LOST

LOST
Insiden



Saat malam Jelly merebahkan diri di atas ranjangnya yang empuk,meskipun bantal sudah ia atur demikian,rasa kantuk tidak kunjung mendatanginya.Pikiran nya kalang kabut, menakutkan segala hal yang terjadi yang entah apa suatu hal itu.


*****


Pagi harinya Azka dengan tergesa-gesa menuju rumah Dania,sejak semalam pesan darinya belum dibaca juga oleh Dania,entah apa yang Dania lakukan di sana,yang jelas Azka sangat khawatir akan keadaan Tunangannya itu.


Azka memacu motornya dengan cepat, membawakan beberapa makanan dan buah-buahan kesukaan Dania,ia berpikir Dania jatuh sakit lagi,memang belakangan ini imun tubuh Dania kurang baik.


*****


"Permisi Bu,ada Dania?"ucap Azka di ambang pintu.


"Ada nak,lagi di kamarnya."ucap ibu seraya tersenyum.


Baru saja Azka melangkah masuk ke dalam rumah,ayah datang dari atas dengan nada bicara yang marah.


"Mau apa kamu kesini? puas?puas udah bikin Dania menderita?baru tunangan aja udah berani main perempuan lain, brengsek kamu."ucap ayah mencengkram baju Azka.


Azka yang menerima perlakuan itu hanya bisa mengerjatkan matanya,merasa aneh dengan hal ini.


"Anu Ayah, Azka bisa jelaskan,itu Reina temen Azka."ucap Azka melakukan pembelaan.


"Iya temen, sekaligus MASA LALU KAMU."ucap ayah menekan beberapa kata.


Satu pukulan mengenai pipi Azka,ibu yang menyaksikan hanya bisa menjerit histeris,hati seorang ayah mana yang tidak sakit saat melihat putri kesayangannya disakiti oleh laki-laki lain.


Bugh...


Azka tersungkur tanpa perlawanan,ia masih bangkit,memaksa untuk bertemu dengan Dania.


"Ayah...."teriak Dania dari atas tangga.


Mendengar teriakan Dania,Ayah berhenti memukuli Azka.


Di atas sana Dania memandang ayahnya dengan tatapan kecewa,lantas mulai berlari masuk kedalam kamarnya.


Blugh..


*****


"Dania...buka pintunya,tolong dengerin penjelasan aku."ucap Azka menggedor pintu Dania.


Di dalam sana Dania terisak menangis, membenamkan wajahnya di atas bantal,tidak perlu adalagi penjelasan,itu sudah jelas,dia sudah tahu semuanya.


"Itu Reina,itu cuman kecelakaan gak Lenih,lagian kita udah ngobrol kemarin,ingatan Reina udah kembali,dan dia akan tetap sama Jackson, begitupun dengan aku,aku tetap sama kamu kok Dania,aku mohon buka pintunya."ucap Azka menggedor pintu sekali lagi


Masih tidak ada jawaban di dalam kamar,ibu dan ayah menyaksikan kejadian itu dengan pilu.Ibu berpegangan erat kepada ayah, berharap putrinya tidak melakukan hal yang aneh di dalam sana.


*****


"Kak besok Jelly sekolahnya di antar sama kak Reina ya,kakak jaga cafe aja."ucap Jelly


"Lah kok?kakak gak di ajak."keluh Jackson.


"Kakak gak perlu tau,ini girls problem haha."tawa Jelly renyah


*****


"Udah,kamu gak usah nangis,gak usah marah,aku sama Reina udah gak ada hubungan apa-apa lagi selain teman."jelas Azka memeluk Dania.


Satu jam yang lalu Dania membukakan pintu,namun hanya Azka yang boleh masuk,kenapa orang tuanya tidak?pertama ia tidak mau ayahnya bertindak nekad,ayahnya memang sedikit temperamental,kedua ia tidak mau membuat ibunya sedih melihat putri nya menangis.


"Kamu gak boleh marah ke Reina ya,ingat kalian juga kan sahabat."jelas Azka tersenyum.


Dania membalasnya dengan senyuman,ia sadar,mulai detik ini ia harus percaya terhadapnya sahabat dan Tunangannya itu,memang mereka memiliki masa lalu,namun itu hanya sekedar kenangan toh?


*****


Pagi hari telah tiba,sejak pagi ayah sudah tidak berada di rumah,katanya ada alasan kantor yang harus dikerjakan, perusahaan ayah Dania sedang melaksanakan meeting bersama klien.


Dania tidak ambil pusing,hari ini dirinya dan Azka akan berkunjung ke cafe Reina,entah apa tujuan mereka datang.


Sedangkan di cafe sana Jackson tengah sibuk beres-beres,ia ditinggalkan oleh dua perempuan yang ia cintai,siapa lagi kalau bukan Reina dan Jelly adiknya.


Tring....pintu cafe berbunyi.


"Reina mana?"tanya Dania


"Reina lagi nganterin Jelly dulu, sebentar kok nanti juga balik lagi,duduk aja dulu."ucap Jackson ramah.


Namun ternyata tatapan ramahnya itu hanya untuk Dania,saat ia melihat Azka tatapan itu berubah menjadi tajam.


"Ya elah santai aja kali,gua kan udah ada Dania."ejek Azka


Jackson mengabaikan ucapan Azka, memilih untuk menyiapkan minuman kesukaan mereka berdua,tanpa perlu memesan Jackson pun sudah tahu.


"Americano dan stroberi milkshake."ucap Jakson menaruh minumannya di atas meja.


"Terimakasih."ucap Dania semangat.


tring.....tring.....tring....


Handphone Jackson berbunyi menampilkan panggilan dari nomor tidak di kenal,ia nampak heran dengen penuh rasa penasaran ia mengangkat telepon tersebut.


"Iya halo..."ucap Jackson


"Dengan keluarga Reina?"tanya seseorang di telepon itu.


........


......


"Apa...."teriak Jackson.


Wajahnya lemas dia tidak sanggup berdiri lantas mulai terduduk, Dania dan Azka yang menyaksikan itu lantas bertanya heran.


"Kita ke rumah sakit sekarang."ucap Jackson riweh.


*****


"Yah,ban motornya kempes."keluh Reina


"Mana disini jauh dari bengkel."lanjutnya


"Ya udah kak,aku naik bis aja."ucap Jelly


"Gapapa sendiri?"tanya Reina


Jelly hanya mengangguk lantas mulai berlari ke arah halte,sedangkan Reina masih berkutit dengan sepeda motornya itu, menyebalkan sekali.


Saat Jelly hendak naik ke bis,ia melihat ada mobil yang melaju dengan kencang ke arah Reina,jalanan memang sedikit sepi hingga Jelly berlari dengan kencang ke arah Reina yang sedang berdiri di pinggir motornya.


"Kak Reina."teriak Jelly


Tepat sebelum mobil itu menabrak Reina,jelly sudah sampai,ia mendorong Reina ke arah pinggir hingga tubuhnya terjatuh di atas motor miliknya,sedangkan Jelly terpental karena tertabrak oleh mobil.


Tanpa rasa bersalah mobil itu pun pergi meninggalkan mereka dengan cepat, beruntung saat kejadian itu ada dua polisi yang sedang berpatroli.


Reina terdiam,ia melihat Jelly dengan pakaiannya yang bernoda merah darah,ia terduduk tidak percaya saat melihat tubuh jelly di evakuasi oleh ambulance.


*****


"Suster kamar mawar 5 ada dimana ya?"tanya Jackson


"Lurus belok kanan pak."jawab suster


Jackson langsung berlari tanpa mengucapkan terimakasih, Dania yang masih di belakang mengangguk ke arah suster menandakan sebagai terimakasih.


Jackson membuka ruangan yang dituju,melihat ada dua orang yang terbaring.


"Reina...Jelly..."teriak Jackson dengan tatapan nanar.


TBC....


jangan lupa votemen


Happy reading


salam hangat dari aku🖤❤️