pernah mengucapkan dengan "aku kamu" tetapi dengan "lo gue".
Dilla: "tumben banget lo bilang aku kamu, biasanya juga lo gue"
Ricko: "kan kita mau nikah, ya aku biasain aja pake sebutan aku kamu. Kamu pun juga harus begitu"
Dilla: "kan cuma pura-pura?"
Ricko: "Meskipun pura-pura, kamu mau mereka curiga kalo kita pura-pura nikah?"
Dilla menggeleng.
Ricko: "makanya mulai sekarang ubah dengan AKU KAMU. oke Dil?"
Dilla: "oke siap"
#Axtion
Foto pertama
foto kedua
Ini adalah foto terakhir mereka, Dilla merasa ada hal yang berbeda dengannya.
deg
deg
deg
"duh kenapa jantung gue cepet banget ya? nggak nggak nggak, ini cuma karena lelah aja mungkin"
Adam: "oke selesai, kalian sangat serasi. coba liat hasilnya sini"
Ricko: "Gimana? bagus nggak?"
Dilla: "Bagus banget kak. Andai aja aku memang pre wed sama calon suami yang sebenarnya"
Ricko terkejut mendengar pernyataan Dilla "Aku bakal jadi suami kamu selamanya, aku bakal lakuin apapun sampai kamu benar-benar tidak mau bercerai denganku" dalam batin Ricko.
Ricko: "haha coba liat yang itu, ekspresinya nggak banget"
Mereka semakin dekat satu sama lain tanpa mereka sadari. Pre wedding ini berjalan sangat lancar
Setelah semua selesai, merekapun beranjak pulang pada pukul 6 sore. Seperti biasa, Dilla selalu tertidur jika dalam suasana hening. Dia sekarang sudah tertidur dalam mobil Ricko. Lelah, Dilla merasa lelah dengan pemotretan tersebut. Mungkin jika ia melakukan pre wed dengan kekasih yang sesungguhnya, ia akan merasa bahagia sampai tidak bisa tidur. Namun kenyataannya, dia merasa biasa saja dengan kegiatan tadi. Akan tetapi saat terakhir berfoto, dia merasa nyaman di dekat Ricko.
Ricko sengaja memperlambat laju mobilnya, dengan alasan supaya gadisnya tidak terganggu dan menikmati tidurnya.
Biasanya 1 jam mereka sampai di cafe, namun karena kecepatan mobil lambat, mereka sampai dengan waktu hampir 2 jam. Sesampainya di tengah jalan Dilla terbangun.
Dilla: "belum nyampe ya kak?"
Ricko: "kok bangun? kita belum nyampek lho"
Dilla: "oh. ku kira tadi sudah sampai, aku merasa tidurku lama sekali sampai pegal pundakku"
Ricko: "makanya jangan terlalu banyak tidur, kalau banyak tidur apa bedanya kau dengan kerbau"
Dilla: "ih dasar, jangan samakan aku dengan kerbau"
Ricko: "Haha iya iya sorry. Dil, besok kita ke rumahmu ya? Aku mau bapak jadi walimu nanti"
Raut wajah Dilla langsung berubah mendengar pernyataan Ricko.
Dilla: "kalau misal di wakilkan dengan Pak De nggak bisa ya kak?"
Ricko: "Dil, meskipun kita nikahnya hanya sementara. Aku mau kita sah secara agama dan negara. itupun harus bapak kamu yang menjadi walinya, kecuali jika ada kakek, pak de dari ayah kamu, adik atau kakak kamu yang laki-laki baru boleh"
Dilla: "Iya udah kak besok ke rumah, buat minta ke bapak jadi wali"
Ricko: "oke, pulang kuliah ya?"
Dilla: "iya kak" dengan wajah lesu.
Ricko: "hey kamu kenapa?"
Dilla: "Dilla takut ketemu sama bapak"
Ricko: "aku yang bakal ngelindungi kamu, nggak akan ku biarin siapapun melukai kamu. Karena kamu kan nantinya jadi istri aku"
Dilla tersipu malu dan wajahnya memerah mendengar perkataan Ricko. "Tuhan, jangan biarkan aku jatuh cinta padanya terlalu dalam. karena ini hanya pernikahan sementara, bukan selamanya" Dalam hati Dilla