
"Haha liat,aka ngompol."teriak anak-anak yang tengah mengerumuni Azka.
"Aka gak ngompol,ini air minum aka tumpah."bela Azka kecil.
"Huh,aka ngompol,aka ngompol."
Azka kecil yang mendengar hal itu lantas berlari menjauhi kerumunan teman-temannya itu.
"Hiks...hiks.."tangis Azka kecil tersedu
"Eh Leina mau jajan gak?"tanya seorang anak kecil.
"Nggak dulu deh."tolak Reina kecil
Saat ini Reina kecil tengah sibuk berjalan, berbincang bersama kedua temannya,mata dan mulutnya yang tadi fokus kepada temannya,kini teralihkan oleh seorang anak kecil yang tengah duduk sendiri mengais bekal makannya.
"Emm,, Leina kesana dulu."ucap Reina kecil
"Hiks.."Tangis Azka
"Hi Azka,ini Leina."ucap Reina kecil bahagia
"Ngapain kesini?mau ngetawain juga?"Azka kecil tersedu-sedu
"Eh,emang kenapa?"tanya Reina kecil
Reina menoleh ke celana Azka,lantas ia ikut duduk di samping Azka.
"Kata mama,ngompol itu wajar,itu tandanya kita masih sehat."ucap Reina kecil.
"Azka gak ngompol,ini bekas air minum."ucap Azka kecil
"Iya Leina tau,lagian gak bau Pesing kok,yang bau Pesing tuh rambut Azka."ucap Reina kecil.
Mereka berdua tertawa lepas,Azka yang semula merasa sedih kini menjadi terhibur atas tingkah Reina,saat Reina hendak pergi,tangan Azka menahannya.
"Jangan tinggalin Azka, Azka gak bisa makan sendirian soalnya."ucap Azka.
Reina hanya mengangguk lantas menuruti perkataan Azka kecil.
Kini dua bocah itu tengah sibuk makan bersama,nampaknya mereka sangat bahagia.
Flashback end...
ckrek....ckrek..
Suara jepretan kamera terdengar meriah,saat ini ujang dan Ray tengah asik berfoto berdua,senyum manis terpancar dari kedua insan itu.
"Habis ini mau kemana?"tanya Ujang
"Ke tempat main game yuk."ajak Ray
Ujang hanya mengangguk,lantas mereka berdua mulai keluar dari area photoboth,tak lupa Ujang membawa foto mereka berdua hasil jepretan tadi.
Selang tak lama kemudian mereka sampai di pusat bermain game.
Ray tampak seperti anak kecil,lihatlah ia berjingkrak bahagia saat melihat banyaknya jenis permainan.
"Jang ayo main tembak-tembakan."ucapnya
"Lo mau gak jadi pacar gua?"ucap Ujang to the point
Deg..
Ray hanya terdiam tersipu malu,saat ini didalam hatinya ia ingin berteriak sangat kencang,melepaskan dan memberitahukan kepada khalayak atas kebahagiaannya.
"Ayo main tembak-tembakan."ucap Ray menarik tangan Ujang.
Ujang yang mendengar hal itu, merasa kalau dirinya sudah ditolak secara tidak langsung, sampailah mereka di tempat bermain tembak-tembakan,Ujang berdiri di samping Ray.
Suara dari dalam mesin game berbunyi
"Bersedia....siap....y..
"Ya,gua mau jadi pacar Lo?"ucap Ray
Ucapan Ray yang sedikit berteriak membuat Ujang kaget,bukan hanya Ujang saja, tapi hampir seluruh orang yang ada di sekitar sana terkaget-kaget heran.
"Wah selamat ya,mas, mbak."ucap pegawai taman bermain.
"Mah adek pengen pacaran."rengek anak kecil.
"Hush,kamu gak boleh,biar mama aja,mamah kan janda."
...****************...
"Ray.."ucap Ujang
"Iyah,apa sayang?"tanya Ray lemah lembut
"Serius kita pacaran?"tanya Ujang
"Iya dong"
"Mau langsung pulang?"tanya Ujang
"Gak mau,masih pengen sama kamu."ucap Ray.
Mendengar ucapan itu,telinga Ujang memerah,hatinya berdegup kencang,ia tidak menyangka wanita yang awalnya ia kira pemalu menjadi agresif seketika.
...****************...
"Ngusir?"tanya Azka balik
"eh,enggak,cuman masih banyak kerjaan."Jawab Reina
"Ujang kemana?"tanya Azka
"Lagi main sama pacarnya."jawab Reina
Reina berlari kecil, meninggalkan Azka di bangku sendirian, ia tengah sibuk di dapur,menyiapkan bahan,mencuci alat kopi yang kotor.Selang tak lama kerjaan Reina beres ia buru-buru menuju meja Azka,ia tidak enak meninggalkan Azka sendirian.Di meja sana Azka tengah sibuk memotret gelas kopinya yang sudah kosong.
"Wah bagus ya,hasil fotonya."Reina mengintip hasil jepretan Azka
Azka tidak menjawab, ia tengah sibuk memeriksa gambarnya kembali.
"Eh, Rei coba berdiri di sana"titah Azka
"eh..aku?"tanya Reina
Azka hanya mengangguk,lantas menarik tangan Reina ke arah meja bartender cafe.
"Ok, mantap,coba bergaya lagi bikin kopi."titah Azka sekali lagi
Reina hanya menurut,lantas mulai berpose layaknya model,satu jepretan,dua jepretan sudah selesai Azka ambil,ia memeriksa hasil potretnya.
"Cantik"gumam Azka
"Wah fotonya cantik."ucapnya
"Gua bantu promosiin cafe ini ya."ucap Azka
Reina hanya mengangguk kecil.
"Ouh iya Rei,besok ada waktu luang?"Tanya Azka
"Gak tau,tapi usahain ada sih."jawba Reina
"Jalan-jalan yuk,tenang udah izin sama Dania kok."jelas Azka
Reina sekali lagi hanya mengangguk,ia berusaha menutupi rasa tersipunya itu.
...****************...
"Teteh, Ujang pulang."teriak Ujang
Keadaan rumah tampak sepi, Ujang keheranan,tumben kakaknya tidak nonton drakor jam segini,ia mencari keberadaan kakaknya itu.
"Kakak..yuhu...where are you."teriak Ujang
"Berisik,gua lagi mandi."teriak Reina di kamar mandi.
cklek...
Pintu kamar mandi terbuka,dengan Reina yang berdiri mengenakan pajamas panda kesukaannya.
"Apa?"tabya Reina
"Makasih teh."Ucap Ujang
"Buat"Tanya Reina
"Ujang udah jadian sama Ray."teriak Ujang pecah
bletak..
lemparan handuk basah tepat mengenai kepala Ujang.
"Mandi sana,bau Lo."ucap Reina
Reina mulai mengambil remot serta menyalakan televisi,tak lupa ia merebahkan dirinya di sofa panjang ruang tamu.
...****************...
"Babe,besok aku keluar dulu ya."ucap Azka di telepon
"kemana?sama siapa?"tanya Dania
"Gak tau,sama Reina buat promosi cafenya."ucap Azka
"ouh ok."ucapnya
Tit...
telepon dimatikan.
"Reina,leina, mungkin gak kalau Reina yang sekarang sama kayak leina dulu?"batin Azka.
...****************...
"Ah males nonton TV gua."batin Reina
Reina mematikan TVnya,lantas mulai bergegas menuju rooftop rumahnya,dengan membawa segelas cokelat hangat ia berniat untuk mencari udara segar selagi melihat langit malam ini yang dihiasi bintang dan bulan yang terang.
"Good night my moon."Ucap Reina.
"Good night my star."ucap Azka di rumahnya.
TBC .