
"Mall?"tanya Reina
Jackson hanya mengangguk, mengiyakan.
"Iya,inget pas kita kabur dari rumah sakit?kita kan kaburnya kesini."ucap Jakson terkekeh.
"Ujung-ujungnya ketangkap juga sama satpam mall."ucap Reina
Mereka tertawa renyah berdua.
"Pengen ice cream."ucap Reina manja
*****
"Babe ayok,hari ini kan hari terakhir kita di Belanda."ucap Dania
"Iya sebentar."ucapnya
Dania dan Azka berencana untuk berjalan-jalan berdua hari ini,setelah menghabiskan 4 hari untuk pemotretan,dan 2 hari pergi bersama team,mereka ingin menghabiskan hari ini dengan quality time berdua.
"Mau kemana?"tanya Azka
"Emang kamu hafal jalanan sini?udah naik umum aja,aku mau nyobain naik umum di negara lain."ucap Dania tertawa renyah.
Selang tak lama kemudian mereka sampai di salah satu tempat yang lumayan terkenal di Belanda,pusat perbelanjaan di tengah padatnya kota.
"Ya elah mall,di Jakarta juga ada kali."sinis Azka
"Beda,katanya disini ada ice cream yang enak,aku mau itu."ucap Dania
Dania menarik tangan Azka menuju kedalam pusat perbelanjaan itu,ia dengan sok tahu nya berlian kesana-kesini mencari keberadaan stan ice cream itu.
"Eh itu dia."teriak Dania
Dania masih menarik tangan Azka berlari menuju stan ice cream itu,tanpa melihat kesana kemari,namun tanpa di duga dari samping muncul pasangan muda lainnya,kedua pasangan yang lengah itu akhirnya bertabrakan.
"Auch.."ucap Dania mengaduh
Dania bertabrakan dengan dahi dari perempuan itu.
Saat wajah Dania menatap ke arah wanita itu ia refleks berkata.
"Reina."dengan refleks ia memeluk wanita itu
Reina yang di peluk hanya terdiam heran,melihat ke arah Jackson menanyakan apa yang terjadi,namun Jackson juga tidak tahu,ia menggeleng ikut heran.
"Kamu?"tanya Reina ke arah Dania
"Model Dania kan?"tanya Reina kagum
Ia tidak menyangka bahwa model itu kini bertemu dengan dirinya secara dekat,sejak pertama kali bertemu Reina sudah terpaku dengan kecantikan natural dari cewek itu.
"Lu kemana aja?"tanya Dania girang
Reina dan Jackson yang mendengar kata itu membuat mereka terheran-heran, bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan sigap Azka menyentuh pinggang Dania.
"Kayaknya kamu salah orang deh,sama kayak aku."ucap azka mengalihkan perhatian
"Nggak loh,mirip banget,kamu Reina kan?"tanya Dania kekeh
"Iya, tapi aku gak kenal kalian."ucap Reina tersenyum kecil
Dania hanya mematung,lantas dengan cepat ia paham Susana yang sedang terjadi.
"Ahh,kalian mirip banget sih,jadi salah kan,maaf ya."ucap Dania tertawa.
"Btw,kalian lagi mau beli ice cream itu?"tunjuk Dania
Reina hanya mengangguk
"Ayo, bareng aja."ucap Dania
Jackson dan Azka tersenyum Canggung, mengikutinya langkah kedua wanita tersebut.
Setelah memesan ice cream yang mereka mau, Dania masih menarik lengan Reina,memintanya untuk mengajak mereka berkeliling di sudut kota ini, Reina dan Jackson nampak tidak keberatan,mereka senang mendapatkan teman baru,apalagi berdarah sama, Indonesia.
Reina dan Jackson beserta Dania, Azka berkeliling melihat jalanan kota yang begitu rapih, membandingkan dengan keadaan insfratruktur jalan di Indonesia yang tertinggal sangat jauh.
Destinasi selanjutnya yaitu desa kinderdjik,desa seribu kincir angin,dengan kincir angin yang menjulang tinggi begitu indahnya.
Cukup lama mereka berdiam di sana, terduduk di hijaunya rumput,di tepi kanal dengan menyaksikan kemegahan dari kincir angin itu.
Langit hari ini sudah berubah menjadi semu oranye,menandakan malam hari akan segera tiba,Dania dan Azka izin untuk pulang,namun sebelum pulang Dania dan Reina saling bertukar no handphone,dan dari sana lah Dania tau kalau Reina besok akan berangkat ke Indonesia, bertepatan dengan kepulangan tim fotografer juga,alhasil Dania mengajak Reina untuk ikut bersama nya menaiki pesawat kru.
Sepulangnya Azka dan Dania, Reina dan Jackson tidak langsung pulang, Jackson mengajak Reina ke suatu tempat,tempat yang spesial bagi mereka berdua.
Jackson menuntun Reina,karena matanya tertutup oleh sehelai kain, setelah rasa di cukup pas Jackson membuka kain yang menutupi mata Reina.
"Jangan lama-lama di Indonesianya,nanti aku kangen."ucap Jackson mengecup pelan pipi Reina.
"Rooftop gedung kamu?"tanya Reina
Jackson hanya mengangguk
Diatas rooftop itu terlihat ada meja dan kursi yang di hias romantis,sepertinya Jackson yang menyiapkan itu,ia berencana menghabiskan hari ini dengan makan malam bersama Reina, lagi.
Jackson mempersilahkan Reina duduk,tak lupa ia juga menarik kursi agar Reina nyaman dengan duduknya,sajian malam ini sangat sederhana hanya nasi goreng dengan cita rasa Indonesia yang mereka dambakan.
Suasana sekitar tampak lengang,hanya terdengar suara kendaraan dari bawah sana yang bising,mereka tengah sibuk dengan nasi gorengnya masing-masing,melupakan perbincangan sejenak.
"Jadi kangen Indonesia,btw ini buatan siapa?"tanya Reina
"Buatan aku lah."ucap Jackson tertawa
"Gak mungkin,seharian ini kamu kan main diluar sama aku."ucap Reina mempautkan bibirnya
"Uh,gemes banget."batin Jackson
"Yang masak bibi,cuman ini resep aku kok."ucap Jackson menghabiskan suapan terakhirnya.
"Terimakasih makanannya."ucap Reina dan Jackson bersamaan.
Suasana lengang kembali menyapa,kali ini hanya terdengar suara deru angin yang cukup kencang, membuat lilin di atas meja padam.
"Untung kita di pusat kota,jadi gak gelap."ucap Reina tertawa
Jam menunjukan pukul 10 malam,Reina nampak gelisah,ia takut kalau mamahnya akan memarahinya karena telat pulang,padahal besok dia harus berangkat ke Jakarta.
"Gak usah panik,tenang,2 jam lagi cukup buat aku liatin kamu terakhir kalinya sekarang,aku gak tau apa bakal kuat kalau jauh dari kamu."ucap Jackson mengelus tangan halus Reina.
Reina yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum malu melihat kelakuan pacarnya itu.
"Jaga diri di sana,jangan macam-macam."ucap Jackson
"Iya,kamu juga,awas kalau macam-macam."ucap Reina membuat wajahnya seperti wanita galak.
"Iya iya...."ucap Jackson tertawa kecil.
Jackson berdiri, menarik Reina kedalam dekapannya,memeluk Reina dengan begitu erat,suasana yang dingin di hiraukan,buat apa merasakan kedinginan,jiga saat ini mereka tengah merasakan kehangatan yang mumpuni.
Cukup lama mereka dalam posisi itu,hingga Reina mencoba melepaskan diri dari pelukan Jackson.
"Udah,jangan bikin aku nangis."ucap Reina menghapus setitik air matanya yang jatuh.
"Cup..cup..cup jangan cengeng dong."ucap Jackson mencium kening Reina dengan lembut.
TBC...
jangan lupa votemen
silahkan kirim kritik dan saran ya
salam hangat dari aku.