LOST

LOST
Melupakan



Tring...


Handphone ayah Dania berbunyi,dengan rasa penasaran ayah mulai membuka handphone nya, dan melihat isi pesan yang baru tersampaikan kepadanya itu.Di dalam sana terlihat potret Azka dan Reina yang langsung membuat ayah salah paham.Ingin sekali rasanya ia memberi pelajaran kepada Azka pria brengsek dan Reina wanita murahan baginya, berani-beraninya mereka memperlakukan Dania putri semata wayangnya yang sangat ia cintai.


"Aku harus simpan ini, Dania gak boleh tahu."ucap ayah


"Ayah,Dania berangkat kerja dulu ya."ucap Dania mengagetkan ayah.


"Mau sama siapa?udah baikan?"tanya ayah.


"Azka,iya ayah,badan Dania udah mendingan kok,sayang Dania udah Hiatus kan 2 Minggu,nanti kekejar sama model lain."ucap Dania tersenyum.


Ayah hanya tersenyum,berdiri mengelus halus puncuk rambut putri kesayangannya itu.


Azka telah datang, Dania langsung naik ke mobil dan berpamitan dengan ayah dan ibunya,melihat hal itu hati ayah terasa seperti teriris,melihat kalau putrinya dibohongi oleh seorang pria lain,ayah mengepalkan tangannya saat Dania berlalu bersama Azka.


"Awas aja,kalau sampai Dania nangis lagi,tamat riwayat kalian."batin ayah.


"Ayah, cepet tutup pintunya,kok malah bengong,nanti ada sales panci loh."ucap ibu membuyarkan lamunan ayah.


*****


Dania sudah sibuk dengan pekerjaannya,bergaya dan belengok dengan gaya natural,dengan balutan gaun merah yang mencolok,kontras dengan kulitnya yang warna putih bersih.


"Ya,break.."ucap PD-nim


Mereka beristirahat Dania dan managernya duduk di kursi kecil, Dania mengibaskan tangannya kepanasan,dengan peka sang manager menyodorkan kipas angin kecil ke arah Dania.


"Makasih."ucap Dania tersenyum


Tring.. Notifikasi handphone berbunyi, menampilkan pesan dari seseorang yang ia tidak kenal.Dengan penasaran Dania membuka foto itu dan ya,saat melihatnya Dania diam terpaku,dia melihat Azka dan Reina yang tengah berpagutan,tentu saja itu adalah kejadian saat di cafe tadi.


Mata Dania memerah,setitik air bening mulai keluar dari matanya,badannya berdesir seperti ada air yang mengalir dalam uratnya,rasa marah,benci,sedih berkecambuk di dalam sana.


"Dania,lu gapapa?"tanya manager nya


"Yeah,i'm ok."ucap Dania menghapus air matanya.


Dia harus kuat, kehidupan sehari-harinya tidak boleh menganggu pekerjaannya, biarlah masalah itu dia urus nanti,setelah menyelesaikan pekerjaannya.


Pemotretan selesai,amarah di dalam Dania memuncak,amarah yang sedari tadi tertahan akan ia lepaskan saat Azka datang menjemputnya.


"Ayo masuk."ucap Azka tersenyum


Dania tidak membalas senyumannya,ia masuk ke dalam mobil,namun tidak duduk di samping Azka,ia memilih duduk di kursi belakang.Azka yang melihat itu mengerutkan dahinya,merasa heran akan tingkah Dania.


"Pindah ke depan,aku bukan supir kamu."ucap Azka sedikit bercanda.


"Gak mau."ucap Dania acuh,ia Lebih memilih memainkan handphonenya.


"Kamu kenapa?"tanya Azka sekali lagi


Masih tetap sama, Dania mengabaikan pertanyaan Azka.


"Jangan langsung pulang ke rumah,aku mau ke cafe dulu."jelas Dania.


"Ok,cafe Reina?"tanya Azka


"Nggak,jangan, cafe yang lain."ucap Dania mendengus sebal.


Azka mengangguk,ia sudah malas menyuruh Dania pindah tempat, namun Dania tidak pernah menggubris nya sama sekali.


Mobil terparkir di tempat parkiran yang rapih, Azka turun membuka pintu untuk Dania,mereka memasuki cafe dan memesan coffe untuk Azka dan milkshake untuk Dania.


"Minum dulu."ucap Azka mencoba tersenyum.


Dania mengotak-atik handphonenya,melihatkan gambar kepada Azka.


"Apa ini?"tanya Dania


Azka yang melihat itu sedikit gelagapan,bukan karena ia terciduk,tapi ia merasa tidak enak kalau sampai Dania salah paham,Dania dan Reina kan sahabat,begitu pula dengan dirinya.


"Ouuh itu,tadi Reina jatuh terpeleset,ya aku tolong lah,masa sahabat kamu gak aku tolong."jelas Azka dengan santai.


Dania menatap manik mata Azka dengan seksama, mencari kebohongan di balik pupil mata Tunangannya,dan ia bernafas lagi, Azka tidak berbohong.


"Jadi kamu marah gara-gara ini?ya udah aku minta maaf."ucap Azka cengengesan.


"Kenapa ketawa,wajar aku cemburu, aku kan sayang sama kamu."ucap Dania mendengus sebal.


"Iya iya aku sayang juga."ucap Azka mencubit hidung Dania dengan lembut.


Dania tersenyum dengan paksa, meskipun begitu Azka tetap senang, melihat Tunangannya yang sudah baik kembali.


*****


"Aku pulang dulu ya."ucap Azka di atas mobilnya


"Loh,gak mampir dulu?"tanya Dania


"Nggak, aku capek, maaf ya."


"Iya gapapa,okelah hati-hati."ucap Dania melambaikan tangannya.


Mobil yang Azka tumpangi sudah pergi berlalu, memotong jalanan kota yang lengang tanpa ada kendaraan lain.Azka merogoh handphone di sampingnya, menuliskan pesan kepada Reina.


"Temui aku di taman kota,aku tunggu."begitulah isi pesan yang Azka kirimkan.


Entah apalagi yang akan Azka lakukan,ia terus memacu mobilnya dengan cukup cepat,wajahnya terlihat serius, meskipun memang sedari dulu wajahnya selalu di tekuk, tetapi ini lebih dari cukup untuk membuat orang takut apabila melihatnya.


*****


"Ah, akhirnya beres."ucap Reina mengelap peluh di dahinya.


Tring... notifikasi handphone berbunyi, menampilkan pesan dari azka, Reina membacanya dengan seksama,lantas berdiri untuk mengambil tasnya.


"Mau kemana?"tanya Jackson


"Ke taman,ini Azka ngajak ketemuan."ucap Reina jujur


Mendengar kata Azka, Jackson menekuk wajahnya, menandakan ketidaksukaannya.


"Mau aku antar?"tanya Jackson


"Nggak deh,kasihan jelly capek,kamu antar pulang aja dia,ouh ya kamu gak usah khawatir, kamu percaya sama aku kan?"ucap Reina mengusap lembut pipi Jakson.


Jackson mengangguk,setelah Reina pergi Jelly bertanya kepada Jackson dengan penuh penasaran.


"Kak, Azka itu siapa?"tanya Jelly


"Mantan nya Reina."jawab Jackson cuek


"Hayoloh,nanti kak Reina balikan sama mantannya."canda Jelly


Jackson menatap adiknya dengan tajam,mencubit perut adiknya yang manja itu.


"Gak lucu ya, tenang aja Reina gak bakal."ucap Jackson tertawa.


Di taman kota...


Reina berjalan menyusuri taman,mencari Azka yang entah ada di mana,dengan memegang handphone dia bertanya keberadaan Azka, setelah mencari akhirnya Azka ketemu,ia duduk di bawah pohon di taman.


"Ada apa?"tanya Reina to the point


"Duduk dulu."ucap azka bergeser, mengisyaratkan untuk Reina segera duduk.


"Kamu udah ingat semua?"tanya Azka


Reina hanya mengangguk, Reina sengaja bersikap dingin,agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman antara dirinya dan Dania.


"Baguslah,aku harap kamu udah bisa lupain aku,ingat?dulu kamu minta untuk segera mutusin hubungan antara kita,aku udah putusin kamu,pas kamu koma dan gak sadarkan diri."ucap Azka


"Iya aku tau,lagi pula aku udah lupain kamu kok,meskipun emang sulit, beruntung ada Jackson yang bantu aku buat move on."


"Melupakan memang bukan kuncinya, tapi melepaskan dengan ikhlas adalah jalannya."ucap Reina tersenyum.


"Mari kita mulai kembali kehidup masing-masing,kamu dengan Dania yang begitu mencintaimu,dan aku dengan Jackson yang teramat aku cinta."ucap Reina hendak bangkit.


Saat Reina hendak bangkit tidak sengaja kakinya terseleo,ia jatuh namun Azka menahannya,sekali lagi ia terjatuh dalam pelukan Azka.


Cekrek...


TBC...


jangan lupa votemen


happy reading


salam hangat dari aku🖤❤️