
Keesokan paginya,seperti biasa Reina tengah menyiapkan barang-barang di cafenya.Ia terlihat cekatan membersihkan barang-barang yang berantakan.
"Ujang hari ini lu jaga cafe sendiri ya,teteh mau keluar sama A Azka."Ucap Reina mengikat rambutnya yang panjang.
"Masa sendiri,ajak Ray boleh?"Tanya Ujang
"Boleh,asal jangan aneh-aneh."ucap Reina
Reina tengah sibuk mengikat rambutnya,kedua tangannya berusaha merapikan rambutnya sedangkan mulutnya terkatup mengigit ikat rambut kesukaannya.
ckrek.... suara jepretan kamera terdengar.
"Eh,a.."ucap Ujang
"Rei coba lihat."titah Azka
"Wah bagus fotonya."intip Ujang
"Eh,ka tunggu dulu disini ya,gua mau ganti baju dulu."ucap Reina
Azka berlalu random memilih tempat duduk.
"Cieee,mau apa?"nyinyir Ujang
"Berisik, Azka kan pacarnya Dania."ucap Reina
Reina berlalu menuju toilet untuk mengganti pakaiannya.Selang tak lama kemudian Reina datang,ia mengenakan sweater putih tulang,lengkap dengan celana jeans panjang,tak lupa ia juga mengikat rambutnya dengan rapih.
Azka yang sibuk dengan kameranya teralihkan oleh pemandangan itu,dengan cekatan ia memotret Reina.
"Udah,ayo berangkat."ucap Reina
"Ayok."ucap Azka
"Tapi kemana?"tanya Reina
"Kita tentuin tempatnya nanti."ucap Azka
Azka dan Reina pergi, meninggalkan Ujang yang sendirian di cafe.
...****************...
"Aduh salah,udah biar aku yang bikin coffe,kamu ngerjain yang lain aja."ucap Ujang.
"Emm..ok"ucap Ray berlari
Saat ini keadaan cafe sedikit ramai,Ujang yang tidak terbiasa bekerja sendiri mengajak Ray untuk membantunya,namun karena Ray yang belum mengerti apa-apa membuat pekerjaan Ujang menjadi lebih dari biasanya.
...****************...
"Nah bagus."
cekrek...suara jepretan kamera terdengar meriah.
Azka dengan lihai memotret Reina yang tengah berpose di depannya,saat ini Reina tengah duduk di kursi taman,lengkap dengan meminum coffe dari cafenya.
Banyak orang lalu lalang dihalaman taman menoleh ke arah Reina,parasnya yang cantik dan segar meskipun tanpa make-up membuat beberapa mata terpesona memandangnya.
"Coba liat."ucap Reina
Azka memperlihatkan hasil fotonya.
"Bagus kan,cantik."ucap Azka
Mendengar hal itu wajah Reina bersemu merah,namun kemudian ia tersadar,kalau saat ini Azka sudah bukan miliknya lagi.
"Cekrek.." jepretan kamera terdengar.
...****************...
"Sebentar lagi shoot foto terakhir,siap-siap ya."ucap tata rias make-up
"Ok."ucap Dania
Dania dengan santai meminum kopi yang baru ia beli dari cafe sahabatnya,ia nampak kelelahan,karena jadwal pemotretan yang sedikit padat,meskipun ia belum cukup terkenal tapi wajah Dania sudah banyak terpasang di berbagai iklan.
tring...
Suara notifikasi handphone berbunyi
"Ini pacar Lo kan?"isi pesan di handphone Dania
Dania membuka Handphonenya,ia penasaran dengan foto yang baru di kirim oleh salah satu temannya.Di dalam foto itu terlihat Azka dan Reina tengah berduaan dengan posisi Reina yang melihat isi kamera Azka.
^^^Iya, kenapa,itu temennya kok.^^^
Ouh,gua kira ada apa-apa.
Dania tidak merasa cemas,toh Azka sudah ijin semalam,lagi pula Reina adalah sahabatnya yang baik.
...****************...
"Nah bagus,tinggal posting di IG nih."Ucap Azka.
Setelah selesai melakukan pemotretan, Reina hendak pulang,namun Azka mengajaknya untuk makan ice cream bersama.Mereka duduk berhadapan dengan tangan yang sibuk mencongkel ice cream yang sedikit keras,mulut mereka tengah sibuk memakan ice cream itu.
"Enak."ucap Reina.
Tanpa Reina sadari,di pangkal bibirnya terdapat noda ice cream yang tertinggal.
"Anu.."ucap Azka mengisyaratkan kalau ada noda ice cream di pangkal bibir Reina.
Reina yang kurang mengerti,malah membersihkan pangkal bibir yang salah.
"Maaf"ucap Azka
Tubuh Azka bergerak maju, tangannya meraih pangkal bibir Reina,lantas ia mengelap sisa ice cream dengan tissue.
"Aduh Reina,makannya yang apik dong."omel ibu Reina.
"Liat tuh Azka,makannya rapih."lanjutnya.
Azka kecil dengan muka sombong meledek Reina yang mulutnya berantakan dengan noda ice cream.Reina yang kesal dengan sikap Azka melemparkan ice cream di tangannya ke arah muka Azka.
"Rasain."
"Hwaa..."tangis Azka kecil.
"Makasih ya buat pemotretan nya."Ucap Reina
"Ice creamnya juga."lanjutnya
Azka hanya tersenyum lantas pergi meninggalkan area cafe Reina.Reina dengan langkah senang mulai memasuki cafenya.Ia tampak kagum,dengan pelanggan yang banyak Ujang dapat mengatasinya.Dengan wajah yang berseri, Reina menuju arah dapur,ia merasa aneh,kenapa di meja barista tidak ada Ujang,rasa aneh itu pun terjawab,lihatlah saat ini, Ujang dan Ray tengah sibuk membereskan dapur yang berantakan seperti kapal pecah,lantainya di penuhi susu cream yang bocor,wajah mereka berdua dipenuhi bubuk coffe.
"Eh,teteh...."ucap mereka berdua bersamaan.
Ray hanya bisa menepuk dahinya.
Setelah mereka membersihkan dapur,mereka menuju meja barista,ah tidak,hanya Ujang saja yang ke sana, Ray tengah di ajari Reina bagaimana caranya membuat coffe agar tidak berantakan.
...****************...
Hari sudah larut,jam menunjukkan pukul 9 malam,Reina, Ray dan Ujang tengah membereskan meja dan kursi cafe.Hari ini terasa letih bagi Ujang dan Ray yang bekerja mati-matian di cafe.
"Udah kalian pulang aja,kasian Ray nanti kemaleman."ucap Reina
"Gua pulang naik ojek online aja."lanjutnya
Ujang dan Ray hanya mengangguk,mereka mulai membuka celemek barista dan menggantungnya,setelah berpamitan mereka beranjak pergi.
Suara deru motor mulai menjauhi cafe.
"Gimana?capek?"tanya Ujang membuka obrolan.
"Capek sih,tapi kalau ada Ujang, Ray gak ngerasa capek."Gombal Ray.
Ujang hanya tersenyum,terus menjalankan motornya.
Selang tak lama Ujang sampai di rumah Ray,Ray menawarkan Ujang mampir,namun Ujang menolak karena sudah malam.
cklek..
Suara pintu terbuka, Ray memasuki rumah dengan langkah yang mengendap-endap.
"Darimana kamu?"tanya ibu mengagetkan Ray
"Eh,ibu,kaget tau."tawa Ray.
"Darimana?"tanya ibu sekali lagi.
"Kerja."jawab Ray polos.
"Keja apa pulang malam gini?jangan aneh-aneh ya Ray."Cerocos ibu.
"Ray kerja di cafenya teh Reina Bu, Ray mau belajar cari uang."ucap Ray.
"Serius?"tanya ibu tidak percaya.
"Iya Bu."ucap Ray
"Wah anak ibu udah gede ya,ibu jadi terharu."ucap ibu memeluk Ray.
...****************...
"Mana sih mang ojeknya,lama."gerutu Reina.
"Dengan mbak Reina?"tanya Mamang gojek.
"Iya saya."
Tanpa ba-bi-bu Reina mengambil helm lantas naik ke jok motor.
"Cepet ya mang,drakor favorit aku udah mulai soalnya."
TBC....