LOVE 100 Days

LOVE 100 Days
Eps 17 (Mas...)



******Terimakasih sudah mau mampir ke ceritaku ya.


Jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya. Karena masukan dari kalian itu sangat-sangatlah penting.


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like dan komentar di setiyap ceritaku, supaya author lebih semangat dalam menulis cerita.


Happy Reading Reader****...


-------------------------


Ricko: "kalo laper ayo kita cari makan diluar, sekalian cari bahan makanan"


Dilla: "Oke bentar gue ganti baju dulu"


Dilla menggunakan baju hem warna hitam dan jeans. Dengan polesan bedak dan lipstik yang tipis, bisa terlihat sangat natural. Dilla memang menyukai baju hem dripada dress.


Ricko: " Nggak ada baju yang cewekan dikit apa?"


Dilla: "Gue lebih nyaman yang kayak gini. Lagian cuma ke Supermarket doang"


Ricko: "Haduh. oke ayo"


Sebelum berangkat ke supermarket, mereka hendak mengisi tenaga dengan makanan yang ada di restoran. Saat memasuki rsstoran seperti biasa mereka menundukkan kepala saat Ricko datang. Setelah memesan makanan yang mereka inginkan, mereka menyantapnya. Karena memang makanan yang masuk ke dalam mereka hari ini hanya sarapan dari rumah mama. Saat mereka makan, tiba-tiba datanglah Jesika secara tiba-tiba.


Jesika: "Jadi ini istri kamu Rick?"


Dilla mendengar hal tersebut hanya cuek dan memutar bola matanya malas.


Ricko: "Iya kenalin ini istriku, Dilla"


Jesika: "Kok nggak ada apa-apanya daripada aku?"


Dilla: "Ini siapa sih sayang?" Ricko kaget dengan Dilla yang memanggil dirinya sayang. Ricko hanya tersenyum dan membalas pertanyaan Dilla.


Ricko: "Ini Jesika sayang, kamu inget kan wanita yang aku pernah aku ceritain dulu?"


Dilla: "Oh ini? Dia cantik, kamu kok nikahin aku yang nggak ada apa-apanya daripada Jesika?"


Ricko: "Sayang, bagiku kamu lebih dari siapapun, cantik, baik, lembut dan sabar ngadepin aku" ucap Ricko dengan memegang tangan Dilla lembut. Ricko tau bahwa ini akal-akalan Dilla supaya Jesika cemburu melihat ini semua dan akhirnya Jesika tidak betah berada di antara mereka.


Jesika: "apa-apaan sih kalian? norak banget tau nggak?" Ucap Jesika yang kemudian meninggalkan mereka berdua. Sedangkan mereka berdua hanya melihat kepergian Jesika dengan tertawa. Dilla menyadari bahwa tangannya masih di pegang Ricko.


Dilla: "Tangan?"


Ricko: "oh iya sorry"


Ricko: "Dill, aku boleh minta sesuatu?"


Dilla: "apa itu kak?"


Ricko: "Kan aku ini suami kamu, jadi tolong ya kamu hargain aku sebagai suami"


Dilla: "Maksudnya?"


Ricko: "Ya kita rubah dari sekarang. Misalkan, dari kita nggak boleh ada kata lo dan gue, yang ada aku dan kamu. Lalu jangan panggil aku kak, tapi mas"


Dilla: "Mas? Nggak salah?"


Ricko: "Iya . Mas. Nggak keberatan kan?"


Dilla: "O i-Iya"


Ricko: "Iya apa?"


Dilla: "Iya mas"


Ricko: "Pinter" ucap Ricko dengan mengusap pucuk rambut Dilla.


deg


deg


deg


"kenapa diginiin aja bisa bikin gue deg-degan" Batin Dilla.


Selesai makan, mereka mengunjungi supermarket yang berada di dekat apartemen mereka. Mereka sangat serasi sampai-sampai banyak yang memandang kagum dengan mereka berdua. Dilla yang risih dengan sorotan mereka, mengajak Ricko untuk mempercepat belanja mereka.


Sesampainya di apartemen Dilla segera membersihkan badan dan segera tidur. Begitu juga Ricko.


Esok hari, Dilla sudah memasak nasi goreng untuk dirinya sendiri. Ia memakannya dengan lahap hingga nasi goreng tersebut tinggal sedikit. Tiba-tiba Ricko datang, ia mengira Dilla akan memasakkan untuk dirinya juga, namun ternyata tidak.


Dilla: "sarapan? bikin sendiri gih, aku lagi males"


Ricko: "kamu kan istriku Dil, ingat perjanjian nomor 2, Pihak 2 melaksanakan kewajiban sebagai istri. Nggak ada sarapan nggak usah berangkat kuliah"


Dilla: "Idih nganceman banget jadi orang, kan bisa gofood mas?"


Ricko: "Aku mau ayam kecap seperti di rumah mama kemarin"


Dilla: "Baik Tuan" dengan suara penekanan.


Dilla memiliki ide jail kepada Ricko. Dilla membuat 2 porsi ayam kecap. Ayam yang pertama ia berikan garam sebanyak mungkin, sedangkan ayam kedua diberikan resep seperti biasanya. Ia menyuguhkan ayam yang pertama kepada Ricko.


Dilla: "Nih makan!"


Ricko tanpa basa basi langsung memakan ayam tersebut, namun pada saat suapan pertama dia langsung mengeluarkan suapannya. Ternyata Dilla membuat ayam tersebut sangatlah asin.


Ricko: "Kamu nggak bisa masak ya?"


Dilla tertawa sangat lepas melihat ekspresi Ricko "Gimana enak? haha. Makan tuh garem".


Kemudian Dilla mengambil ayam kedua untun disajikan kepada Ricko "Nih ayam yang enak, yang tadi emang sengaja ku kasih garem 10 sendok".


Ricko: "gila makanya rasa garem semua. Udah lah aku udah nggak mood makan"


Dilla: "Rasain dulu, percuma aku buat lama-lama mas"


Ricko: "Udah ayo berangkat, aku sarapan di kantor"


Dilla mengambil potongan ayam dan menyuapkan paksa kepada Ricko.


Ricko: "enggak aku nggak mau"


Dilla: "Mas, dikit aja" Dilla memegang rahang Ricko dan otomatis membuka mulut Ricko. Ricko yang merasakan masakan Dilla langsung duduk kembali, dan memakan masakan Dilla dengan lahap.


Dilla: "Gimana? enak nggak?"


Ricko: "Biasa aja, aku cuma lapar dan sayang kalo nggak dimakan"


Dilla: "Nggak bisa nyenengin banget sih"


Ricko dan Dilla melajukan mobilnya ke kampus Dilla sebelum beranjak ke perusahaan Ricko.


Dilla: "mas bisa agak lebih cepetan nggak? Dilla udah telat."


Ricko: "Oke pegangan Dil" Dengan kecepatan penuh Ricko melancarkan aksinya di jalan. Tak lama kemudian mereka sampai di Kampus.


Ricko: "Dil?"


Dilla: "Kenapa mas?"


Ricko: "Masakan kamu tadi enak, nanti mas jemput ya?" Dilla yang mendengar hal tersebut pipinya merah karena malu.


Dilla: "iya mas, hari ini banyak kuliah mungkin pulangnya jam 3 sore"


Ricko: "oke, mas berangkat dulu"


Dilla mengangguk. Ia hanya tersenyum sepanjang jalan merasakan hal yang pernah dia rasakan sebelumnya seperti dulu waktu dia SMA dengan Rendy.


#Fashback On


Rendi adalah mantan Dilla saat SMA. Umur mereka berbeda 4 tahun. Rendi sedang kuliah di luar negeri, sedangkan Dilla masih kelas 2 SMA. Setelah 6 bulan kenal, mereka resmi menjadi sepasang kekasih.


Rendi: "Dil, nanti kalo aku lulus kuliah dan udah dapat kerjaan, aku mau ngelamar kamu. Boleh?"


Dilla: "Kak Rendi serius? Gimana kalo ayah kak Rendi nggak setuju? Apalagi Dilla kan bukan orang yang kaya kayak kak Rendi?"


Rendi: "Dil, jangan ukur semuanya dengan harta. Kak Rendi nggak perduli kamu orang kaya atau tidak. Yang penting aku serius sama kamu"


Dilla: "Iya kak, Dilla percaya"


Setelah saat itu Rendi tak pernah memberi kabar kepada Dilla. Hubungan mereka hanya tumbuh tapi tak ada yang pernah memutuskan. Namun, Dilla sudah tidak pernah berharap lagi kepada Rendi karena yang ia tau mungkin Rendi saat ini sudah bahagia dengan kehidupannya sendiri.


bersambung...


----


Terimakasih