
Azka kini tengah menyendiri,pertunangannya dengan Dania di tunda dengan waktu yang tak tentu,sejak kepergian Reina, Azka merasa hampa.
Ia sudah mencoba untuk melupakan Reina,namun itu sangat sulit.
Di tempat yang jauh
"Mam, Reina buka caffe dulu ya."ucap Reina
"Iya nak, hati-hati."
"Ujang bangun,ingat kuliah."ucap mama Ujang membangunkannya.
"Een momentje maar maam(sebentar Bu)."ucap Ujang dengan suara paruh
2 tahun yang lalu,Mama ujang memutuskan untuk membawa Ujang dan Reina ke Belanda,dengan tujuan ia ingin mengobati Reina dengan efektif,Ujang juga harus menyelesaikan sekolah SMA nya di Belanda,kini ia sudah menginjak perguruan tinggi, hubungannya dengan Ray baik-baik saja, mereka masih sering berkomunikasi.
"Ujang makanan udah Mama siapkan,ibu berangkat kerja dulu."Teriak ibu dari lantai bawah.
Mama Ujang bekerja sebagai dokter spesialis saraf di salah satu rumah sakit di kotanya.
"Hi Jackson."ucap Reina.
Seorang pria yang bernama Jackson hanya tersenyum ke arah Reina.
Jackson sendiri merupakan pacar Reina sejak 1 tahun yang lalu, mereka bertemu di rumah sakit saat Reina di rawat.
"laten we het café openen(ayo buka cafenya)."Ucap Jackson
Reina hanya mengangguk lantas mulai membuka cafenya.
Di kediaman Azka
Dering telepon terdengar
"Ka,Besok lu bisa ke Belanda kan?ada pemotretan Dania,pihak model nya pengen lu yang jadi fotografernya,bisa? tiket pesawat udah ada, besok jam 9 pagi udah di bandara ya."ucap seseorang di telepon.
"Bisa,okok."ucap Azka.
Setelah meminta izin kepada ibu,Azka lantas menuju kamarnya dan mempersiapkan barang-barang yang harus ia bawa.
"Kenapa gak ngasih tau?"tanya Azka ke Dania.
"Biar surprise buat kamu."jawab Dania di telepon.
Walaupun pernikahan mereka ditunda,mereka masih rutin berkomunikasi seperti dulu.
Keesokan harinya Dania beserta tim nya sudah berada di bandara,mereka menunggu kedatangan Azka untuk segera berangkat,Azka tiba mereka lantas mulai siap-siap untuk berangkat.
Kabin pesawat kosong,hanya di penuhi tim Dania dan tim fotografer, Dania mengalami pengembangan selama 2 tahun lalu,ia kini tumbuh menjadi model ternama di kotanya bahkan di tanah air ini,wajahnya sudah sering terpajang di berbagai iklan.
Mesin pesawat mulai berdesing, pesawat mulai melaju di lajurnya, selang tak lama pesawat sudah berhasil mengudara.
Di dalam kabin pesawat Dania tidak henti-hentinya menghibur Azka yang tengah suntuk.
**********
"Ujang cepet ke bandara, Ray udah sampai katanya."teriak Mamah.
"iya mah."jawab Ujang.
Ujang berlarian menuruni tangga menuju bawah,di bawah sana Reina tengah asik menonton acara televisi kesukaannya.
"Mau kemana?"tanya Reina kepo
"Bandara,jemput Ray."jelas Ujang
"Teteh ikut,kangen Ray soalnya."ucap Reina
Ujang menghiraukan ucapan kakaknya itu,lantas mulai pergi ke garasi untuk mengambil mobilnya,tentu saja diikuti oleh Reina yang tak sempat merias wajahnya.
Diperjalanan menuju bandara Reina dan Ujang diam tak saling berbincang,entah lah suasana hati Reina tiba-tiba berubah drastis, entah hal apa yang akan terjadi kepada dirinya.
Mobil Ujang memasuki area parkir bandara,lantas Ujang dan Reina memasuki ruang tunggu untuk menunggu kedatangan Ray.
Cukup lama Reina dan Ujang duduk di sana,mencari Ray kesana-kesini,selang tak lama kemudian Ray berteriak.
"Ujang..."teriak Ray.
Ujang hanya menepuk jidatnya dengan cukup keras, ternyata kebiasaan Ray belum berubah dari dulu.
"Teteh."Ray berlari menghampiri Reina lantas mulai memeluknya dengan cukup erat.
"Teteh doang yang di peluk?aku nggak?"tanya Ujang.
Saat Ray hendak memeluk Ujang, Reina menghentikan aksi Ray tersebut.
Ray hanya mengembangkan pipinya, begitupun dengan Ujang yang kecewa, lihatlah tingkah mereka berdua seperti anak kecil.
"Kalian tunggu disini ya,teteh mau jajan di kantin sebentar."ucap Reina.
Ray dan Ujang hanya mengangguk pelan, setelah kepergian Reina,mereka berdua mulai duduk di sembarang kursi yang kosong.
"Ujang, Ray kangen."ucap Ray menaruh dagunya di pundak Ujang
"Ray pikir Ujang gak kangen apa?"tanya Ujang sedikit mencubit hidung pacarnya itu.
Mereka berdua tertawa,melepas rindu yang sudah menumpuk.
Di kantin.
"Dank u."ucap Reina seraya mengambil makanan yang ia pesan.
Baru saja ia keluar dari kantin,ia sudah tertabrak seseorang.
Dugh...
"Auch..."rintih Reina
Benturan nya cukup keras, apalagi Reina menabrak bahu pria yang cukup tegas.
"Let op uw manier."Sinis Reina
Pria itu hanya bisa bengong lantas hendak meminta maaf kepada Reina,namun ia urungkan niat itu karena Reina langsung bergegas pergi, setelah kepergian Reina pria itu masih berdiri terbengong mencoba mengingat, sesuatu.
"Ah akhirnya kita sampai ya babe."ucap Dania sembari menggandeng tangan Azka.
Azka hanya mengangguk kecil.
"Anu,aku lapar,kamu bisa tunggu disini kan sama tim yang lain?"tanya Azka
Dania hanya mengangguk lantas mulai bergabung bersama tim nya.
"Ahhh lapar, semoga ada nasi Padang."batin Azka
Karena keadaan perutnya yang lapar,Azka tidak memperhatikan langkah kakinya, baru juga ia mau memasuki area kantin ia sudah bertubrukan dengan seorang wanita yang tengah menenteng makanan.
"Auch..."rintih wanita tersebut
"Let op uw manier."Ucapnya sinis.
Tentu saja Azka bengong,ia tidak mengerti,apa yang wanita itu bicarakan.Saat wajah wanita itu mendongak ke atas, Azka menjadi teringat akan seseorang.
Masih dengan posisi dirinya yang mematung setelah kepergian wanita itu, Azka mulai bergumam.
"Reina..."Gumamnya.
"Gua yakin itu Reina."ucap Azka
Dengan sekuat tenaga ia mencoba mencari wanita itu,seketika rasa lapar yang ia rasakan hilang, berganti menjadi rasa suka cita,kini orang yang ia rindukan berada di atmosfer yang sama bersama dirinya,sudah cukup lama Azka mencari keberadaan wanita yang ia yakini sebagai Reina itu,sudah 2 kali juga ia salah mengira orang.
"Babe."teriak Dania
Azka masih bengong, matanya sibuk mencari keberadaan Reina.
"Babe,cari apa?udah makannya?"tanya Dania mengacaukan bengongnya Azka.
"Ehh,nggak kok, udah, ayok berangakat."ucap Azka kikuk.
Dania merasa aneh dengan sikap pacarnya,namun ia enggan untuk bertanya lebih lanjut disini.
Suara dengung mobil terdengar,mulai menjauhi area bandara.Di dalamnya tampak Ujang dan Ray berada di jok depan sambil berbincang, sedangkan Reina sibuk bergulat dengan makanannya di jok belakang.
"Ibu izinin kamu ke sini sendiri."tanya Ujang.
"Heem,katanya gpp toh ada keluarga Ujang disana."ucap Dania
"Ish..."keluh Reina
Ujang dan Ray menatap ke arah Reina melalui kaca di tengah mobil.
"Kenapa teh?"tanya Ray.
**TBC..
jangan lupa votemen
Salam hangat dari aku**